Himne Cinta, Lagu-lagu Cinta yang Puitis dan Romantis dari Suamiku

Ulasan kali ini ditulis oleh istri saya sendiri, kepada siapa sebagian dari lagu-lagu dalam album Himne Cinta dipersembahkan. Ulasan dimuat di blognya: bukuanakcahaya.wp.com, sebuah blog yang baru dibangun untuk memasarkan buku-buku anak.

Terima kasih, istriku. Biar kuhadiahkan lagu di bawah ini untukmu. 

 

Album Himne Cinta: Lagu-lagu Cinta yang Puitis dan Romantis dari Suamiku

Oleh: Iyan Desi Susanti Continue reading

Advertisements
Posted in Lagu | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Lagu: Di Pasir Putih

Lagu Di Pasir Putih mulai tercipta saat saya berkunjung di kontrakan calon istri di daerah BSD, selewat pertengahan 2010. Sambil menunggu si dia muncul dari pintu, saya berdiri di halaman dan tiba-tiba saja nada lagu ini terngiang-ngiang di kepala. Liriknya saya reka belakangan dan baru selesai hampir setahun kemudian. Ketika saya mulai rekaman pada pertengahan 2017, saya tambahkan lagi dua bait terakhir sehingga menjadi seperti versi yang sekarang. 

Cerita dalam lagu ini tidak benar-benar kami alami. Itu semata khayalan saya. 

Silakan menikmati lagunya seperti pada gambar Youtube di atas. Pengambilan gambar untuk video klip dilakukan pada tanggal 10 September 2017 di Pantai Carita, Pandeglang.

Versi MP3 bisa didengarkan dan diunduh di Soundcloud

Berikut adalah liriknya. 

 

DI PASIR PUTIH

 

Hamparan pasir putih berkilau

Berbuih-buih dijilat air

Di pesisir

 

Bentangan laut biru nan lembut

Sampai di ufuk langit menjemput

Dan memeluk

 

Engkau dan aku asyik bermain

Riuh berkejaran dengan gelombang

Berseru lantang di deru angin

Jatuh bergulingan saling memandang

 

Di pasir putih cinta bersemi

Laut dan langit angin dan ombak

Jadi saksi

 

Engkau dan aku terus bermain

Hingga tak terasa datanglah senja

Rona merah jingga saling berjalin

Penuhi angkasa dan hati kita

 

Ketika surya hilang sempurna

Pulanglah kita membaca cinta

Dan bahagia

2010 – 2017

Selengkapnya lagu-lagu dalam album Himne Cinta bisa dinikmati dan diunduh di Soundcloud.

Sebagian video klipnya bisa juga dilihat di Youtube.

Posted in Lagu | Tagged , , , , , | Leave a comment

Lagu untuk Seorang Wanita Berwajah Pagi

Ini adalah ulasan keempat dari sahabat saya, Rahmat Hm, di akun Facebooknya tentang lagu-lagu dalam album Himne Cinta. Kali ini tentang lagu Wajah yang Selalu Pagi. Terima kasih. 

Lagu ini bisa didengarkan di Soundcloud. Video klipnya pun sudah tersedia di Youtube, seperti dapat dilihat pada video di bawah. 

Selamat menikmati, dan selamat membaca. 

Lagu Untuk Seorang Wanita Berwajah Pagi Continue reading

Posted in Lagu, Serba-serbi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Kenangan Kasih yang Bertepi Sunyi

Ulasan Membayangi Bulan - RahmatMelanjutkan ulasan dua lagu sebelumnya, Himne Cinta dan Manusia Pertama di Dunia, kali ini sahabat saya Rahmat Hm mengulas lagu Membayangi Bulan dan memuatnya di akun facebooknya.

Selamat membaca.

Lagu Membayangi Bulan bisa didengarkan dan diunduh di Soundcloud.

 

KENANGAN KASIH YANG BERTEPI SUNYI

Oleh: Rahmat Hm

Mendengarkan lagu Membayangi Bulan, imajinasiku tertuju pada seorang yang sedang rebah di atas rumput sambil menerawang bulan di langit. Ada dilema berkecamuk di hatinya. Dilema akan kisah kasihnya yang bertepi sunyi. Setelah ia temukan keteduhan dan ketenangan dalam belai lembut sinar cinta. Berdansa dalam buai asmara, diiringi alunan seuntai nyanyian malam. Hingga hati pun luluh perlahan. Namun desir dedaunan lirih menikam. Kisah kasih yang dirajut hanya menyisakan kesunyian.

Ingin ia mengakhiri kisahnya. Meninggalkan segala yang ia sebut sebagai cinta. Pergi menjauh. Sendiri menyepi. Karena rasanya sia-sia membangun kisah kasih di ruang kesunyian. Sunyi karena kekasihnya tak lagi ada di sisi. Apalah artinya cinta tanpa kekasih yang dicinta.

Ia mungkin bisa pergi sejauh mungkin. Tapi kenangan tak pernah mampu ia hapus. Kemanapun pergi bayangan wajah dan senyuman kekasih selalu mengikuti. Wajah dan senyumannya selalu membayangi bulan.

Lagu Membayangi Bulan menyadarkan kita betapa sulitnya menghapus kenangan. Apalagi kenangan dengan kekasih yang dicintai. Kekasih yang selalu menemani dalam suka dan duka. Seperti yang pernah ditulis Kahlil Gibran, “Kamu mungkin akan melupakan orang yang tertawa bersamamu tapi tidak mungkin melupakan orang yang pernah menangis bersamamu. “

Kucoba ‘tuk berhenti
Meniti kasih yang bertepi sunyi
Kuingin jauh pergi
Sendiri menyepi meski tak berarti
Namun ‘ku tiada mampu
Hapus semua kenangan
Wajah dan senyumanmu
S’lalu membayangi bulan

 

Lirik lagu Membayangi Bulan

 

Rebah hatiku dalam lembut belai sinar bulan

Luluh perlahan

Teduh dan tenang

 

Dan angin malam mengalunkan seuntai nyanyian

Desir daunan

Lirih menikam

 

Kucoba ‘tuk berhenti

Meniti kasih yang bertepi sunyi

Kuingin jauh pergi

Sendiri menepi meski tak berarti

 

Namun ‘ku tiada mampu

Hapus semua kenangan

Wajah dan senyumanmu

S’lalu membayangi bulan

 

Selengkapnya lagu-lagu dalam album Himne Cinta bisa dinikmati dan diunduh di Soundcloud.

Sebagian video klipnya bisa juga dilihat di Youtube.

 

Posted in Lagu | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Perjalanan Mencari Belahan Jiwa

Rahmat Hm Manusia PertamaIni adalah ulasan kedua dari sahabat saya, Rahmat Hm, mengenai album Himne Cinta, yang dimuat di akun Facebooknya. Kali ini tentang lagu berjudul Manusia Pertama di Dunia.

Terima kasih, kang Rahmat Hm. Semoga Allah selalu merahmatimu. Amin.

Lagu Manusia Pertama di Dunia bisa didengarkan di Soundcloud.

 

Perjalanan Mencari Belahan Jiwa

Oleh: Rahmat Hm

 

Bagaimana kondisi seseorang yang belum menemukan belahan jiwanya (baca: pasangan hidup)? Di dalam lagu berjudul Manusia Pertama di Dunia, Kang Asep Sopyan menggambarkan kondisi tersebut. Sepi yang selalu menyerang, tak berhenti menguntit dan membayang. Ke arah manapun pergi sepi menjadi teman. Begitulah derita seorang tanpa belahan jiwa. Kesepian menjadi bagian hidupnya.

Bagaikan Adam, manusia pertama yang turun ke dunia, kesepian tanpa Hawa di sisinya. Dipisahkan di dunia fana setelah sekian lama bersama di surga. Maka Adam pun berjalan dari tanah India menuju negeri Arab demi menemukan Hawa, belahan jiwanya. Gunung, lembah, gurun diarungi. Tiga ratus tahun lebih Adam bertualang. Hingga kian letih hati mencari. Tinggalah hanya mimpi dan bayangan indah yang menari-nari.

“Di mana dia belahan jiwa
tempat berlabuh segala rasa”

Namun harapan tak boleh hilang. Menanti tangan lembut memayang. Adam tak berputus asa. Melanjutkan petualangan mencari Hawa. Tengadah ke langit memanjatkan doa. Akhirnya pertemuan indah pun tercipta. Adam dan Hawa melepas rindu di Jabal Rohmah.

Melalui lagu Manusia Pertama di Dunia, Kang Asep mengajak kita untuk bertualang seperti kisah Adam-Hawa dalam mencari belahan jiwa. Karena belahan jiwa sangat berarti dalam hidup manusia. Pada dirinya kita akan melabuhkan segala rasa. Bertualanglah dan jangan lupa berdoa agar segera bertemu belahan jiwa yang didamba.

“Tuhan tolonglah hadirkan dirinya
di hadapanku utuh dan nyata”

 

Lirik Lagu Manusia Pertama di Dunia

Bagaimanakah harus kujaga diri

Agar tak mudah terserang sepi

Yang tak henti menguntit dan membayangi

Ke arah mana pun aku pergi

 

Aku bagaikan manusia pertama

Yang dilahirkan ke dunia

Di mana dia belahan jiwa

Tempat berlabuh segala rasa

 

Setiap hari aku berjalan hingga ke ujung tepi

Gunung lembah gurun kuarungi

Tetapi bumi terlalu luas untuk dijelajahi

Kian letih hatiku mencari

Ho ho ho ho du du du du

 

Manakala ku tertidur dan bermimpi

Bayangan indah menari-nari

Namun ketika aku terjaga

Nuansa itu segera sirna

Tinggallah aku rebah terlentang di bawah langit lengang

Menanti tangan lembut memayang

Ho ho ho ho du du du du

 

Tuhan tolonglah hadirkan dirinya

Di hadapanku utuh dan nyata

 

Lagu-lagu dalam album Himne Cinta bisa dinikmati dan diunduh di Soundcloud.

Sebagian video klipnya bisa dilihat di Youtube.

 

Posted in Lagu | Tagged , , , , , , , | 1 Comment

Himne Cinta: Memaknai Cinta yang Hakiki

Ulasan berikut ini ditulis oleh sahabat saya yang pernah bersama-sama belajar menulis di FLP (Forum Lingkar Pena) Ciputat antara tahun 2008-2010. Saat ini dia tengah berkelana di daerah Maluku. Dia berencana menulis ulasan tentang setiap lagu dalam album Himne Cinta dan memuatnya di dinding Facebook. Yang pertama dimulai dengan lagu Himne Cinta.

Lagu Himne Cinta bisa didengarkan di Youtube seperti tampak pada video di atas. Versi MP3 tersedia di Soundcloud dan bisa diunduh ke HP atau laptop. Liriknya akan saya tulis di bagian bawah.

Terima kasih, kang Rahmat. Semoga selalu sehat dan dapat meraih segala cita-cita. 

 

Himne Cinta: Memaknai Cinta yang Hakiki

Oleh: Rahmat Hm

Sebuah himne cinta yang indah tercipta dari buah kreatif seorang lelaki yang cerdas dan bersahaja. Dialah Kang Asep Sopyan, senior saya di komunitas penulis yang saya pernah ikuti. Kang Asep, yang saya amati, merupakan orang yang sangat serius ketika ingin menyajikan karya ciptanya. Pun ketika ia telah mempublikasikan karya lagu bertajuk Himne Cinta ini. Saya yakin ini adalah buah karya yang sudah melalui proses yang tidak main-main.

Apa yang ingin disampaikan Kang Asep dalam Himne Cinta adalah mengajak kita untuk memaknai cinta yang hakiki. Cinta merupakan anugerah dari Tuhan yang harus disyukuri. Cinta yang menumbuhkan bahagia. Cinta merupakan cahaya surga yang dengannya hidup jadi berwarna.

Seperti apakah cinta yang hakiki? Dalam Cinta yang hakiki yang ada hanya memberi tanpa mengharapkan balasan. Jika pun disebut sebagai pengorbanan, maka itu merupakan pengorbanan yang suci. Cinta yang hakiki selalu berada dalam ruang hati yang tulus dan ikhlas. Juga tidak ada istilah dendam, cemburu, dan duka dalam cinta yang hakiki.

Ketika kita bisa menempatkan cinta yang hakiki di dalam hati, maka saat itulah kita akan mampu merasakan keindahan cinta. Yang dengannya mekarlah bunga-bunga dan hidup jadi bermakna. 
Selamat untuk Kang Asep yang telah memberikan persepsi makna cinta hakiki yang indah. Semoga Himne Cinta tak hanya menjadi sebuah lagu penghibur tapi juga sebuah renungan betapa indahnya cinta hakiki yang telah ditiupkan Tuhan dalam hidup manusia.

“Bersyukurlah kepada-Nya
Yang telah mengirimkan cahya dari surga
Hingga dunia dan segala
Menjadi penuh warna di mata manusia”

 

Lirik Himne Cinta

Pada hati manusia

Tuhan meniupkan cinta

Pada hidup manusia

Cinta menumbuhkan bahagia

 

Bersyukurlah kepada-Nya

Yang telah mengirimkan cahya dari surga

Hingga dunia dan segala

Menjadi penuh warna di mata manusia

 

Dalam cinta hakiki

Yang ada hanya memberi

Tanpa berharap kembali

Sebagai suatu pengorbanan suci

 

Tiada rasa paling indah

Selain rasa cinta yang tulus dan ikhlas

Kata cinta yang sesungguhnya

Tak mengenal dendam cemburu dan duka

 

Karena cinta mekarlah bunga-bunga

Karena cinta keindahan tercipta

Karena cinta hidup penuh makna

 

Semua lagu dalam album Himne Cinta bisa didengarkan dan diunduh di Soundcloud.  

Sebagian video klipnya sudah tersedia di Youtube.  

Posted in Lagu | Tagged , , , , , , | 1 Comment

Saat Himne Cinta Menjadi Tembang Lawas Masa Kini

Album Himne CintaUlasan kali ini ditulis oleh sahabat sekaligus rekan bisnis saya di Allianz, Siti Ema Rahmah, di blognya taproallisyaplus.wp.com. Katanya, lagu-lagu pada album Himne Cinta itu mirip tembang lawas tahun 80-90-an. Apakah anda setuju? Silakan dicek langsung lagu-lagunya di Soundcloud dan Youtube.

Terima kasih kak Emma untuk ulasannya yang menyenangkan.

Selamat membaca.

 

TEMBANG LAWAS, mungkin hanya difahami dan disukai oleh orang-orang pada masanya. Dan bagi orang tua kita atau bahkan nenek kakek kita, pasti sudah tidak asing lagi mendengar deretan nama dan karya-karya lagu, seperti; Panbers, Crisye, Broery, Ebit G Ade, Obbie Mesakh, Tommy J Pissa, Betharia Sonata, Crystien Panjaitan, Gombloh, Dian Pishesa, Titiek Puspa, Dewi Yul, Julius Sitanggang, Vina Panduwinata, Meriam Belina, Andi Meriam Matalatta dan lainnya, merupakan sederet penyanyi yang berjaya pada masanya. Dan lagu-lagu mereka cukup diminati pada saat itu.

Ya, saya hafal betul penyanyi-penyanyi di atas bukan tanpa sebab. Meskipun saya lahir September, tahun 1985. Tapi saya Sangat hafal para penyanyi lawas dan lagu-lagunya tersebut. Dan cukup sedikit mahir jika saya ditantang untuk menyanyikan lagu-lagu mereka di masa ini. Hal ini tidak lain karena sedari kecil, Ibu kandung saya selalu menyetel lagu-lagu lawas ini dan menyanyikannya. Sehingga lagu-lagu itu terekam otomatis di memori dan jiwa saya. 

Tidak hanya itu, setiap sore hari saya tidak pernah absen mendengarkan tembang-tembang lawas disalah satu siaran radio di daerah bogor yang paling FAVORIT.  Oia, saya ini asli BOGOR, dari lahir, SD, SMP dan MAN, saya tinggal di bogor. Dan mulai menetap di JAKARTA yaitu saat kuliah Strata satu (S1) sampai sekarang dan sudah menjadi warga DKI Jakarta.

Sejujurnya saja, sampai saat ini saya tidak bisa “Move On” dari tembang-tembang lawas ini. Kalaupun ada penyanyi era saya yang saya kagumi, mungkin hanya SITI NURHALIZA dan ROSSA saja, sedangkan penyanyi lain mungkin hanya untuk sekedar didengarkan saja tanpa meninggalkan kesan khusus di dalamnya. 

Mungkin karena itulah saya sering dapat “julukan” dari beberapa teman sekolah atau kuliah saya sebagai “Perempuan masa kini tapi selera tahun-70an”, heheee… karena mungkin saya ini lebih suka yang “matang-matang”. Selain katanya perempuan itu lebih cepat dewasa, juga karena saya dilahirkan sebagai anak nomor SATU di keluarga. Jadi memang sudah bawaan jika saya lebih suka yang sifatnya “dewasa atau matang”. Termasuk dalam hal pemilihan lagu dan selera musik.

Karena Diakui tidak diakui, tembang-tembang lawas itu memang cukup “abadi” untuk dinikmati bahkan untuk dinyanyikan. Rasanya kaya “nyentuh” aja ke hati nurani. Dan musiknya pun seperti tak bisa lekang oleh waktu. Tetap dapat diterima dengan baik oleh para pecinta aliran musik Pop. 

Lalu bagaimanakah kira-kira, jika tembang-tembang lawas itu, seperti lahir kembali dimasa kini, dengan pencipta dan penyanyi masa kini??? Pasti anda penasaran bukan seperti apa dan bagaimana sih lagunya itu. Nah, jika anda penikmat tembang-tembang lawas juga seperti saya, saya bisa Rekomendasikan album HIMNE CINTA karya ASEP SOPYAN. Selain anda bisa memesan dalam bentuk CD atau DVD, juga bisa anda lihat via YOU TUBE maupun SOUNDCLOUD nya. Jadi klik saja langsung alamatnya di bawah ini, https://youtu.be/jwRQGQFGS2c atau Soundcloud.com/asep-sopyan-236731764.

Saya pribadi sudah mendengarkan lagu-lagu karya ASEP SOPYAN dalam album HIMNE CINTA ini. Dan sebagai pendatang baru, saya cukup APRESIASI dengan baik karya seni nya ini. Karena sebagai “pemain baru” dalam industri musik tanah air, karyanya ini cukup bisa dinikmati dengan baik serta familiar di telinga. Tinggal buat video klip yang keren dan kekinian saja. Sehingga nanti tidak hanya enak di dengar tapi juga dilihat oleh mata.

Diantara judul lagu dalam album Himne Cinta ini, yaitu: Haruskah ku menanti, Takdir Kita, Wajah yang selalu pagi, Himne Cinta, diantara bunga-bunga, di Pasir Putih dan lainnya. Kurang lebih ada sebelas judul lagu dalam satu album ini.

Nah, saat anda mendengarkan lagu-lagu di album HIMNE CINTA ini, saya yakin jika anda penyuka lagu tembang lawas, maka lagu dan musik di album HIMNE CINTA ini, seakan membawa anda pada masa “warna lagu” seperti ini pernah ada dan berjaya. Sehingga saat mendengarkannya, anda bisa terima dan nikmati alunan lagu, baik dari sisi lirik maupun musiknya. 

Selain itu, Kesederhanaan lirik lagu serta aransement musik yang apik dengan warna tempo doe-loe, seakan mengajak anda untuk ikut berkaraoke bersama. Sehingga saya sarankan kepada pak Asep Sopyan untuk segera membuat lagu tanpa vokal atau khusus karaoke.

Secara umum, saya bisa memberikan penilaian bahwa album Himne Cinta ini seperti album kompilasi antara warna musik Ebiet G ade, Crisye, Obbie Mesakh dan lainnya. Jadi saat kita mendengarkan lagu-lagunya, seperti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Pokoknya dari pada penasaran, buruan didengerin aja ya album Himne Cinta ini, supaya anda faham maksud saya dan bisa menikmati pula “tembang lawas masa kini” nya Asep Sopyan.

Oia, pak ASEP SOPYAN ini adalah senior dua tahun di atas saya saat di kampus UIN Jakarta maupun di organisasi EKSTRA Kampus, yaitu HMI cabang CIPUTAT. Dan kini beliau adalah leader saya di Tim ASN Serpong, Allianz Syariah. Sebagai leader pun beliau ini termasuk leader yang sukses berkat keterampilan menulisnya lewat blog myallisya.com itu. Dan Secara pribadi jika saya berkomunikasi via JAPRI dengan beliau, saya masih panggil pak asep ini dengan sebutan KAKAK. Sama seperti sebutan saya kepada senior-senior saya yang lain di kampus yang dulu. 

Karena itu saya doakan, supaya album HIMNE CINTA nya Kak Asep Sopyan ini bisa  diterima oleh para pecinta musik tanah air. Serta bisa memberikan warna lagu “lawas” di masa kini atau bisa juga “masa kini” yang dilawaskan. Selain itu, semoga tetap terus memperbaiki kualitas lagu dan musik di album-album berikutnya. Sehingga orang itu tahu akan ciri khas lagunya kak asep sopyan ini. Tanpa dibayang-bayangi oleh para sosok penyanyi tempo doeloe lagi.

Sekian review saya untuk album perdana “Himne Cintanya kak Asep Sopyan” ini. Dan Saat saya menulis artikel ini, entah kenapa saya merasa seperti sedang jadi juri Indonesian Idol, heheheee. Mungkin benar, jika Menilai itu katanya memang lebih mudah ya, heheeee.

Salam

Siti Ema Rahmah a.k.a Mimin Tapro Allisya

 

Lagu-lagu album Himne Cinta bisa didengarkan dan diunduh di Soundcloud.

Sebagian video klipnya bisa dilihat juga di Youtube.

 

Posted in Lagu | Tagged , , , , , , | Leave a comment