Dengan Aplikasi Bibit, Investasi Reksadana Tidak Pernah Semudah Ini

Bermula dari sebuah iklan yang sering muncul di youtube, menampilkan Deddy Corbuzier mempromosikan sebuah aplikasi bernama Bibit. Ini adalah aplikasi untuk berinvestasi reksadana dengan cara yang mudah dan sederhana, cocok untuk pemula.

Bintang iklan memang punya pengaruh besar ya. Deddy Corbuzier, siapa yang tak kenal. Reputasinya sangat bagus. Seorang yang cerdas dan kritis. Di benak saya langsung tercetak sebuah citra, kalau sudah dipromosikan seorang Deddy tidak mungkin ini aplikasi abal-abal.

Maka setelah penglihatan yang kesekian kalinya, saya pun mengunduh aplikasi Bibit lewat tautan yang tertera di akhir iklan. Setelah itu registrasi dengan mendaftarkan nomor HP dan email.

Dan ternyata ini kesalahan!

Seharusnya saya tidak langsung registrasi. Mestinya saya mencari tahu dulu ini aplikasi apa, paling tidak melihat dulu reviewnya dari internet.

Saya baru mencari tahu perihal aplikasi ini setelah registrasi. Dan sampailah saya ke sebuah blog yang penulisnya menceritakan pengalaman menggunakan aplikasi Bibit. Di akhir artikel, dia menyebutkan kode referal yang dapat digunakan untuk mendapatkan cashback.

Waduh. Kenapa saya gak baca ini dulu sebelum registrasi?

Itulah kesalahan saya.

Merek-merek MI reksadana

Tapi sudahlah. Saya harap anda tidak melakukan kesalahan yang sama. Nah, bagi anda yang mau berinvestasi reksadana lewat aplikasi Bibit, jangan lupa pakai kode referal berikut ini saat registrasi untuk mendapatkan cashback sebesar 25 ribu: bibitasep.

Jadi apa itu Bibit? Bibit adalah aplikasi di ponsel untuk melakukan investasi reksadana. Bibit sangat cocok untuk investor pemula. Investasinya bisa dimulai dari setoran 100 ribu saja. Fitur-fiturnya dibuat mudah dan sederhana. Kita dapat memilih portofolio yang disarankan oleh Robo Advisor, bisa pula menentukan sendiri. Terdapat banyak merek manajer investasi terkenal yang bekerja sama, antara lain BNP, Schroder, Trimegah, Mandiri, Manulife, Danareksa, Bahana, dan Sinarmas.

Bibit hanya melayani investasi reksadana, tidak bisa langsung ke saham, obligasi, atau pasar uang. Investasi langsung seperti itu memerlukan pengetahuan investasi yang lebih mendalam. Jadi, reksadana memang investasi yang paling cocok untuk pemula.

Apa itu reksadana dan kenapa cocok untuk pemula?

Reksadana (Inggris: mutual fund) adalah kumpulan dana dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi untuk disalurkan ke instrumen-instrumen investasi tertentu, yaitu saham, obligasi atau sukuk, dan deposito atau pasar uang.

Kenapa reksadana cocok untuk pemula? Karena investor cukup setor dana saja, selanjutnya penyaluran investasi ke instrumen apa saja, berapa persen komposisinya, kapan saatnya beli dan kapan jual, semua itu dilakukan oleh manajer investasi yang ahli di bidangnya. Jadi investor tinggal terima hasil.

Tapi perlu disadari bahwa hasil investasi reksadana bisa untung bisa pula rugi, khususnya dalam jangka pendek. Artinya, risiko investasi ditanggung oleh investor, sedangkan manajer investasi telah menerima bagiannya sendiri berupa upah pengelolaan. Adapun dalam jangka panjang, investasi melalui reksadana bisa dipastikan akan memberikan keuntungan.

Fitur-fitur dalam Aplikasi Bibit

Kembali ke aplikasi Bibit, aplikasi ini memiliki fitur-fitur antara lain:

  • Saran investasi dari Robo Advisor. Saran yang diberikan disesuaikan dengan profil risiko kita yang disimpulkan setelah menjawab enam pertanyaan.
  • Pilih reksadana sendiri. Jika kita tidak mau menggunakan saran dari Robo Advisor, kita dapat memilih dan menentukan sendiri ke reksadana apa kita akan berinvestasi. Tersedia semua jenis reksadana, yaitu RD pasar uang, RD obligasi, RD saham, RD campuran, RD indeks, RD USD, hingga RD syariah.
  • Nabung rutin. Kita juga bisa menjadwalkan untuk menabung secara rutin di aplikasi Bibit.
  • Gift card reksadana. Kita bisa memberikan hadiah berupa reksadana ke orang-orang yang kita sayangi. Alternatif daripada memberikan hadiah yang konsumtif.
  • Ajak teman dapat cashback. Nilainya saat ini sebesar 25 ribu, diberikan baik kepada kita maupun kepada teman yang berhasil kita ajak menggunakan Bibit. Bagi yang ingin cashback, dapat menggunakan kode referal saya: bibitasep. Tentu saja anda dapat registrasi tanpa kode referal, seperti saya sebelumnya.
  • Bisa memilih untuk investasi di reksadana syariah saja.
  • Selebihnya ada riwayat transaksi, portofolio, tutorial untuk dipelajari, artikel untuk menambah pengetahuan, dan tim support untuk tanya-tanya ke admin.

Keunggulan Aplikasi Bibit

Berikut adalah keunggulan aplikasi Bibit seperti diklaim oleh Bibit sendiri:

  • Gratis biaya komisi
  • Pemilihan investasi mudah. Ikuti saja saran robo advisor.
  • Layanan support terbaik. Bebas tanya tim support Bibit kapan saja.
  • Izin resmi OJK sebagai APERD (Agen Penjual Reksa Dana)
  • Cairkan investasi kapan saja
  • Bebas pajak. Hasil investasi reksadana bukan objek pajak.
  • Investasi mulai dari 100 ribu
  • Tanpa komitmen. Bebas setor kapan saja saat ada dana.
  • Metode pembayaran yang mudah. Tersedia lewat gopay, linkaja, dan virtual account.
  • Komunitas grup telegram
  • Didukung oleh investor ternama, East Ventures, 500 Startups, Convergence Ventures.
  • Tim teknologi berpengalaman

Cara Daftar Aplikasi Bibit

Aplikasi Bibit dapat diunduh di ponsel android maupun iOS. Untuk cara registrasinya tinggal mengikuti alur yang ada.

Yang pertama anda diminta menjawab 6 pertanyaan untuk mengetahui profil risiko anda sebagai investor. Silakan diisi saja sesuai kondisi dan pendapat anda.

Setelah itu lanjut dengan registrasi. Anda diminta memasukkan no HP dan kode referal. Kode referal ini bersifat opsional, tapi kalau ada lebih baik diisikan saja agar mendapatkan cashback. (Saat ini cashbacknya 25 ribu, silakan pakai kode referal saya: bibitasep).

Selanjutnya anda diminta mengisi data sebagai berikut:

  • Email
  • No rekening tabungan
  • Foto KTP
  • Alamat
  • Pekerjaan
  • Jenjang pendidikan

Pendaftaran anda akan diverifikasi oleh Bibit dalam waktu sekitar satu hari. Setelah terverifikasi barulah anda bisa memulai berinvestasi.

Demikian sedikit perkenalan tentang aplikasi investasi reksadana Bibit.

Mulai Investasi

Saya sendiri memulai investasi lewat aplikasi ini dengan setoran 500 ribu. Pembayaran lewat gopay. Jadi saldo gopaynya diisi dulu, lalu dihubungkan dengan aplikasi Bibit. Mudah-mudahan bisa rutin tiap bulan. Rencana saya adalah untuk jangka panjang, mungkin untuk kuliah anak saya kelak.

Profil risiko saya berdasarkan jawaban pertanyaan tergolong investor agresif dengan angka 9 dari 10. Saran investasi yang diberikan robo advisor Bibit untuk profil tsb yaitu 10% reksadana pasar uang, 24% reksadana obligasi, dan 66% reksadana saham.

Untuk awal saya ikuti dulu saja saran tsb. Nanti akan ditinjau di tengah jalan apakah akan terus mengikuti rekomendasi robot atau menentukan pilihan sendiri. Terus-terang saya sendiri inginnya pasif saja, jadi mudah-mudahan rekomendasi ini hasilnya bagus.

Untuk investasi yang agak mikir, saya telah berinvestasi di saham sejak dua tahun terakhir, lewat pialang Indopremier Securities. Bibit ini biar sebagai diversifikasi saja.

Sejauh ini, saya menilai aplikasi Bibit adalah tempat paling mudah untuk memulai investasi di reksadana. Bisa jadi saya yang kurang terinfo. Tapi jelas investasi di Bibit ini sangat mudah caranya.

Jangan lupa, bagi anda yang akan registrasi Bibit, silakan menggunakan kode referal bibitasep untuk mendapatkan cashback 25 ribu.

Semoga sukses berinvestasi. []

Berikut link unduh aplikasi Bibit di playstore android dan appstore iOS:

Artikel ini telah dibahas di kanal youtube Asep Sopyan Network:

Posted in Investasi | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Lagu Ebiet Paling Merdu: Nyanyian Rindu

Bulan Januari 2021, saya membuat video cover lagu Ebiet berjudul Nyanyian Rindu. Bisa didengarkan di kanal youtube Asep Sopyan. Lagu ini saya bawakan dengan gitar akustik tanpa tambahan alat musik lain.

Bagi saya, ini lagu Ebiet G Ade yang paling merdu dan lagu rindu yang suasana kangennya dapet banget.

Waktu SMA, saat saya mulai jatuh cinta pada seorang gadis, lagu ini kerap terngiang-ngiang, terutama pada lirik berikut:

Bila malam mata enggan terpejam/Berbincang tentang bulan merah

Langit-langit kamar jadi penuh gambar/Wajahmu yang benih sejuk segar

Kapan lagi kita akan bertemu/Meski hanya sekilas kau tersenyum/Kapan lagi kita nyanyi bersama/Tatapanmu membasuh luka

Selengkapnya lirik lagu Nyanyian Rindu karya Ebiet G Ade:

Coba engkau katakan padaku

Apa yang seharusnya aku lakukan?

Bila larut tiba wajahmu terbayang

Kerinduan ini semakin dalam

Gemuruh ombak di Pantai Kuta

Sejuk lembut angin di bukit Kintamani

Gadis-gadis kecil menjajakan cincin

Tak mampu mengusir kau yang manis

Bila saja kau ada di sampingku

Sama-sama arungi danau biru

Bila malam mata enggan terpejam

Berbincang tentang bulan merah

Ho-o-o-o

Du du du du

Du du du

Du du du du du

Du du du

Coba engkau dengar lagu ini

Aku yang tertidur dan tengah bermimpi

Langit-langit kamar jadi penuh gambar

Wajahmu yang bening sejuk segar

Kapan lagi kita akan bertemu?

Meski hanya sekilas kau tersenyum

Kapan lagi kita nyanyi bersama

Tatapanmu membasuh luka

Ho-o-o-o

Du du du du

Du du du

Du du du du du

Du du du

Du du du du

Du du du

Du du du du du

Du du du #

Dan jangan lupa simak suara saya membawakan lagu ini di kanal youtube Asep Sopyan:

Posted in Musik | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Cara Agar Lagu Karya Kita Tayang di Spotify, Joox, Langit Musik, Dll

Pada bulan September 2020, alhamdulillah sejumlah lagu saya tayang di beberapa aplikasi musik digital antara lain Spotify, Joox, Langit Musik, Apple Music, ITunes, Deezer, hingga Tiktok.

Asep S di Spotify

Bagaimana caranya?

Memasukkan lagu ke spotify dll tidak bisa langsung ke aplikasinya, melainkan harus lewat perantara yang disebut aggregator (selanjutnya saya tulis g-nya satu saja). Agregator ini sekaligus membantu mencatatkan hak cipta karya kita di youtube, karena mereka juga mengirim karya kita ke youtube music. Sehingga ketika ada orang lain yang mengambil lagu atau bagian lagu kita dan memuatnya di kanal youtubenya, video orang itu akan terkena klaim copy right.  

Ada tiga agregator yang saya hubungi waktu itu.

  1. Nusa Konten Media Perkasa
  2. Netrilis
  3. Musicblast

Nusa Konten Media saya dapatkan lewat referensi teman, sedangkan Netrilis dan Musicblast saya temukan di internet.

Asep S di Joox

Mulanya pada awal bulan Agustus 2020 saya mengirim sekaligus 5 lagu ke Nusa Konten Media. Lima lagu tsb adalah: Di Antara Bunga-bunga, Senja di Pematang, Adinda, Haruskah Ku Menanti, dan Bukan Basa-basi. Tapi beberapa minggu tak ada kabar, saya pun mencari tahu sendiri di internet dan ketemulah Netrilis dan Musicblast.

Pada awal September, saya mengirim satu lagu ke Netrilis berjudul “Bukan Nia Ramadhani” dan satu lagu ke Musicblast berjudul “Sayang Apa Kabarmu”.

Biaya kirim lagu ke Netrilis adalah 75 ribu, sedangkan ke Musicblast 100 ribu per lagu. Sementara ke Nusa Konten gratis.

Ternyata Netrilis lebih cepat menayangkan lagu saya. Dalam waktu kurang dari seminggu, lagu saya pun tayang di Spotify, Deezer, Apple Music, ITunes, Youtube Music, Tiktok, dan entah apa lagi. Betapa bahagianya saya waktu itu. Tapi sayang Netrilis tidak bisa muat lagu saya di Joox dan Langit Musik.

Pada hari yang sama, lima lagu yang saya kirim ke Nusa Konten juga tayang. Jika dihitung, berarti waktunya lebih dari satu bulan dari tanggal pengiriman.

Sedangkan lewat Musicblast, lagu saya baru tayang pada pertengahan September (setelah 14 hari). Kelebihannya, di sini lagu saya dimuat di Joox juga, tapi tetap tidak bisa untuk Langit Musik (belakangan ternyata bisa).

Karena di Netrilis cepat prosesnya, saya pun mengirim lagi satu lagu berjudul “Takdir yang Indah” dan ditayangkan seminggu kemudian.

Tapi untuk lagu-lagu selanjutnya, saya berencana akan mengirim ke Musicblast karena punya kelebihan bisa muat di Joox. Selain itu, Musicblast menyediakan portal untuk menyimpan data lagu yang telah kita kirim dan bisa untuk menanyakan hasil penayangan lagu kita. Sedangkan untuk ke Langit Musik, saya telah menemukan cara tersendiri, yang akan dijelaskan di belakang.

Jadi setelah lagu pertama saya tayang lewat Musicblast, saya pun mengirim sekaligus lima lagu atau satu album ke Musicblast dengan biaya 250 ribu (hitungannya per album kalau kita kirim banyak, tanpa melihat jumlah lagu). Lima lagu tsb adalah: Seuntai Doa untuk Ayah, Pertanyaan-pertanyaan tentang Hidup, Bunda Maafkan Doakan Anakmu, Membayangi Bulan, dan Wajah yang Selalu Pagi.

Dua minggu kemudian atau awal Oktober, kelimanya tayang di aplikasi-aplikasi musik digital.

Jadi, total ada 13 lagu saya yang telah dimuat di Spotify dkk.

Cara Mengirim Lagu ke Agregator

Bagi anda yang ingin lagu-lagu karya anda bisa dimainkan di aneka aplikasi musik digital, berikut caranya (berlaku untuk Netrilis dan Musicblast):

  1. Siapkan audio lagu dalam format WAV. Untuk keperluan ini, saya merekam lagu di sebuah studio tak jauh dari rumah saya di Serpong.
  2. Siapkan art-cover atau gambar berbentuk persegi dengan resolusi tinggi untuk sampul lagu atau album.
  3. Pilih agregator yang anda tuju.
  4. Kirim karya ke agregator lewat web yang mereka sediakan. Untuk Netrilis, anda bisa kirim lagu tanpa login. Untuk Musicblast, anda harus login ke portal musicblast dan mengirim lagu lewat portal tsb.
  5. Lampirkan bukti transfer pembayaran biaya pendaftaran lagu
  6. Tunggu 1-2 minggu sampai lagu anda tayang

Untuk Nusa Konten Media, saya mengirim lagu lewat email contact personnya, jadi prosesnya masih manual, tidak bisa lewat web.

Bagaimana dengan cara memasukkan lagu ke Langit Musik?

Ternyata khusus ke Langit Musik, kita bisa melakukannya langsung tanpa lewat agregator, yaitu lewat web laguku.id, milik Telkomsel. Saya pun mencoba memasukkan sekaligus lima lagu ke laguku.id, yaitu Seuntai Doa untuk Ayah, Bunda Maafkan Doakan Anakmu, Bukan Nia Ramadhani, Takdir yang Indah, dan Pertanyaan-pertanyaan tentang Hidup. Biayanya gratis, dan royalti untuk artis hanya 50%.

Belakangan, saya melihat lagu “Sayang Apa Kabarmu” yang saya kirim ke Musicblast ada juga di Langit Musik.

Perbandingan Tiga Agregator

Berikut perbandingan tiga agregator:

NoKeteranganNusa Konten MPNetrilisMusicblast
1Webnusakonten.comnetrilis.commusicblast.id
2Aplikasi yang bekerja samaSpotify, Deezer, Apple Music, ITunes, Youtube, Tiktok, Joox, Langit Musik, RBT, dllSpotify, Deezer, Apple Music, ITunes, Youtube, Tiktok, dll.Spotify, Deezer, Apple Music, ITunes, Youtube, Tiktok, Joox, dll.
3Cara kirim laguEmail ke contact personVia web (tanpa login)Via portal web (login)
4Perkiraan waktu tayang1 bulan1 minggu2 minggu
5BiayaGratisSingle: 75 ribu per lagu Album: 65 ribu per laguSingle: 100 ribu per lagu Album: 250 ribu
6Royalti utk artis75%75%90%
     

Masalah Hak Cipta

Hak cipta lagu orisinal karya kita sendiri yang dikirim ke agregator tetap menjadi milik kita. Kita bebas untuk menayangkan lagu tsb di saluran lain, di luar aplikasi digital yang telah memuat lagu kita.

Tapi jika kita punya kanal youtube dan kita memuat lagu yang sama di kanal youtube kita, maka lagu tersebut akan terkena klaim hak cipta. Tapi jangan khawatir. Klaim tersebut dapat dihapus (unclaim) dengan cara mengirim permintaan unclaim ke agregator.

Netrilis menyediakan form di webnya untuk mengajukan permintaan menghapus klaim hak cipta, sedangkan musicblast lewat email. Pengalaman saya selama ini, respon musicblast paling cepat dalam menghapus klaim hak cipta, Netrilis agak lambat tapi tetap bisa. Sedangkan di Nusa Konten, prosesnya lagi-lagi sangat lama. Sudah dua bulan lebih permintaan unclaim saya belum selesai diproses.

Bagaimana kalau lagu yang kita kirim ke agregator adalah lagu cover alias lagu karya orang lain yang kita nyanyikan ulang? Dalam hal ini kita tidak bisa meminta penghapusan klaim hak cipta dari kanal youtube kita. Tapi tak usah khawatir, karena royalti yang masuk ke agregator bagaimana pun sebagiannya akan kembali ke kita.

Bagaimana Perkembangan dan Hasilnya?

Memasukkan lagu ke aplikasi-aplikasi musik digital adalah satu hal, tapi untuk bisa menghasilkan (royalti, uang), lagu kita harus diputar atau diunduh oleh ribuan hingga jutaan orang.

Sementara ini lagu-lagu saya di aplikasi-aplikasi musik tsb hanya diputar oleh hitungan jari sampai puluhan orang saja per bulannya. Itu pun mungkin orang yang nyasar saja. Memangnya siapa yang kenal saya?

Untuk bisa dikenal, kita perlu promosi yang berkualitas. Itu artinya promosi dilakukan secara profesional dan berbayar. Sementara promosi saya terbatas lewat medsos saya saja (IG, FB, blog).

Mungkin ada orang yang beruntung, tanpa promosi pun lagunya viral sampai didengarkan oleh jutaan orang. Tapi itu keberuntungan saja, dan saat ini saya belum beruntung.

Setelah mengirim 13 lagu tersebut, saya belum mengirim lagi lagu-lagu lain. Toh yang 13 itu pun hasilnya belum ada. Saya punya lebih dari 20 lagu orisinal karya sendiri, tapi biar saya tayangkan di kanal youtube saya saja (Asep Sopyan).

Bagi yang ingin tahu lagu saya seperti apa, silakan diklik tautan-tautan berikut:

Terima kasih telah membaca artikel ini sampai selesai. Salam musik Indonesia. []

Artikel ini telah saya bahas juga di kanal youtube Asep Sopyan:

Posted in Musik | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Di Balik Layar Kanal Youtube Asep Sopyan Network

Kanal youtube Asep Sopyan Network sebagai saluran untuk saya bicara tentang asuransi dan keuangan dimulai pada bulan April 2020, dengan video pertama berjudul “6 Fungsi Asuransi Jiwa”.

Pada tanggal 18 Desember 2020, kanal ini mencapai monetisasi, setelah mendapatkan 1000 lebih subscriber dan 4000 lebih jam tayang. Alhamdulillah. (Ceritanya di SINI).

Bagi anda yang ingin berkarya di youtube, saya akan sedikit cerita mengenai tiga hal.

Pertama, peralatan dan aplikasi yang digunakan berikut harga dan tempat membelinya.

Kedua, langkah saya membuat video.

Ketiga, cara saya mencapai monetisasi kanal ini.

Peralatan dan Aplikasi yang Digunakan

  • Kamera: HP Xiaomi Redmi Note 8 dan sekarang Redmi Note 9 Pro. Harga 2 dan 3 jutaan, beli di Tokopedia. Saya pernah unboxing HP Redmi Note 9 Pro di kanal youtube Asep Sopyan.
  • Mikrofon: Boya BY-M1DM dual omni-directional lavalier mic (mik jepit). Harga 300 ribuan, beli di Tokopedia.
  • Tripod: Takara. Harga 100 ribu. Beli di Tokopedia.
  • Latar belakang: wallpaper. Harga 45 ribu per lembar. Saya juga sedia greenscreen berikut tiang penyangganya. Harga layar 200 ribu (4×3 m) dan harga penyangga 300 ribuan. Semua beli di Tokopedia.
  • Pencahayaan: lampu kamar biasa (LED 15 watt). Tidak pakai lighting khusus.
  • Peralatan lainnya: meja, kursi, laptop, tablet memanfaatkan yang ada.
  • Internet: First Media. Internet ini harus yang berlangganan agar pengeluaran kita bisa terukur setiap bulannya.
  • Aplikasi edit video: Inshot (harga 139 ribu) dan Kinemaster (harga 329 ribu setahun). Beli di Google Play. Selanjutnya hanya akan pakai Kinemaster.
  • Aplikasi rekam layar di laptop: Bandicam. Harga 39,95 USD utk seumur hidup. Beli di web bandicam.com.   
  • Aplikasi rekam layar di HP: XRecorder. Gratis.
  • Aplikasi untuk membuat thumbnail: Pixellab. Gratis.

Langkah Membuat Video

1. Membuat konsep video

Ini barangkali tahapan yang paling lama dari segi waktu. Untungnya saya sudah punya banyak materi di blog saya myallisya.com, tinggal divideokan saja. Untuk pembahasan soal ujian, materinya diambil dari kumpulan soal yang beredar di internet. Sejauh ini hanya sedikit sekali video yang tidak didahului artikel di blog.

2. Menyiapkan peralatan

Membersihkan meja, menempatkan laptop atau ipad di atas meja, memasang tripod dan kamera, mencolokkan mik. Tak lupa mengatur tempat piala hingga menyiapkan air minum.

3. Merekam

Berjalan sebagaimana adanya.

4. Mengedit video

Bagian ini membutuhkan waktu cukup lama, tergantung materi dan durasi videonya. Pada awalnya harus rajin juga dalam mempelajari fitur-fitur aplikasi edit video, tapi lama-lama semakin mudah.

5. Video siap tayang di youtube

Terkadang video yang sudah tayang terpaksa harus ditarik kembali saat ditemukan kesalahan atau kekurangan. Sayangnya jika kita tarik video, mau tak mau jumlah view dan like harus diikhlaskan untuk hilang.

Cara Mencapai Monetisasi

Minimal syarat monet adalah punya 1000 subscriber dan telah ditonton minimal selama 4000 jam dalam waktu 12 bulan terakhir.

Berikut cara saya untuk mencapai target tsb.

  • Promosi video di medsos (IG, FB, WA, blog, dll)
  • Gabung grup komunitas youtuber. Ada banyak komunitas youtuber di internet. Saya sendiri saat ini menjadi admin dari grup Youtube Indonesia, silakan gabung di SINI.
  • Tukar subscribe (sub4sub) dengan sesama youtuber.
  • Nobar jam tayang. Saya ikut sebuah grup yang memiliki program nobar atau nonton bareng.
  • Nonton sendiri pakai beberapa gadget lain. Ini saya lakukan setelah jumlah subscriber mendekati 1000.

Meskipun cara saya tidak murni (ada campur nonton sendiri dan tukar subscribe), alhamdulillah saat ini, sebulan setelah monet, jumlah penonton alami kanal saya terus meningkat. Kalau sekadar untuk syarat minimal monet (4000 jam tayang setahun atau 11 jam per hari), itu sudah lewat. Saat artikel ini ditulis, kunjungan ke kanal saya rata-rata 250 tayangan dan 20 jam lebih per hari.

Tinggal target saya adalah meningkatkan dollar yang diperoleh. Ternyata penghasilan dari youtube itu kecil sekali bagi kanal yang baru monet. Monet itu baru awal untuk langkah yang lebih besar.

Sebagai gambaran, dari setiap 100 tayangan, penghasilan yang diperoleh sekitar 0,1 USD. Untuk mendapatkan 1 USD per hari, berarti harus ada 1000 video yang ditonton orang, dan untuk penghasilan 100 USD per hari, butuh 100 ribu video yang ditonton per hari.

Jadi, perjalanan kanal ini untuk bisa menghidupi saya masih sangatlah jauh, jika hanya dari pendapatan iklan.

Untungnya, isi video saya sendiri mayoritas merupakan iklan atau promosi tentang produk-produk asuransi yang saya tawarkan. Alhamdulillah saya telah mendapat beberapa nasabah dari youtube.

Jadi, sekali dayung dua pulau terlampaui. []

Posted in youtube | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Testimoni Pencairan Vtube. Kenapa Semua Bukti Transfernya dari Member Lain?

Profit sharing, katanya.

Saat anda direkrut, anda dibilang oleh perekrut anda: ayo join Vtube, gratis, nonton iklan dibayar. Anda mungkin tertarik dan lalu bertanya, apa buktinya? Lalu perekrut anda menyodorkan aneka testimoni pencairan uang di internet dan youtube, pencairan yang dia lakukan sendiri kalau sudah ada, serta video-video para member yang sudah sukses.

Hal yang mirip akan terjadi saat anda sudah jadi member dan merekrut, anda bilang kepada prospek: ayo join Vtube, gratis, nonton iklan dibayar. Anda mungkin akan ditanya, apa buktinya. Lalu anda menyodorkan aneka testimoni pencairan uang Vtube, termasuk dari anda sendiri jika sudah mencairkan, juga testimoni para member yang sudah sukses.

Saya juga pernah direkrut dan disodori beberapa testimoni tsb. Lalu saya mencari di internet dan menemukan banyak bukti orang-orang yang berhasil mencairkan uangnya di Vtube.

Tapi ada banyak yang saya herankan. Salah satunya: kok bukti pencairan uang Vtube semuanya menunjukkan bukti transfer dari sesama member?

Hasil gambar untuk bukti pencairan uang vtube
Bukti transfer pencairan uang Vtube

Katanya profit sharing dari pendapatan iklan, tapi uangnya kok ditransfer dari member lain? Lalu pendapatan iklan yang selama ini diterima Vtube dari para pemasang iklan, dikemanain? Kok gak pernah ada bukti transfer dari Vtube sendiri kepada para member?

Aneh.

Apa bener itu profit sharing pendapatan iklan? Saya kok gak yakin ya.

Jangan-jangan itu bukan profit sharing.

Kalau dipikir-pikir pakai akal sehat, apa ada perusahaan yang mau pasang iklan, kalau iklannya cuma untuk ditonton oleh orang-orang yang mengharap bayaran?

Selain itu tarif iklannya mahal sekali, dan tarifnya berbeda-beda tergantung level orang yang nonton. Level gratis dan bintang 1, tarifnya 0,3 dolar per hari, bersih 2 dolar per 40 hari atau 0,05 dolar per hari. Itu upah untuk 10 kali nonton iklan 5 detik. Jadi, tarif bersih per iklan adalah 0,005 dolar, atau sekitar 72 rupiah.

Ini sekilas tampak murah, tapi para penonton bayaran di situs RajaView (situs untuk membeli view youtube) pasti akan senang sekali dengan tarif tersebut, karena tarif paling tinggi yang mereka terima hanyalah 15 rupiah setiap tayangan video 5 detik.

Tarif nonton video di situs RajaView

Belum lagi level bintang 2, tarifnya 3 dolar per hari, bersih 20 dolar per 40 hari atau 0,5 dolar per hari, alias sepuluh kali lipat dari level bintang 1. Level bintang 4, tarif 32 dolar per hari, bersihnya 5 dolar per hari, atau 100 kali lipat dari level bintang 1. Level bintang 6, bersihnya 50 dolar per hari, atau 1000 kali lipat dari level bintang 1. Semua itu belum termasuk bagian Vtube sendiri sebagai penyedia platform.

Upah nonton iklan per hari

Kalau saya dari pihak perusahaan yang mau pasang iklan, saya harus ngitung dulu biaya iklannya berapa, dengan cara menanyakan kepada Vtube, ada berapa penonton di paket gratis dan bintang 1, berapa penonton di level bintang 2, bintang 3, dan seterusnya berapa orang yang nonton di level bintang 6. Karena bayaran mereka beda-beda. Bingung deh. Mahalnya minta ampun. Terus kapan mereka beli barang saya?

Ya sudah, gak jadi deh pasang iklan. Mending pasang iklan di youtube saja, atau di google, atau di FB. Tarifnya jauh lebih murah, yang nonton jauh lebih banyak, dan algoritma mereka sangat canggih sehingga iklan kita hanya disodorkan kepada mereka yang kira-kira akan tertarik.

Jadi, uang yang diterima para member Vtube itu sebenarnya uang apa?

Karena diterima dari member lain, berarti itu uang member lain. Kenapa member lain mau ngasih uang ke member lainnya?

Untuk beli poin, supaya bisa beli paket bintang yang lebih tinggi. Supaya apa? Supaya upah nonton iklannya lebih besar.

Terus Vtube sendiri ngasih apa ke para member? Ngasih poin. Poin ini buat apa? Buat dijual ke member lain.

Jadi VTube hanya menyediakan poin, sedangkan untuk mencairkannya mesti dijual ke member lain.

Lalu kalau member lain gak ada yang mau beli poin gimana? Ya sudah, tunggu saja selama 7 hari, nanti VTube yang akan beli poin anda. Konon begitu.

Bagaimana kalau setelah 7 hari VTube tidak beli?

Tenang. Tunggu tahap 2 Vtube jadi marketplace, nanti poin yang anda miliki berikut voucher yang anda terima, bisa dipakai untuk membeli barang-barang yang dijual di situ.

Kapan tahap 2 itu terjadi? Entahlah.

Siapa penjual yang barangnya mau dibayar pake poin? Tauk ah gelap.

Dah ya. Daahh… []

Baca juga artikel lain tentang Vtube:

Posted in Bisnis | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment