Lagu “Pertanyaan-pertanyaan tentang Hidup”

Pertanyaan ttg HidupSetelah merekam lagu “Seuntai Doa untuk Ayah”, aku pun melanjutkan dengan lagu berjudul “Pertanyaan-pertanyaan tentang Hidup”. Sesuai judulnya, lagu ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang lazim ditanyakan oleh manusia tentang keberadaannya di dunia ini. Setiap kalimat dalam lagu ini adalah pertanyaan. Tanpa jawaban. Biarlah tiap dari kita menjawab sesuai dengan pemahaman masing-masing.

Lagu direkam di Studio Pasadama BSD, dengan aransemen oleh Andri dan Leo dari band Mejiku.

Berikut lirik lagunya.

PERTANYAAN-PERTANYAAN TENTANG HIDUP

 

Mengapa aku ada di sini

Di dunia ini

Di muka bumi

 

Di mana aku sebelumnya

Dari manakah

Aku bermula

 

Siapa yang membuatku ada

Untuk apa aku mesti dicipta

Bagaimanakah cara menjalani

Kehidupan ini

 

Ke mana aku setelah ini

Ketika nanti

Segala berakhir

 

Di mana dapat kutemu jawaban

Setiap pertanyaan ini

Siapakah yang mampu memberikan

Ketenangan di hati

 

Mengapa aku terus bertanya

Apakah semua

Ada jawabnya

 

Hasil rekaman lagu bisa disimak di Soundcloud.

Selamat menikmati. []

Posted in Lagu | Tagged , , , , | Leave a comment

Lagu “Seuntai Doa untuk Ayah”

Seuntai Doa utk Ayah

Makam ayahku di Pandeglang

Minggu kedua Agustus ini, aku merekam lagu berjudul “Seuntai Doa untuk Ayah”. rekaman dilakukan di studio Pasadama di Nusaloka BSD, dengan aransemen oleh Andri dan Leo dari grup band Mejiku.

Lagu ini pada mulanya tercipta sekitar tahun 2003 untuk mengenang ayahku yang meninggal dunia tahun 1997. Saat itu usianya 43 tahun, dan aku sendiri baru berusia 16 tahun, kelas dua SMA.

Ayahku adalah seorang guru SD di Pandeglang. Guru agama. Bersama ibuku, beliau juga membuka pengajian tiap habis magrib untuk anak-anak di kampung. Satu jejak baik yang tak bisa kutiru di masa dewasaku. Sedangkan ibuku sampai hari ini masih rutin mengajar ngaji anak-anak di kampungnya setiap habis magrib.

Berikut adalah lirik lagu “Seuntai Doa untuk Ayah”.

Seuntai doa ingin kukirimkan

Untuk ayahku tercinta

Semoga damai tetap bersamanya

Senyum Tuhan abadi di matanya

Wahai Pemilik Semesta

Jangan biarkan dia sendiri dalam gulita

 

Tak mungkin lagi kulihat matahari

Karena malam telah turun

Telah berlalu waktu untuk berbakti

Dalam gelap kuhanya tertegun

Ayah maafkanlah aku

Anakmu yang sering buat mendung di wajahmu

 

Dia yang kini kurindu

Tatapnya yang biru menyejukkan kalbu

Tiada yang dapat gantikan sosoknya utuh di mataku

Tinggallah kenangan berlalu bersama waktu

 

Kini tinggal penyesalan

Menggayuti jiwa gelisahkan hati

Tetapi ia telah pergi tak mungkin akan kembali

Sedang ku tiada pernah sempat memberi bakti

 

Malam sampaikan pada mimpi pesanku

Tolong hadirkan ayahku

Biar sejenak aku ingin bertemu

Agar rindu tercurah maaf terkata

Tuhan buatkan untuknya

Tempat yang terang lapang di sisi-Mu

Tuhan siapkan untuknya

Tempat yang tenang nyaman di dekap-Mu

Hasil rekaman lagu dalam format MP3 bisa didengarkan di Soundcloud.

Selamat menikmati. []

Posted in Aforisma, Lagu | Tagged , , , , | Leave a comment

Alat untuk Membersihkan Air Sumur yang Keruh dan Berbau Besi

Filter 2Per bulan Juli 2019 ini saya dan keluarga mulai tinggal di Perumahan Ciater Permai, Serpong Tangsel. Bukan kebetulan, saya mendapatkan rumah yang airnya keruh, berminyak, dan berbau besi. Dan memang banyak rumah di perumahan ini yang airnya serupa itu, meski ada juga sebagian yang airnya jernih dan tak berbau.

Sebetulnya sejak awal saya sering mewanti-wanti kepada diri sendiri: yang pertama soal rumah itu periksa dulu airnya; kalau bagus lanjutkan, kalau tidak bagus cari yang lain. Tapi entah kenapa saya abai dengan masalah ini, meskipun saya sebetulnya sudah melihat keruh dan mencium aroma besi pada airnya ketika pertama kali memeriksa. Ditambah lagi, ketika dikasih dua pilihan dengan rumah yang satunya lagi, anak-anak saya cenderung memilih rumah yang ini. Ya sudah, semoga kami betah.

Di luar masalah air, rumah ini memang oke. Dari segi lingkungan, rumah ini terletak di tengah-tengah komplek, dekat dengan masjid, dekat dengan lapangan, dekat dengan warung kelontong dan tukang sayur. Meski dari luar tampak kusam karena faktor usia, di dalamnya bagus juga. Ada 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, garasi mobil luas dengan atap, ruang tengah luas, dapur luas, ada teras, dan ada sedikit pekarangan tanah untuk menanam tanaman, plus ada pohon jambu di depannya. Pohon jambu ini yang memikat anak saya pertama kali.

Sedangkan untuk mengatasi masalah air, saya googling untuk mencari cara menjernihkannya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, tapi saya mau solusi yang bersifat menyeluruh dan permanen serta minim intervensi.

Dan akhirnya di Tokopedia saya menemukan sebuah alat yang ampuh bernama Nanotec. Sebuah tabung besar setinggi manusia, yang menyaring air dari sumur sebelum masuk ke toren. Media penyaringnya terdiri dari karbon aktif, pasir silica, dan bahan lain, yang katanya impor dari Brasil. Media ini diganti dua tahun sekali. Ada pun perawatan rutin alat ini adalah backwash seminggu sekali, caranya tinggal putar saja knop di atas filter, dan penggantian kaporit dua minggu sekali. Kaporit ini harganya 100 ribu per kg, cukup untuk satu tahun.

Filter 1Lapak penjualnya bernama Adenfilter, kebetulan kantornya tidak jauh di daerah Muncul Tangerang Selatan. Harganya 2,75 juta, termasuk pemasangan.

Alat ini dipasang di antara mesin pompa dan toren penampung, jadi air yang masuk ke toren sudah bersih. Pompa saya terletak di bawah, sedangkan toren tentu saja di atas. Idealnya alat ini dipasang di atas juga di samping toren, agar arus air naik tidak terganggu. Tapi karena rumah saya tidak dilengkapi tangga untuk naik ke toren, jadi dipasangnya di bawah di samping pompa. Alhamdulillah, air dari mesin tetap bisa sampai ke toren dengan lancar.

Dan alhamdulillah lagi, hasilnya sesuai dengan klaim penjual filter. Air yang tadinya keruh, jadi jernih. Bau besi dan sisa minyak di atas air pun hilang. Dan kami bisa mandi dengan nyaman.

Bagi anda yang punya masalah serupa, selesaikan secara permanen dengan alat ini. Cari saja akun Adenfilter di Tokopedia. []

Posted in Catatan Harian | Tagged , , , , , | Leave a comment

Pengalaman Setahun Tinggal di Perumahan Elite

NC 1Selama satu tahun, tepatnya mulai bulan Juli 2018 sd Juli 2019, saya dan keluarga merasakan tinggal di sebuah perumahan yang tergolong eksklusif di kawasan BSD. Tidak sangat elite, tapi menengahlah. Perumahan berbentuk cluster, pintu masuk satu gerbang, satpam konon ada 24 orang yang menjaga kurang-lebih 300 rumah, jalanannya lebar muat 3 mobil, parkiran luas, serta ada banyak pepohonan rindang dan taman yang luas.

Tinggal di tempat seperti ini memiliki banyak kelebihan. Pertama, dari segi keamanan relatif terjaga. Tak ada orang luar yang bisa bebas masuk keluar komplek tanpa melalui pos satpam sehingga di malam hari pun kita bisa naro motor dan sepeda di luar rumah tanpa khawatir ada yang ambil.

Lalu seperti umumnya cluster, tak ada pagar di depan rumah, sehingga kita bisa langsung memarkir mobil di carport tanpa harus turun terlebih dahulu atau berteriak menyuruh orang rumah untuk membuka pintu pagar. Keluar dari rumah pun bisa langsung jalan saja tanpa perlu turun untuk menutup pintu pagar.

Carportnya pun cukup luas, dengan lebar 3 meter dan panjang 5 meter, plus masih ada jarak sekitar 1 meter dengan badan jalan. Di belakang mobil masih bisa untuk motor atau jemuran.

Lalu jalanan yang lebar membuat kita bisa naro mobil di tepi jalan tanpa khawatir menghalangi para tetangga yang mau lewat atau mau parkir.

Ada dua taman bermain untuk anak, plus sebuah jongging track yang cukup luas dengan pepohonan besar di sekelilingnya.

Udara pun bersih. Kualitas jalan bagus, relatif bebas dari debu walaupun di musim kemarau.

Tak ada tiang listrik ataupun tiang telepon. Semua urusan perkabelan dan perpipaan dijalurkan di bawah tanah.

Tapi ada tapinya. Meskipun secara fisik sangat nyaman, sayangnya di sini jauh ke mana-mana. Jauh dalam arti: tidak bisa ditempuh dengan jalan kaki. Ke mana-mana harus pakai kendaraan bermotor.

Tak ada tukang jajanan yang diperbolehkan masuk ke dalam cluster. Kalau anak mau jajan, atau kita sendiri mau makan sesuatu, mau tak mau harus pergi ke luar perumahan. Itu artinya harus menyalakan kendaraan, minimal motor, karena jarak dari rumah ke luar sekitar 400 meter. Pilihan paling dekat Alfamart persis di depan komplek, dan bisa lebih jauh lagi tergantung tempat jajannya.

Tak ada tetangga yang buka warung untuk menyediakan kebutuhan sehari-hari. Kalau pasta gigi dan sabun habis, mau tak mau harus nyalain motor ke minimarket terdekat.

Tak ada tukang sayur yang lewat depan rumah atau mangkal di perempatan jalan perumahan. Mau belanja sayur dan lauk harus ngidupin mesin motor ke luar. Kadang saya belanja sehabis shalat subuh di masjid, kadang pagi harinya.

Konon orang-orang yang tinggal di perumahan seperti ini, mereka belanja sayuran dan lauk-pauk ke pasar dalam jumlah banyak untuk disimpan di kulkas sekira cukup untuk seminggu. Saya merasa tidak cocok dengan pola seperti itu. Kulkas saya kecil. Dan saya kira selengkap apa pun persediaan di kulkas, pasti ada saja yang kurang. Sebaliknya jika berlebihan, pasti ada saja yang tidak termanfaatkan.

Tak ada masjid di dalam perumahan, jadi harus keluar jika mau shalat berjamaah di masjid. Dan harus pakai motor atau mobil.

Dan kekurangan yang paling penting, kehidupan bertetangga kurang guyub. Tak ada bapak-bapak yang nongkrong malam-malam sambil ngopi dan main gaple. Tak ada pertemuan RT yang dihadiri para warga, dan pertemuan tingkat RW pun yang hadir para pejabat RT saja. Tak ada acara hajatan atau kendurian dan semacamnya yang mengundang para tetangga.

Pernah suatu malam saya jalan keliling perumahan, tak saya temukan satu pun bapak-bapak yang duduk di teras rumah atau apalagi bergerombol di tempat semacam pos ronda. Semua orang sibuk dengan urusannya. Pergi kerja pagi dan pulangnya rata-rata malam hari, dan setelah itu langsung ngendon di dalam rumah.

Saya bukan orang yang gemar nongkrong dan ngobrol ngalor-ngidul, tapi sesekali ya butuh juga.

Terkadang memang terlihat ada acara di sebuah rumah, tapi yang hadir di sana hanyalah keluarga besar atau teman kantor mereka.

Di antara ibu-ibu pun demikian. Istri saya nyaris tak punya teman selama di sana. Dengan tetangga kiri kanan depan memang biasa saling sapa, tapi tak lebih dari itu. Kami tak pernah masuk ke rumah tetangga, dan tetangga pun tak ada yang pernah masuk ke rumah kami.

Di cluster ini tak ada rumah yang berpagar, tapi hubungan antartetangga seakan disekat oleh pagar yang tak kelihatan. Mungkin itu kesibukan pekerjaan masing-masing, mungkin juga etnis, agama, dan asal-usul budaya yang beraneka ragam.

Yang tak terpengaruh kondisi ini hanya anak-anak. Mereka tetap saling berteman, bermain bersama-sama di luar ataupun di dalam rumah salah seorang, dan rumah yang saya tempati pun sering dikunjungi teman-teman anak saya secara bergerombol.

Apa pun itu, saya bersyukur bisa merasakan tinggal di perumahan yang tergolong elite. Saya memang pernah memimpikan bisa tinggal di perumahan seperti ini, dan sempat mencicil DP-nya walau hanya beberapa bulan. Tapi saya juga bersyukur tidak jadi, karena rasanya perumahan seperti ini memang tidak cocok dengan saya.

Sekarang, mulai Juli 2019, saya pindah ke perumahan yang karakternya jauh berbeda. Ciater Permai, kelurahan Ciater kecamatan Serpong, tak jauh dari BSD. Ini perumahan lama, generasi orangtua saya. Rumah-rumahnya pun banyak yang tampak tua. Di sini jalan masuknya banyak. Tak terlihat ada satpam yang berjaga. Siapa pun bebas masuk dan lewat.

Jalanan perumahannya tidak selebar perumahan sebelumnya, sekadar cukup untuk dua mobil berpapasan. Rumah-rumahnya berpagar semuanya, tidak praktis kalau keluar masuk. Di depan sejumlah rumah ada tiang listrik yang memakan tepian jalan. Baiknya masih ada lapangan luas untuk warga berolahraga atau kegiatan lainnya.

Ciater Permai 1

Lapangan Ciater Permai

Tapi di antara semua keterbatasan itu, tempat ini dekat ke mana-mana. Ada tukang sayur yang mangkal dan ada pula yang keliling, jadi istri saya bisa belanja sendiri. Warung tetangga ada di beberapa tempat dan tak jauh dari rumah. Tukang jajanan aneka macam lewat depan rumah, ada roti, bubur ayam, somay, es doger, dan banyak lagi. Masjid hanya terhalang 6 rumah, walau saya baru berangkat saat iqamat pun tak akan ketinggalan rakaat. Lalu ada TPA di masjid itu, bisa untuk anak-anak saya belajar alif ba ta.

Dan yang paling penting, kehidupan bertetangga kelihatannya cukup guyub. Baru beberapa hari di sini, saya sudah kenal beberapa tetangga dan sudah ngobrol dengan mereka. Lalu ada warung makan di ujung gang yang jadi tempat siapa saja duduk nongkrong sambil ngopi dan ngobrol. Ketika ibu saya datang berkunjung pada hari ketiga kami pindah, komentar pertamanya adalah: ini seperti di kampung.

Alhamdulillah, semoga betah di sini. Amin []

Posted in Catatan Harian, Keluarga | Tagged , , , | Leave a comment

Dijual Rumah di Griya Pamulang Extension

IMG_20171009_140921Sejarah Rumah

Rumah ini mulai saya tempati bersama istri dan anak-anak pada September 2015, setelah menunggu selama setahun lebih sejak akad pada Juli 2014. Rumah ini saya cicil (KPR) di bank BTN selama 15 tahun, kini telah memasuki tahun ke-5 atau 10 tahunan lagi. Cicilan tahun pertama 3,78 juta per bulan, tapi mulai tahun kedua jadi 4,36 juta per bulan.

Kisah tentang pembelian rumah ini pernah saya ceritakan di artikel “Rumah Baru, Alhamdulillah“.

Sekarang rumah ini akan saya jual dengan alasan ingin pindah ke rumah yang lebih besar (minimal 3 kamar, karena anak saya sekarang sudah tiga).

Spek Rumah

Mulanya spek rumah ini adalah luas bangunan 37 m2, luas tanah 60 m2 (5 x 12 m). Tapi saya telah menambah bagian belakang untuk dijadikan dapur dan menutup dak untuk jemuran. Dan saya telah mengubah taman di depan menjadi teras serta memasang kanopi untuk garasi mobil. Jadi sekarang luas bangunan rumah ini sama dengan luas tanahnya, yaitu 60 m2. Satu pohon atau bunga masih bisa ditanam di depan teras.

Di rumah ini terdapat 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur, 1 garasi mobil, dan dak untuk jemuran. Listrik 1300 watt, sumber air dari sumur jetpump, airnya bening dan layak minum, teralis pintu dan jendela, serta bebas banjir.

Sertifikat masih HGB (Hak Guna Bangun), karena saya berpikir peningkatan menjadi SHM bisa dilakukan nanti setelah rumah lunas. Tapi jika anda setuju beli, saya akan menanggung biaya peningkatan sertifikat ke SHM.

Fasilitas Cluster

Fasilitas di cluster ini, keamanan 24 jam, lapangan badminton dan basket, saung bambu untuk bersantai atau pertemuan, lingkungan bertetangga sudah terbentuk (cluster sudah penuh dihuni sekitar 100 penduduk), jalan lebar cukup untuk dua mobil berpapasan, dekat dengan warung tetangga di perkampungan luar cluster (untuk keperluan sehari-hari cukup ke warung tetangga), dan dekat dengan masjid.

Fasilitas Sekitar

Fasilitas yang tersedia di sekitar cluster, antara lain sekolah Taruna Mandiri, sekolah At-Taqwa, sekolah As-Salamah, SDN Parakan, Superindo, Pasar Bukit, Kantor Walikota Tangsel. Juga tidak jauh dari exit tol BSD, Pasar Modern, Stasiun kereta Rawa Buntu dan Sudimara, dan terminal bis Trans-BSD. Daerah ini juga rencananya akan dilewati MRT Jakarta-Ciputat-Pamulang-Serpong.

Lokasi Rumah

Rumah ini berlokasi di cluster Griya Pamulang Extension, kel Pondok Benda, Kec Pamulang, kota Tangerang Selatan. Masuk dari jl Benda Barat 2 tak sampai 1 km ke dalam.

Harga

Rumah ini saya lepas secara tunai seharga 500 juta rupiah (di bawah harga pasaran).

Atau bisa juga oper kredit dengan DP 225 juta (masih di bawah DP dan cicilan yang telah saya bayarkan). Selanjutnya cicilan 4,36 juta per bulan selama 10 tahunan (atau bisa diubah sesuai kesepakatan dengan bank).

Foto-foto Rumah

IMG_20171009_141032

Tampak depan dg jalan

IMG_20171009_141001

Tampak depan agak menyamping

IMG_20171009_140030

Row jalan cukup lebar, rumah-rumah tetangga sudah terisi

IMG_20171009_140048

Ruang tengah dg TV dan lemari buku

IMG_20171009_140651

Ruang tengah dengan sofa

IMG_20171009_135556

Kamar mandi

IMG_20171009_140222

Dapur dan tangga menuju dak jemuran

IMG_20171009_141352

Ruang kerja saya

IMG_20171009_140124

Dak atas dengan mesin cuci dan jemuran

 

Iklan Rumah
Penjualan rumah ini saya iklankan pula di beberapa situs jual-beli daring, antara lain:

Kontak

Bagi yang berminat dengan rumah ini, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan

HP/WA 082-111-650-732.

Terima kasih.

Posted in Serba-serbi | Tagged , , , , | Leave a comment