Kelebihan Tema Twenty Ten pada Blog WordPress

Blog myallisya 2

Tampilan blog myallisya.com

Sepagian ini aku mengotak-atik tampilan blog wordpress untuk blog myallisya.com, blog tempatku berjualan produk dan bisnis asuransi.

Untuk blog ini aku memakai paket Premium, jadi aku mendapat akses gratis ke beberapa tema premium yang biasanya harus bayar mahal (antara USD 39 sd 125, atau sekitar 500rb sd 1,6 jutaan).

Aku mencoba mengaktifkan beberapa tema atau desain. Tapi tak satu pun tema yang cocok dengan keinginan.

Malah blogku jadi acak-acakan untuk sementara.

Jadi akhirnya aku kembali pakai tema Twenty Ten, tema gratisan yang telah kupakai sejak bertahun-tahun lalu.

Aku suka tema ini. Cocok untuk blog yang materi utamanya berupa teks.

  • Tampilan simpel.
  • Halaman bisa beranak-cucu.
  • Ada 4 footer, cocok untuk menaro artikel-artikel unggulan.

Tema 2010 ini bahkan kupakai juga untuk blog pribadiku, asepsopyan.com. Tapi mulai hari ini aku coba beralih ke tema lain untuk penyegaran. []

Advertisements
Posted in Blog | Tagged , , , | Leave a comment

6 Pola Pikir Agen Asuransi Sukses

rahasia sukses agen asuransi 2Seorang agen asuransi sukses sudah pasti memiliki pola pikir (mindset) yang tepat mengenai bisnisnya, yang membawanya kepada kesuksesan.

Inilah 6 pola pikir yang harus dibangun di dalam diri seorang agen asuransi yang ingin sukses.

1. Berpikir sebagai pebisnis.

Pekerjaan agen asuransi adalah sebuah bisnis. Agen asuransi tidak digaji dan tidak memperoleh tunjangan layaknya karyawan. Penghasilan agen asuransi didapat melalui omset penjualan, baik penjualan pribadi maupun tim (jika ada).

Oleh karena itu, seorang agen asuransi harus berpikir layaknya pebisnis atau pengusaha. Pebisnis memiliki karakteristik utama: proaktif, bertanggung jawab, dan berani mengambil risiko.

Proaktif artinya dia tidak menunggu diperintah layaknya karyawan, tapi dia sendirilah yang memerintahkan dirinya sendiri untuk berbuat. Dia bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan, dan tidak menyerahkan tanggung jawab atas perbuatannya kepada orang lain. Dia pun berani mengambil risiko, misalnya untuk berinvestasi dalam hal-hal yang dibutuhkan untuk membuat bisnisnya tumbuh.

2. Berpikir bahwa ini adalah bisnis anda sendiri, bukan bisnis leader anda.

Banyak orang yang berada di bisnis jaringan terjebak persepsi bahwa ketika dia disuruh jualan, hasilnya untuk upline atau leadernya. Ini kekeliruan besar. Untuk membuktikannya, coba saja anda tidak jualan sama sekali, nah, apa yang terjadi? Jelas anda tidak mendapatkan apa-apa. Sedangkan leader anda, jika dia seorang leader yang memiliki pola pikir benar, akan tetap tumbuh bersama agen-agennya yang lain. Continue reading

Posted in Bisnis | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Asuransi sebagai Jaring Pengaman Sosial

Kamar kelas 3Di beberapa provinsi dan kabupaten/kota, jika ada warganya yang sakit dan orang itu bersedia dirawat di kamar kelas 3 (kamar paling ramai penghuni), maka biaya perawatannya gratis.

Siapa yang bayar? Pemerintah daerah. Dari mana uangnya? Tentunya dari dana yang memang dianggarkan untuk keperluan itu, semacam dana jaminan sosial atau dana jaring pengaman sosial.

Bagaimana jika orang itu tidak bersedia dirawat di kamar kelas 3, tapi maunya di kelas 2 atau kelas 1, atau bahkan di ruang VIP dan VVIP? Tentunya dia harus mengusahakan biayanya sendiri.

Orang yang bersedia dirawat di rumah sakit kamar kelas 3 dianggap orang tidak mampu, dan negara hadir untuk membantu mereka.

Sedangkan orang yang ingin mendapatkan penanganan lebih baik, lebih nyaman, atau bahkan ingin fasilitas eksklusif, dianggap orang mampu dan dia tidak mungkin mengandalkan bantuan pemerintah.

Walaupun dianggap mampu, bukan berarti mereka ini pasti punya uang ketika tiba-tiba harus mengalami sakit. Banyak dari mereka justru rentan jatuh miskin ketika terkena musibah, tapi pada saat yang sama bantuan pemerintah dan lembaga sosial lain belum berpihak ke mereka.

Tapi ada satu cara bagi warga yang tergolong mampu untuk mendapatkan jaring pengaman sosial ketika terkena musibah tertentu. Cara itu ialah asuransi.

Asuransi ada bermacam-macam, tergantung jenis risiko yang ditanggungnya. Ada asuransi kesehatan, yang memberikan penggantian biaya ketika seseorang dirawat inap di rumah sakit. Dengan asuransi kesehatan yang dimiliki sendiri, dia dapat memilih kelas perawatan sesuai dengan nilai premi yang disetornya. Asuransi kesehatan dilengkapi fasilitas kartu cashless, sehingga orang yang memilikinya dapat langsung dirawat tanpa harus menyetor sejumlah deposit.

Ada lagi asuransi jiwa, yang memberikan sejumlah uang tunai ketika seseorang meninggal dunia. Uang tunai ini tentu saja diberikan kepada ahli waris dari orang yang meninggal. Kita tahu, kejadian meninggal dunia, khususnya jika menimpa pencari nafkah dalam keluarga, bisa berarti kehilangan sumber penghasilan bagi keluarga tersebut. Asuransi jiwa menjadi jaring pengaman sosial bagi keluarga yang ditinggalkan untuk melanjutkan kehidupannya.

Lalu ada lagi asuransi penyakit kritis, yang memberikan sejumlah uang tunai ketika seseorang mengalami penyakit kritis. Kita tahu, penyakit kritis seperti kanker, jantung, stroke, dan gagal ginjal menimbulkan biaya yang teramat besar. Selain itu juga mengakibatkan hilangnya kemampuan produktif dan penghasilan. Asuransi yang dikhususkan untuk penyakit kritis akan menjadi jaring pengaman sosial yang tepat jika hal ini terjadi.

Asuransi bukan satu-satunya jaring pengaman sosial. Lagi pula tidak semua musibah memerlukan asuransi. Tapi untuk musibah-musibah tertentu, yaitu yang tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya dan membutuhkan biaya besar, hanya asuransilah jaring pengaman sosial yang tepat. Untuk kejadian-kejadian selain itu, secara umum dapat disiapkan melalui tabungan atau investasi.

Orang yang memiliki asuransi sendiri, secara langsung dia telah membantu negara dalam menyediakan jaring pengaman sosial bagi warganya. Dengan demikian, dana jaring pengaman sosial yang dianggarkan negara bisa dimaksimalkan untuk membantu warga yang memang betul-betul tidak mampu.

Oleh karena itu, saya tidak habis pikir dengan orang yang mengharamkan asuransi, bahkan asuransi syariah pun masih mereka haramkan. Bagaimana mungkin dana jaring pengaman sosial yang wajib ada dalam lingkup negara, menjadi haram ketika disiapkan secara mandiri oleh individu-individu? [Artikel ini pernah dimuat di blog myallisya.com]

 

Sejak November 2011, saya telah menjadi agen asuransi di Allianz Life Indonesia. Untuk konsultasi GRATIS mengenai asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan [Senior Business Partner ASN]

HP/WA: 082111650732 | Email: myallisya@gmail.com | Blog: myallisya.com | Tinggal di Serpong Tangerang Selatan

Posted in Asuransi | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Membuat Gambar di Sidebar Blog

Sidebar 3

Tampilan depan blog myallisya.com dari layar ponsel. 

Apakah anda ingin tahu bagaimana cara membuat gambar di sidebar blog seperti tampak pada contoh di atas? Gambar di atas merupakan tampilan depan blog myallisya.com, blog tempat saya jualan produk dan bisnis asuransi di Allianz Star Network.

Sebagian dari gambar tersebut, jika diklik, akan mengarah ke halaman lain. Apakah anda ingin tahu cara membuatnya?

Artikel ini akan menjawab keingintahuan anda, khususnya para blogger pemula di WordPress.

Ada tiga langkah utama:

  1. Buat gambar yang ingin dipasang di sidebar.
  2. Buat format teks html dari gambar tsb.
  3. Pasang di sidebar melalui widget teks.

Continue reading

Posted in Blog | Tagged , , , , , | Leave a comment

Cerpen: Kota Surga

Gunung, Hill, Bromo, Alam, Lanskap, Puncak

Satu ketika sampailah pengembaraan suami-istri muda itu di gerbang sebuah kota. Keduanya terheran-heran melihat ribuan orang berjejer di kiri-kanan jalan, menatap mereka dengan mata penuh binar dan wajah penuh senyum.

“Selamat datang di Kota Surga, kota di mana yang ada hanya kedamaian.” Sambut seseorang dengan ramah. “Anda berdua adalah tamu ke-2123 dan 2124 di kota ini. Kedatangan anda sudah ditunggu oleh walikota. Mari ikut kami ke balai kota. Upacara penyambutan akan segera dimulai.”

Dua pengembara itu semakin terheran.

“Kami selalu menghormati dan memperlakukan siapa pun yang datang ke kota ini sebagai tamu agung. Mohon anda berdua tidak menolak undangan kami.”

Dua pengembara itu tak bisa menolak. Diikutinya langkah orang itu ke balaikota. Orang-orang mengiringi mereka dari belakang. Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , , , | Leave a comment