Benarkah Asuransi Itu Riba?

Ada orang yang menganggap asuransi itu riba karena ada tambahan nilai dari premi yang dibayar dengan manfaat yang didapatkan. Misalnya baru bayar premi 500 ribu, ketika terjadi risiko mendapat santunan 1 miliar.

Benarkah itu riba?

Mari kita analisis.

Pertama, tidak semua tambahan dalam transaksi itu riba.

Dalam jual beli, ada tambahan berupa margin keuntungan untuk penjual, itu bukan riba.

Dalam investasi, ada tambahan berupa pembagian keuntungan untuk investor, itu bukan riba.

Dalam pesta perayaan atau acara apa pun yang memungkinkan peserta saling memberi hadiah, ada perbedaan nilai dalam hadiah-hadiah yang dipertukarkan, itu bukan riba.

Kedua, tambahan yang disebut riba hanyalah tambahan berupa bunga, dan bunga muncul dari transaksi utang-piutang atau simpan-pinjam.

Bunga, dalam makna yang sebenarnya (denotasi), muncul dari pohon atau tanaman. Tak ada pohon, maka tak ada bunga.

Ibarat pohon, dalam utang-piutang pun ada yang disebut pokok, yang dari situ dapat memunculkan bunga. Tak ada pokok utang, tak ada bunga.

Asuransi bukan utang-piutang dan, dalam bentuknya yang murni, juga bukan simpan-pinjam. Dalam asuransi tidak ada yang disebut pokok, tidak ada yang bisa dikenakan bunga, dan karena itu tidak bisa dihukumi sama dengan riba.

Ketiga, sebagai tambahan, tidak semua transaksi utang-piutang dan simpan-pinjam itu memunculkan bunga. Jika tidak ada tambahan, jelas tidak ada bunga (misalnya utang ke saudara). Jika ada tambahan, itu pun belum tentu bunga.

Sebagai gambaran, misalnya ada pengembang menawarkan rumah dengan tiga skema pembayaran.

Pertama, cash keras. Harga 1 miliar, dibayar langsung dengan uang 1 miliar. Ini jelas tidak ada tambahan dan tidak ada bunga. Bukan riba.

Kedua, cash bertahap. Harga misalnya jadi 1,2 miliar, dibayar secara dicicil selama 5 tahun. Selisih 200 juta di sini adalah margin keuntungan yang ditambahkan, bukan bunga dan karena itu bukan riba.

Ketiga, KPR. Cara ketiga ini pun ada dua skema, yaitu KPR konvensional dan KPR syariah.

Dengan KPR konvensional, pembeli meminjam uang untuk membeli rumah kepada bank sebesar 1 miliar (atau katakanlah dikurangi DP 20% sehingga pinjamannya menjadi 800 juta), lalu mencicil utangnya kepada bank selama 10 atau 15 tahun dengan bunga misalnya 10% per tahun. Nah, bunga ini adalah riba.

Dengan KPR syariah, bank membeli rumah tsb kepada pengembang dengan harga 1 miliar, lalu menjualnya kepada pembeli dengan menambahkan margin keuntungan, misalnya menjadi 2 miliar, lalu pembeli membayar dengan cara dicicil selama 10 atau 15 tahun. Skemanya jadi sama dengan cash bertahap tapi dengan jangka waktu yang lebih panjang. Margin keuntungan yang diambil bank syariah bisa jadi sama atau bahkan lebih besar daripada total bunga yang diambil bank konvensional, tapi tambahan ini bukan bunga dan karena itu bukan riba. Akad ini dinamakan akad murabahah.

Dalam tiga skema pembelian rumah di atas, hanya KPR konvensional dengan sistem bunga yang dikategorikan sebagai riba.

Nah, bagaimana dengan tambahan dalam asuransi?

Tambahan dalam asuransi bukan margin keuntungan, bukan bagi hasil, dan bukan pula bunga.

Kalau disebut margin keuntungan, mana ada margin keuntungan sampai ribuan kali lipat?

Kalau disebut bagi hasil, mana ada bagi hasil sampai ribuan kali lipat dalam seketika?

Kalau disebut bunga, mana ada bunga sampai ratusan hingga ribuan kali lipat dalam waktu singkat? Bunga memang bisa berlipat ganda melebihi pokoknya, tapi untuk itu butuh waktu yang sangat panjang.

Lalu apa? Kalau mau dicari kesamaannya dengan transaksi lain, asuransi itu mendekati transaksi hibah, sedekah, atau pemberian. Hanya pemberian yang balasannya bisa berkali-kali lipat tanpa batasan. Dalam kitab suci dikatakan sampai 700 kali, bahkan lebih dari itu.

Dalam asuransi syariah, kemiripan antara asuransi dengan hibah itu diformalkan dalam bentuk akad hibah atau tabarru (iuran dana kebajikan). Setiap peserta mengikhlaskan uangnya untuk dipakai menolong peserta lain dan juga dirinya sendiri jika mengalami musibah. Dengan kata lain, asuransi syariah itu perjanjian tolong-menolong di antara sesama peserta.

Sementara dalam asuransi konvensional, kemiripan itu tidak diformalkan tapi hakikatnya sama. Dana yang dipakai oleh perusahaan asuransi untuk membayar klaim itu sebenarnya berasal dari dana para peserta asuransi semuanya.

Mungkin ada yang keberatan dengan penyamaan antara asuransi dengan hibah. Kalau memang asuransi itu pemberian, kenapa berharap balasan?

Ya, dalam asuransi memang ada harapan untuk mendapat balasan. Ketika seorang peserta asuransi membayar premi, seakan-akan dia berkata: “Saya relakan uang ini untuk membantu peserta lain yang terkena musibah, tapi jika saya yang terkena musibah, saya berharap bisa mendapat bantuan juga dari peserta lain.”

Tanpa adanya harapan balasan ini, orang tidak akan ikut asuransi (kecuali diwajibkan oleh otoritas tanpa bisa menolak).

Tapi apakah memberi dengan berharap balasan itu tidak boleh? Apakah ada larangannya?

Memang, idealnya, memberi itu ya memberi saja, ikhlas tanpa mengharap balasan apa pun (bahkan termasuk balasan dari Tuhan).

Tapi memberi dengan mengharap balasan bukan berarti tidak boleh. Memberi dengan syarat, bahkan memberi dengan terpaksa pun boleh. Jika kita memberi kepada seorang pengangguran dengan syarat agar dia menggunakan uang itu untuk modal usaha, itu boleh. Pajak itu pemberian yang dipaksa, dan uangnya tetap bermanfaat. Ada pun soal pahala itu urusannya dengan Tuhan.

Asuransi dapat digolongkan pemberian dengan syarat. Peserta memberikan uang premi dengan syarat jika dia mengalami risiko yang ditanggung dalam masa perjanjian, maka klaimnya dibayar. Dan jika tidak terjadi risiko, maka tidak ada pengembalian. Pemberian seperti ini tidak mengandung bunga dan karena itu bukan riba.

Ditinjau dari sisi lain, asuransi adalah produk perlindungan. Semua produk perlindungan ternyata memiliki ciri yang sama, yaitu biaya yang dibayar oleh pengguna jauh lebih kecil daripada manfaat yang diterima.

Satpam, gajinya mungkin hanya beberapa juta per bulan, tapi nilai dari rumah dan aset-aset yang dijaganya tentu jauh lebih besar.

Antivirus komputer, harganya mungkin hanya beberapa juta, tapi nilai dari data dalam komputer yang dilindunginya tentu jauh lebih besar.

Helm, harganya hanya ratusan ribu, tapi nilai dari kepala tentunya tidak bisa diukur dengan uang.

Antigores layar HP mungkin hanya beberapa puluh ribu, tapi harga layar HP jika rusak dan harus diganti bisa jutaan.

Seperti itulah sifat produk perlindungan. Perbedaan nilai seperti ini sudah tentu bukan riba.

Asuransi dengan Nilai Tunai

Asuransi yang dimaksud di atas adalah asuransi dalam bentuknya yang murni, yang tidak mengandung unsur nilai tunai sama sekali, alias asuransi yang preminya hangus atau tidak kembali. Jadi, tujuan orang ikut asuransi tsb semata-mata untuk mendapatkan proteksi.

Bagaimana dengan asuransi yang mengandung unsur nilai tunai?

Nilai tunai pada produk asuransi ada yang berbentuk tabungan dan ada yang berbentuk investasi. Perbedaannya, tabungan itu dijamin sedangkan investasi tidak dijamin.

Produk asuransi dengan tabungan yaitu whole-life dan endowment, sedangkan produk asuransi dengan investasi disebut unit-link.

Whole-life dan endowment umumnya disimpan pada instrumen berbasis bunga, yaitu deposito dan obligasi, dan karena itu mengandung unsur riba. Sedangkan unit-link tergantung tergantung penyaluran investasinya. Jika disalurkan pada instrumen investasi berbasis bunga (deposito, obligasi, saham nonsyariah), maka tergolong riba. Jika disalurkan pada instrumen investasi yang tidak berbasis bunga (deposito syariah, sukuk, saham syariah), maka tidak mengandung riba.

Jadi, produk asuransi dengan nilai tunai bisa mengandung riba tapi hanya pada unsur nilai tunainya.

Ringkasan dan Simpulan

  • Tidak semua tambahan dalam transaksi adalah riba. Tambahan yang merupakan riba hanyalah bunga. Bunga muncul dari transaksi utang-piutang atau simpan-pinjam. Asuransi bukan transaksi utang-piutang dan bukan simpan-pinjam, jadi asuransi tidak menghasilkan bunga dan karena itu bukan riba.
  • Tambahan dalam asuransi lebih dekat dengan hibah atau pemberian. Hanya pemberian yang bisa menghasilkan tambahan hingga ribuan kali lipat. Oleh karena itu dalam asuransi syariah, akad asuransi diformalkan sebagai akad hibah atau tabarru, yaitu saling menolong di antara sesama peserta asuransi.
  • Asuransi merupakan produk perlindungan. Produk perlindungan memiliki ciri yaitu nilai yang dibayar pengguna jauh lebih kecil daripada nilai dari manfaat yang diterima.
  • Asuransi dapat mengandung riba hanya pada produk asuransi yang digabung dengan nilai tunai (tabungan atau investasi), jika nilai tunainya disalurkan pada instrumen investasi berbasis bunga. Jadi, yang dimungkinkan mengandung riba hanyalah unsur tabungan atau investasinya, bukan unsur asuransinya.
  • Jadi, sekali lagi, asuransi itu sendiri, dalam bentuknya yang murni, bukanlah riba. []
Posted in Asuransi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Kelahiran Anak Keempat di Tanggal 121121

Di tanggal cantik, 121121, dan sekaligus ulang tahun pernikahan kami yang ke-11, anakku yang keempat lahir. Perempuan. Berat 2,7 kg, panjang 49 cm. Alhamdulillah. Ini hadiah terindah di hari ulang tahun pernikahan.

Dan kebetulan ini hari ayah, aku pun resmi menjadi ayah dari dua pasang anak, dua laki-laki dan dua perempuan.

Hingga saat artikel ini ditulis, aku masih belum menentukan nama anakku. Ada dua opsi yang sedang kutimbang. Mungkin nanti saja kutetapkan saat lapor ke RT.

Istriku melahirkan secara sesar di RSIA Vitalaya, Pamulang. Anak ketiga lahir secara sesar tiga tahun lalu setelah berusaha untuk melahirkan normal di puskesmas, jadi kali ini kami tak mau ambil risiko jika mencoba normal.

Untuk biaya, bersyukur di negeri ini ada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan. Kami ikut kelas 1, tapi kebetulan kamar kelas 1 di RS penuh, jadi kami diberi pilihan: masuk kelas 2 (3 tempat tidur) atau kelas VIP (1 tempat tidur). Kami pilih kelas VIP, tentunya dengan nambah biaya (ancer-ancer sekitar 2 jutaan, tapi akhirnya ternyata 3 juta pas. Okelah gpp). Dan alhamdulillah, kamarnya nyaman sekali dan privasi terjaga.

Sejak awal, setiap bulan kami rutin memeriksakan kehamilan ke puskesmas dan lalu dirujuk ke RS Vitalaya.

Perlu diketahui, untuk melahirkan normal, BPJS hanya menanggung persalinan di puskesmas. Jika sesar, barulah bisa di rumah sakit.

Cara mengurus biaya persalinan dengan JKN tidak rumit. Cukup meminta surat rujukan dari Puskesmas untuk rawat inap dan operasi, dengan membawa surat keterangan dari dokter kandungan bahwa akan dilakukan operasi sesar (diperoleh saat konsultasi dokter yang terakhir). Setelah itu datang ke RS pada hari yang telah dijadwalkan.

Sehari sebelum hari-H, dilakukan pemeriksaan darah lengkap atau cek lab di RS, dan juga tes antigen covid19 (pasien dan pasangan yang menemani). Nah, biaya cek lab ini tidak ditanggung JKN, dengan alasan karena dilakukan bukan pada hari-H. Aneh juga. Tapi untung biayanya tidak besar, hanya 280 ribu (95 ribu untuk tes darah dan 185 ribu untuk tes antigen dua orang).

Kami menginap di RS selama tiga malam. Masuk hari Jumat 12-11-2021, keluar hari Senin 15-11-2021. Kami hanya berdua saja di RS, dan tidak boleh dijenguk karena masih masa pandemi. Anak-anak ditinggal di rumah bersama sepupu mereka yang kebetulan memang tinggal bersama kami.

Alhamdulillah, segalanya berjalan lancar. Si bayi sehat, ibunya lekas pulih, dan anak-anak di rumah pun anteng. []

Posted in Keluarga | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Kriteria Robot Trading yang Wajar

Jual Robot Trading Binary MT5 - Kota Semarang - Toserba Blessing | Tokopedia

Beberapa tahun terakhir ini marak penawaran bisnis atau investasi melalui robot trading, baik trading forex, kripto, atau gold. Tapi sebagian besar atau bahkan seluruhnya menggunakan skema yang mengandung kejanggalan-kejanggalan. Ada yang harga robot tergantung deposit, ada yang kalau mau deposit harus beli robot lagi, ada yang robotnya hanya bisa dipakai di broker atau exchanger tertentu, ada yang  brokernya tidak punya izin, ada yang sudah beli robot masih pula minta bagi hasil, ada yang menjanjikan keuntungan pasti, ada yang menetapkan selisih kurs yang sangat tinggi, dan sebagainya.

Berikut ini saya coba menguraikan kriteria yang semestinya dimiliki robot trading yang wajar.

1. Harga robot tidak tergantung deposit

Berapa pun depositnya, mau 100 dolar ataupun 100 ribu dolar, harga robotnya sama.

Atau boleh saja harga robotnya dibedakan, asalkan fitur-fiturnya memang berbeda.

2. Dapat dipakai di broker atau exchanger mana pun

Kalau sebuah robot hanya bisa dipakai di broker/exchanger tertentu, patut dicurigai ada apa-apanya.

3. Hanya bekerja sama dengan broker atau exchanger yang resmi (teregulasi)

Tentu saja. Trading forex dan kripto itu berisiko tinggi, jangan ditambah lagi dengan risiko dananya dibawa kabur broker. Broker resmi pun masih mungkin menipu, tapi setidaknya ada pihak yang bisa dimintai pertanggungjawaban (dalam hal ini pihak pemberi izin).

Untuk exchanger kripto memang tidak ada yang punya izin resmi (karena kripto didesain untuk keluar dari segala perizinan pemerintah), tapi setidaknya bisa menggunakan exchanger yang sudah teruji dan digunakan para trader di seluruh dunia.

4. Dana deposit disetorkan ke broker/exchanger, bukan ke perusahaan robot trading

Tentu saja. Perusahaan robot trading mestinya hanya terima uang pembelian robot.

5. Tidak menjanjikan keuntungan pasti

Janji keuntungan pasti bertentangan dengan sifat high risk high return dari trading.

6. Tidak pakai bagi hasil

Keuntungan trading seluruhnya menjadi milik investor. Robotnya kan udah beli (atau sewa).

Atau kalau mau bagi hasil, mestinya robotnya gratis.

7. Selisih kurs normal sesuai harga pasar

Jangan ada lagi biaya tambahan yang tidak perlu terhadap pembeli robot.

Demikian.

Kalau robot dijual dengan sistem berjenjang (MLM) wajar gak? Ya, silakan saja, asalkan sesuai seluruh kriteria di atas.

Adakah robot trading yang seperti itu? Kalau belum ada, semoga ada yang bikin. []

Posted in Bisnis | Tagged , , , , , | Leave a comment

Kupon Diskon Niaga Hoster

Saya menggunakan hosting Niagahoster untuk blog asuransibiru.com dan sejauh ini cukup puas dengan layanannya.

Dapatkan diskon 5% untuk order pertama di Niagahoster dengan memasukkan kode di bawah ini.

NHASSO

Ada beberapa paket hosting yang tersedia di Niagahoster, yaitu unlimited hosting (hosting biasa, harga lebih murah), cloud hosting (hosting lebih cepat, harga lebih tinggi), dan VPS hosting (hosting cepat tapi butuh dikelola sendiri).

Saya sendiri pakai paket wordpress hosting, yang merupakan bagian dari unlimited hosting. Ada kemungkinan nanti saya upgrade ke paket cloud hosting.

Klik pada banner di bawah ini untuk menuju web Niagahoster.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Posted in Blog | Tagged , , , | Leave a comment

Gak Jual Robot Tapi Jual Ebook, Katanya

Ada sebuah perusahaan MLM. Di situs resmi, perusahaan ini menyebut produk yang dijualnya adalah ebook dan software untuk membuat robot trading (EA creator). Tapi di lapangan, para member MLM ini menawarkan paket robot forex disertai deposit (investasi) untuk trading menggunakan robot tersebut.

Bukan hanya itu.

Perusahaan juga melayangkan somasi kepada banyak orang yang mengatakan di media sosial bahwa MLM tsb menjual paket robot dan investasi. Yang lucu, ada seorang member MLM tsb yang membuat video bahwa dia mendapat somasi dari perusahaan karena dia menyebut perusahaan menjual robot forex, dan dia diminta untuk mengatakan bahwa perusahaan hanya menjual ebook.

Jika memang perusahaan MLM tsb hanya menjual ebook dan software untuk membuat robot, tidak menawarkan paket robot plus investasi, timbul sejumlah pertanyaan:

  • Kenapa para member Net89 menawarkan robot trading yang dipaketkan dengan deposit?
  • Harga buku elektronik saja kenapa bisa jutaan hingga ratusan juta? Emangnya ada yang mau beli? Bukankah yang namanya buku elektronik itu kalau mau diperbanyak tinggal dicopas saja sebanyak yang dibutuhkan tanpa harus keluar biaya lagi?
  • Apakah mungkin para member join dengan perusahaan tsb dan harus mengeluarkan uang jutaan hingga miliaran rupiah karena tertarik dengan ebooknya?
  • Apakah para member telah membaca ebook tsb? Berapa banyak member yang telah membaca dan mempelajarinya, serta menghasilkan karya sendiri berupa robot trading forex? Berapa banyak pula yang melakukan trading dengan robot forex bikinan sendiri?
  • Di seminar-seminar perusahaan, adakah materi tentang cara membuat robot trading berdasarkan eboook yang dijual?
  • Kalau memang para member telah membeli ebook cara membuat robot forex, kenapa robot forex yang beredar hanya ada satu, yaitu yang dikeluarkan perusahaan? Buat apa beli ebook kalau gitu?
  • Ketika seorang member telah membeli ebook dan telah deposit, lalu dia ingin deposit lagi, kenapa harus membeli ebook lagi? Bukankah dia sudah punya buku cara membuat robot tsb? Buat apa beli lagi?

Semua pertanyaan ini perlu diklarifikasi kepada publik.

Sebagai dugaan awal, kemungkinannya seperti ini:

  • Perusahaan hanya mengakui menjual ebook dan software untuk membuat robot, karena izin yang diperoleh hanya itu, yaitu SIUPL dari APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia).
  • Perusahaan tidak mengakui menjual robot forex, karena tidak punya izin dari Bappepti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.
  • Perusahaan tidak mengakui menjual paket investasi, karena tidak punya izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan.

Jika dugaan ini keliru, sekali lagi, silakan perusahaan membuat klarifikasi kepada masyarakat. []

Posted in Bisnis | Tagged , , | Leave a comment