Akhirnya Datang Juga Surat Cinta dari Google

Setelah menunggu dua bulan lebih, akhirnya datang juga surat cinta dari Google. PIN untuk verifikasi alamat.

Ini benar-benar surat cinta, karena dapat memastikan kita menerima pembayaran atas hasil karya kita di youtube.

Tanpa PIN, yang artinya Google meragukan alamat fisik kita di dunia nyata, iklan kita di youtube akan dihentikan dan kita tidak akan mendapat bayaran.

Kanal youtube saya Asep Sopyan Network, saluran tentang asuransi, investasi, bisnis, dan keuangan secara umum. Monet sejak 17 Desember 2020.

Pada tanggal 31 Januari 2021, Google Adsense menyatakan akan mengirim PIN untuk verifikasi alamat ke rumah saya. Tapi ditunggu-tunggu beberapa bulan tak datang, padahal batas waktunya 4 bulan. Alhamdulillah, kemarin tanggal 10 April 2021, PIN itu datang juga. Ternyata dikirimnya ke alamat rumah saya yang lama, padahal saya sudah ganti alamat di Google Adsense. Okelah.

Saya juga telah melakukan verifikasi nomor rekening bank. Google mengirim dana di bawah 1000 rupiah ke rekening saya, dan saya diminta mencocokkan angka yang dikirim. Alhamdulillah cocok.

Ini membuat saya semangat lagi bikin konten. Terima kasih Google. []

Posted in youtube | Tagged , , , , , | Leave a comment

Akhirnya Tembus Juga Rating 1600-an di Chess.Com

Akhirnya tembus juga aku ke rating 1600-an dalam catur cepat di platform chess.com, setelah menang 7 kali berturut-turut melawan seorang pecatur asal Philipina yang mudah penasaran.

Ramainya kasus Dewa Kipas vs Gotham Chess membuatku mulai bermain catur lagi, dengan membuka akun di chess.com. Terakhir kali main catur sepertinya saat kuliah belasan tahun lalu.

Salah satu hikmah dari kasus tsb, catur jadi populer dan platform chess.com saya yakin kebanjiran pengguna baru. Aku sendiri juga beli papan catur di tokopedia, berikut jam caturnya, untuk anak agar tidak terus mantengin gadget.

Di chess.com, aku mulai sebagai beginner di rating sekitar 700-an, dan dalam beberapa pertandingan langsung merangsek ke angka 1000-an, lalu belasan pertandingan lagi bertengger di atas 1400. Tapi dari 1400 ke 1500 mulai susah, mulai sering kalah, walaupun akhirnya tercapai juga stabil di angka 1500-an.

Nah, dari angka 1500 ke 1600 ini yang berat sekali. Tiap kali hampir sampai ke 1600, melorot lagi. Kemenangan dan kekalahan silih berganti. Dan ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Tapi akhirnya saat ratingku 1546, aku bertemu seorang pemain asal Philipina dengan rating 1580-an dan menang. Eh dia ngajak main lagi, kulayani. Menang lagi. Dia nantang lagi, masih kulayani. Begitulah sampai tujuh kali, akhirnya aku pun sampai di jajaran elo rating 1600-an, tepatnya 1602.

Sebetulnya dia masih ngajak main lagi, tapi biar aku tarik nafas dulu. Gak gampang untuk sampai ke level ini, peringkat yang menurut pengamat catur kira-kira dimiliki juga oleh Dewa Kipas (seandainya dia mainnya bener).

Untuk para pembaca yang hobi catur dan ingin main dengan saya, saya pakai akun manusiakamar di chess.com. Silakan ajak saja. Terima kasih. []

Posted in Catatan Harian | Tagged , , , , | Leave a comment

Apa Itu Pajak Lebih Bayar dan Kenapa Bisa Terjadi?

Saya mulai melaporkan SPT pajak pada tahun 2014, untuk tahun pajak 2013. Statusnya Lebih Bayar. Saya klaim, diperiksa, dan hasilnya dikembalikan. Sejak itu setiap tahun laporan pajak saya selalu lebih bayar. Setiap tahun pula saya selalu diperiksa oleh petugas pajak, dan selalu ada pengembalian.

Pertanyaannya, apa itu pajak lebih bayar dan kenapa bisa terjadi? Atau sebaliknya, kenapa bisa terjadi kurang bayar?

Bagi kita yang bekerja di suatu perusahaan berbadan hukum, gaji atau penghasilan yang kita terima sebetulnya telah dipotong pajak oleh perusahaan untuk diserahkan kepada negara. Jika jumlah yang dipotong sesuai dengan profil kita sebagai wajib pajak, maka impas. Tapi jika jumlah yang dipotong lebih besar dari yang seharusnya menurut profil pajak kita, maka akan terjadi lebih bayar. Sebaliknya, jika jumlah yang dipotong lebih kecil dari yang seharusnya, maka akan terjadi kurang bayar.

Apa itu profil wajib pajak?

Profil wajib pajak meliputi status lajang atau menikah, jumlah anak, dan apakah pasangan kita bekerja atau tidak. Lalu jumlah penghasilan kotor dalam setahun dan sumber penghasilan. Beda sumber penghasilan, bisa beda potongan pajaknya.

Profil wajib pajak, dalam hal ini yang terkait status keluarga, menentukan jumlah penghasilan yang tidak dikenakan pajak (PTKP = Penghasilan Tidak Kena Pajak). Dari situ bisa diketahui berapa penghasilan kita yang dikenakan pajak (PKP=Penghasilan Kena Pajak).

Sebagai contoh profil pajak saya sendiri. Saya menikah, punya tiga anak, dan istri memiliki penghasilan. Sebagai pribadi yang bekerja, saya dikenakan PTKP sebesar 54 juta. Lalu status menikah menambah PTKP 4,5 juta, anak-anak menambah PTKP masing-masing 4,5 juta (tiga anak berarti 13,5 juta), dan istri bekerja menambah PTKP 54 juta (sebagai diri pribadi yang bekerja). Jadi, PTKP saya berikut keluarga adalah 126 juta.

Jika penghasilan keluarga kami (saya dan istri) tidak melebihi 126 juta dalam setahun (atau 10 jutaan sebulan), maka kami tidak wajib membayar pajak ke negara. Jika dengan penghasilan tsb ada yang telah dipotong oleh perusahaan, maka terjadilah Lebih Bayar, dan kami berhak mendapat pengembalian dari uang pajak yang telah dipotong tsb.

Tapi tentu saja perusahaan punya opsi untuk memotong pajak setelah terlebih dahulu memperhitungkan PTKP saya. Ini tidak otomatis ya, jadi harus diminta. Tapi PTKP yang dihitung tidak bisa langsung untuk PTKP keluarga dengan tiga anak (126 juta), melainkan PTKP saya sendiri dengan status menikah dan tiga anak (72 juta). Adapun PTKP istri saya dihitung terpisah, yaitu dia sendiri (54 juta).

PTKP diperhitungkan tiap bulan dan menjadi pengurang penghasilan sebelum dipotong pajak. Jadi, penghasilan saya akan dipotong terlebih dahulu sebesar 6 juta tiap bulan (72 juta dibagi 12), lalu sisanya barulah dipotong pajak sesuai ketentuan PPh dan pemotongan ini bersifat progresif. Progresif artinya semakin tinggi penghasilan, semakin besar pajaknya.

Begitu pula PTKP istri saya, dipotong dulu sebesar 4,5 juta tiap bulan (54 juta dibagi 12), lalu dipotong pajak secara progresif. Tapi penghasilan istri saya tidak melebihi PTKP, jadi selama ini potongan pajaknya selalu nol.

Ada satu yang belum diceritakan, yaitu norma pajak. Ini suatu cara sederhana untuk menghitung penghasilan bersih. Jika anda karyawan biasa, norma pajak anda 0% alias penghasilan anda sudah dianggap bersih. Sedangkan saya dan istri adalah agen asuransi, termasuk kategori pekerjaan bebas, di mana semua biaya operasional ditanggung sendiri dan kami tidak melakukan pembukuan layaknya UMKM, maka pekerjaan agen asuransi diberikan norma pajak sebesar 50%.

Norma dihitung lebih dulu sebelum PTKP, dan dipotong langsung dari penghasilan kotor. Jadi, jika penghasilan kotor saya di bulan itu 50 juta, maka akan dipotong norma 50% jadi 25 juta, lalu dipotong PTKP 6 juta jadi 19 juta, dan barulah dipotong pajak sesuai skema progresifnya.

Adapun skema pajak progresif adalah sbb:

  • Penghasilan hingga 50 juta setahun, pajak 5%
  • Penghasilan di atas 50 juta sd 250 juta, pajak 15%.
  • Penghasilan di atas 250 juta sd 500 juta, pajak 25%.
  • Penghasilan di atas 500 juta, pajak 30%.

Mari coba kita hitung secara praktis. Misalnya di tahun 2020, penghasilan kotor saya dan istri 600 juta dalam setahun, maka kewajiban pajak kami adalah sbb:

Pertama, dipotong norma pekerjaan bebas agen asuransi, yaitu 50%. Jadi penghasilan bersih kami adalah 300 juta.

Kedua, dipotong PTKP keluarga kami sebesar 126 juta, jadi PKP kami adalah 300 juta dikurang 126 juta = 174 juta.

Ketiga, dipotong pajak secara progresif, yaitu:

  • 50 juta x 5% = 2,5 juta
  • 124 juta x 15% = 18,6 juta
  • Ditambahkan = 21,1 juta.  

Jadi kewajiban pajak kami adalah 21,1 juta.

Selanjutnya kami hitung berapa pajak yang telah dipotong oleh perusahaan asuransi atas penghasilan kami. Misalnya jumlah yang dipotong adalah 28 juta, berarti ada lebih bayar sebesar 6,9 juta. Nah, angka 6,9 juta inilah yang akan saya minta kepada kantor pajak agar dikembalikan kepada saya.

Tentu saja karena saya mengklaim Lebih Bayar, maka kantor pajak akan memeriksa seluruh transaksi keuangan saya di tahun pajak yang dilaporkan (dalam hal ini misalnya tahun 2020). Semua rekening bank saya dan istri akan diperiksa, dengan cara saya diminta mengirim rekening koran sepanjang tahun 2020. Jika ada uang masuk yang belum dijelaskan di SPT pajak, saya akan ditanya itu uang apa. Jika tergolong penghasilan tapi belum bayar pajak, maka akan dikenakan pajak, sehingga Lebih Bayar saya akan berkurang. Bahkan jika uang masuk yang termasuk penghasilan itu terlalu banyak, bisa-bisa status Lebih Bayar saya berubah jadi Kurang Bayar.

Selama ini klaim Lebih Bayar saya selalu diterima, meski dengan beberapa penyesuaian. Penghasilan kami memang hampir 100% dari pekerjaan agen asuransi. Kalaupun ada tambahan dari luar, nilainya kecil sekali, dan kadang tidak tercatat di rekening karena uangnya saya terima secara tunai tanpa lewat rekening. Nah, untuk penghasilan yang diterima secara tunai ini, boleh dikata tidak perlu dilaporkan di SPT karena tidak akan ketahuan. Maaf bukannya mengajarkan tidak jujur, tapi negara memang tidak sanggup menjangkau transaksi keuangan di luar bank. []

Posted in Keuangan | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Isra’ Mikraj, Perjalanan dengan Jasad ataukah Ruh Saja?

Satu hal yang sering jadi perdebatan terkait isra miraj adalah apakah perjalanan Nabi Muhammad Saw dalam satu malam dari masjidil haram ke masjidil aqsha lalu diteruskan ke langit hingga sidratil muntaha itu dilakukan dengan jasad dan ruh ataukah ruh saja?

Ada yg meyakini perjalanan tsb dg jasad dan ruh, ada yg menganggap itu perjalanan ruh saja.

Jika berdasarkan cerita Nabi Muhammad Saw sendiri dalam berbagai hadis, tidak ada beliau menyebutkan bahwa perjalanannya itu ruh saja, misalnya dalam mimpi atau saat tenggelam dalam dzikir yang khusyuk.

Yang pasti, ketika Nabi Muhammad Saw menceritakan kisah perjalanannya kepada masyarakat Mekkah waktu itu, banyak orang yang tidak percaya. Bahkan sebagian orang yang telah beriman pun ada yg ingkar.

Artinya, menurut pengakuan Nabi sendiri, perjalanannya itu memang berikut jasadnya, bukan hanya ruh. Bahkan walaupun misalnya benar itu perjalanan ruh, bisa jadi Nabi sendiri merasakannya sebagai perjalanan ruh dan jasad, saking riilnya pengalaman tsb.

Selamat Hari Raya Isra’ Mikraj 1442 H.

Posted in Agama | Tagged , , , | Leave a comment

Hidupku di Usia 40 Tahun

Di bulan Maret 2021 ini usiaku mencapai 40 tahun. Sudah separuh baya. Sudah mencapai dua per tiga dari rata-rata usia manusia. Usia kenabian, kata orang, merujuk sejarah Nabi Muhammad Saw yang menjadi nabi di usia 40 tahun (dalam hitungan hijriah, atau 39 tahun dalam hitungan masehi). Artinya, di usia ini seharusnya seseorang sudah cukup matang untuk memahami seluk-beluk kehidupan. Sudah teguh dalam keyakinan dan memiliki pandangan hidup yang kokoh tak tergoyahkan.

Bersama si bungsu

Di usia ini lazimnya seseorang sudah memiliki kehidupan ekonomi yang stabil. Sudah mencapai level tertentu yang cukup tinggi dalam karier. Punya aset yang cukup banyak dan terus bertambah. Dan selanjutnya tinggal menjaga performa saja. Di usia ini, bukan saatnya mencoba-coba sesuatu yang baru yang hasilnya belum tentu.

Di usia 40, jika seseorang ditakdirkan untuk sukses, dia sudah mencapainya. Jika belum, kemungkinannya akan lebih kecil, walau bukan berarti tidak bisa.

Tapi tentu saja perjalanan hidup setiap orang berbeda-beda. Dan sesungguhnya tonggak-tonggak perjalanan yang dilalui setiap orang lebih tergantung pada proses belajarnya, bukan usia.

Ada pun aku sendiri, rasanya memang belum memenuhi seluruh tugas perkembangan yang lazimnya dicapai seorang manusia di usia 40 tahun. Tapi biar aku fokus ke hal-hal yang pantas disyukuri.

Pertama, aku punya keluarga yang lengkap dan utuh. Istri yang baik dan tiga anak yang menyenangkan. Lalu keluarga besar dan saudara-saudara yang rukun. Masih ada kampung untuk tempatku sesekali mudik, kampungku dan kampung istriku. Dan masih ada satu orangtua sebagai jimat kehidupan, yaitu ibu. Mereka semua adalah harta yang paling berharga.

Kedua, aku punya pekerjaan terbaik yang sangat cocok dengan sifatku. Pekerjaan ini telah kujalani selama lebih dari sembilan tahun. Tak perlu ngantor, jam kerja fleksibel, tak ada atasan (tempat kita harus minta izin untuk urusan tertentu), tanpa bawahan (yang membuat kita harus bertanggung jawab atas sebagian segi kehidupannya), dan terutama hasilnya lumayan. Dan meski bukan cita-citaku waktu muda, pekerjaan ini masih kulakukan dengan cara yang sama, yaitu menulis.

Pekerjaan apa sih? Agen asuransi. Lazimnya pekerjaan ini dijalankan dengan cara rajin menghubungi orang, tapi aku melakukannya dengan cara menulis di blog (myallisya.com), dan setahun terakhir ditambah dengan membuat video di youtube (Asep Sopyan Network). Dari situ tinggal menunggu dihubungi orang. Berkah zaman internet.

Hasil dari pekerjaan ini, alhamdulillah aku bisa mendapatkan motor, mobil, rumah, dan trip ke luar negeri gratis tiap tahun.

Salah satu video di kanal youtube Asep Sopyan Network

Ketiga, aku punya tempat serta waktu untuk mengaktualisasikan sebagian diriku. Ada blog pribadi untukku menulis apa pun secara bebas, tanpa tergantung pada seorang redaktur atau editor di atas sana yang menentukan tulisanku layak dimuat atau tidak (blog ini: asepsopyan.com). Ada youtube untukku bisa menyalurkan hobi bernyanyi (Asep Sopyan). Kanal youtube tentang asuransi bahkan telah mencapai monetisasi pada akhir 2020. Lagu-laguku pun telah tayang di sejumlah aplikasi musik digital seperti Spotify, Joox, ITunes, dan Langit Musik. Memang belum ada hasil secara materi, tapi hidup kan tidak melulu soal materi.

Salah satu lagu karya saya di kanal youtube Asep Sopyan

Itulah tiga hal yang antara lain menggambarkan hidupku di usia 40 tahun.

Masih banyak yang kurang, tentu. Antara lain soal spiritual, aku masih jauh dari kematangan. Di peralihan usia dari 39 ke 40, bukan keyakinan teguh yang kurasakan, tapi keraguan yang makin mengembang. Soal ini mungkin akan kuceritakan di lain kesempatan.

Baiklah, sementara cukup dulu.

Semoga kita semua sehat sejahtera waras senantiasa. Amin. []

Posted in Catatan Harian | Tagged , , | Leave a comment