Blog Ini Pindah ke AsepSopyan.Net

Mulai awal 2022, blog asepsopyan.com pindah ke asepsopyan.net.

Artikel-artikel yang ada di sini yang sekiranya penting akan dimuat ulang di blog asepsopyan.net.

Domain blog ini setelah habis masa berlakunya akan berubah menjadi bermenschool.wordpress.com.

Terima kasih.

Posted in Aforisma | Leave a comment

Mario Teguh dan Net89. Apakah Kini Hidup Telah Semudah Itu?

Dulu setiap kali ada yang bilang, “hidup tidak semudah kata-kata Mario Teguh”, saya selalu membantah: emangnya Mario Teguh pernah bilang hidup itu mudah? Memang sih kata-katanya terdengar indah, tertata, dan berirama, tapi sebetulnya banyak dari nasihatnya tidak mudah untuk dijalankan.

Misalnya, kata MT, jika anda ingin mendapat rezeki besar, anda harus memantaskan diri untuk rezeki besar tsb. Apakah itu mudah? Jelas tidak, karena artinya anda harus kerja keras dan cerdas. Rezeki besar, jodoh yang baik, karier yang hebat, dsb hanya mungkin diterima oleh mereka yang telah menyiapkan diri untuk mendapatkannya. Artinya, semua itu tidak datang dengan sendirinya. Tidak cukup dengan duduk diam dan menunggu tanpa melakukan apa-apa.

Tapi akhir-akhir ini beda. Hampir setiap minggu di kanal youtube Mario Teguh TV, MT mengajak pendengarnya untuk cukup membuka sebuah akun, maka rezeki besar akan datang dengan sendirinya. Tidak perlu melakukan apa-apa. Cukup duduk diam. Tidak mengganggu pekerjaan utama. Tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Benar-benar passive income.

Apakah kini hidup telah semudah kata-kata Mario Teguh?

Dalam video-videonya, MT dan istrinya, Linna, sering memberikan gambaran: dengan setor 9 juta untuk paket terendah, akan menghasilkan profit sekitar 400 ribu per bulan, maka dalam 23 bulan uangnya dobel, dan bulan ke-24 masih memberikan 400 ribu per bulan hingga seterusnya. Atau untuk paket tertinggi, mulai 750 juta, akan mendapatkan sekitar 75 juta per bulan hingga seterusnya, selama akun masih aktif.

Para pensiunan yang memperoleh pesangon besar, akan dapat menjaga penghasilannya tetap besar dengan cara menaruh uangnya di sistem ini, kata MT.

Salah satu gambaran passive income dlm video MT. Para pensiunan masih bisa mendapatkan penghasilan pasif 150 juta per bulan dengan paket Supreme 2.

Terdengar too good to be true? Ya, tapi MT mengatakan bahwa selama empat tahun sejak awal berdirinya, sistem ini telah memberikan hasil yang nyata kepada para membernya.

Sistem apakah itu?

Dalam video-videonya, MT dan istrinya menyebut merek Net89 dan PT SMI.

Apa itu? Ringkasnya, Net89 atau PT SMI adalah perusahaan MLM yang menjual robot trading forex sekaligus investasi melalui robot trading tersebut. Robot tradingnya disebut Smartxbot, dan diklaim mampu memberikan hasil hingga 1% per hari atau belasan persen per bulan.

Anehnya, PT SMI sendiri keberatan jika dikatakan menjual robot trading dan investasi. Dalam website resminya (ptsmi.id), mereka mengaku hanya menjual ebook dan software untuk membuat robot trading, dan menghimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap setiap penawaran yang diterima. (Apakah itu termasuk penawaran dari Mario Teguh?)

Penawaran investasi melalui robot trading Net89 di kanal youtube MT

Dari segi legalitas, Net89 hanya mengantongi izin berupa SIUP-L (Surat Izin Usaha Penjualan Langsung) untuk menjual ebook dan software EA creator. Untuk menjual robot trading forex (terkait perdagangan berjangka komoditi), dibutuhkan izin dari Bappebti dan untuk menghimpun dana masyarakat (investasi), dibutuhkan izin dari OJK. Jadi jelas, penawaran robot trading dan investasi yang dilakukan para member Net89 itu ilegal.

MT merupakan salah satu pendiri dan leader dari Billion Group, salah satu jaringan di Net89. Nama besarnya sering dipakai oleh para member Net89, dari jaringan mana pun, untuk mempengaruhi orang yang diajak bergabung. (Tuh lihat, Mario Teguh aja gabung Net89, artinya bisnis ini bukan sembarangan).

MT dan istrinya mengajak para pendengarnya untuk bergabung Net89 seakan-akan bisnis atau investasi ini hanya untung saja tanpa risiko (dengan menyebut selama empat tahun selalu untung setiap bulan). Padahal yang namanya trading forex, pasti ada risikonya dan bahkan risiko trading forex itu lebih tinggi daripada saham. Heran juga, MT ini punya latar belakang ekonomi (pernah menjadi banker), tapi berhadapan dengan uang yang mengalir dari Net89, ilmunya seakan luntur.

Maka, bagi saya, bergabungnya MT dengan Net89 dan aktif menawarkan bisnis ini ke masyarakat sungguh mengherankan dan patut disayangkan. Apalagi termasuk yang diajak bergabung itu para pensiunan, di mana bisa jadi uang yang mereka miliki itu adalah satu-satunya tumpuan hidup di hari tua. Dana pensiun ditaro di robot trading? Wow..

Saya khawatir, ini akan menjadi sebab kejatuhan MT yang paling dalam.

Kita tahu, sejak terlibat kasus dengan anaknya, Kiswinar, pada tahun 2016, nama Mario Teguh tenggelam. Acara TV yang melambungkan namanya pun dihentikan.

Tak banyak yang tahu, pada akhir tahun 2017, MT sempat mencoba peruntungan menjadi agen asuransi di Allianz dan pernah mengadakan beberapa kali seminar, namun tak berapa lama setelah itu tak terdengar lagi kabarnya. Memang jadi agen asuransi itu berat, dan mengajari orang untuk bisa jualan asuransi itu jauh lebih berat.

Seminar MT saat awal gabung dengan Allianz

Hingga pada tahun 2021 ini, di akun youtubenya, MT dan istrinya kerap mengadakan seminar bisnis dengan tajuk My Smart Income. Isinya adalah presentasi Net89, bisnis MLM dengan produk robot trading forex autopilot (namun pembuatnya sendiri tidak mengakui) yang menawarkan keuntungan belasan persen per bulan tanpa perlu melakukan apa-apa. Dan jelas, bisnis ini tidak memiliki izin resmi dari otoritas di Indonesia (Bappebti dan OJK), dan tidak mungkin mendapatkan izin jika sistemnya seperti itu.

Dalam kasus dengan anaknya, yang dirugikan hanya di antara mereka saja. Tapi dalam kasus ini, yang dirugikan (atau berpotensi dirugikan) adalah orang-orang yang menjadi member Net89 di bawah jaringan MT (entah berapa jumlahnya), dan juga ribuan member di jaringan lain yang ikut Net89 karena terpengaruh nama besar MT. Mereka semua telah mengeluarkan uang mulai 9 juta hingga miliaran rupiah. Totalnya entah berapa T.

Tak bisa dibayangkan jika semua uang itu nyangkut di robot ini tanpa bisa ditarik lagi. Hmm… []

Posted in Bisnis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Menjawab Somasi dari Net89 (PT SMI), Permintaan Maaf, dan Klarifikasi

Pada tanggal 26 Oktober 2021, saya mendapat surat somasi dari kuasa hukum PT SMI (Net89). Surat dikirim melalui WA, karena nomor kontak saya memang terbuka di kanal youtube maupun blog saya. Mereka keberatan dengan konten yang saya buat tentang Net89 di kanal youtube Asep Sopyan Network.

Dalam somasi tsb, dikatakan bahwa saya telah menyampaikan informasi yang tidak benar tentang Net89, antara lain saya menyebut Net89 sebagai perusahaan penjual robot trading dan/atau perusahaan money game yang menghimpun dana dari masyarakat.

Mereka menjelaskan bahwa Net89 adalah  perusahaan penjualan langsung murni yang hanya menjual produk berupa e-book dan software EA Creator, serta tidak menjual produk investasi dan software robot investasi ataupun perusahaan money game.

Terakhir, mereka meminta saya untuk melakukan permohonan maaf secara tertulis kepada Net89 secara langsung, dan wajib membuat video permohonan maaf di youtube dan media online lainnya, selambat-lambatnya 2 hari sejak tanggal somasi ini.

Berikut adalah isi somasi secara lengkap.

Dan berikut tanggapan saya:

Permintaan Maaf

Pertama, saya memohon maaf kepada Net89 (PT SMI) karena saya tidak menjawab somasi dalam waktu dua hari sejak tanggal somasi dibuat. Alasan saya, surat tsb ditujukan kepada Admin Asep Sofyan Network. Ada kesalahan penulisan nama di sini. Seharusnya: Admin Asep Sopyan Network. Dalam dunia hukum, salah tulis satu huruf saja bisa dianggap beda orang, bukan?

Saya juga memohon maaf kepada Net89 (PT SMI) apabila saya telah salah menyebut Net89 (PT SMI) sebagai perusahaan penjual robot trading. Memang, setelah saya baca di web resmi Net89 (ptsmi.id), produk yang tercantum di situ ada dua, yaitu Ebook dan software EA Creator. Sama sekali tidak tertera penawaran robot trading dan investasi. Bahkan dalam disclaimer, perusahaan juga menghimbau masyarakat agar teliti dengan setiap penawaran yang diterima.

Disclaimer di web resmi PT SMI.

Permintaan Klarifikasi

Tentunya himbauan dari PT SMI itu bagus sekali. Tapi terus-terang saya merasa sangat heran, kenapa pihak Net89/PT SMI keberatan disebut menjual robot trading dan investasi?

Kalau dibilang money game, okelah keberatan, karena money game itu memang kejahatan. Tapi menjual robot trading dan investasi, apa masalahnya?

Kenapa saya sebut Net89 menjual robot trading dan investasi? Karena begitulah penawaran yang saya terima dari member Net89 yang mengajak saya untuk bergabung dengan Net89. Tidak ada dia menyebut ebook sama sekali.

Member tsb mengirimi saya beberapa materi tentang Net89. Dia mengirimnya lewat whatsapp. Percakapan WA-nya masih saya simpan dan sudah saya screenshot, siapa tahu kelak dibutuhkan sebagai bukti.

Salah satu materi yang dia kirim adalah file PDF dengan judul Marketing Plan Net89 Forex. Di dalamnya ada halaman dengan informasi sebagai berikut:

Di situ tertulis “Expert Advisor Package”. Expert Advisor adalah nama lain dari robot trading. Di gambar tsb tertulis jelas dan besar sekali macam-macam paket robot trading lengkap dengan fitur-fiturnya, mulai dari paket Starter sampai paket Supreme Trader.

Materi lain yang dikirimi member Net89 tsb adalah gambar berikut ini:

Gambar di atas menerangkan lebih lengkap lagi, selain paket robot juga paket deposit yang dapat dipilih oleh calon member Net89.

Dari dua materi di atas, apakah itu bukan penawaran robot trading dan investasi? Silakan dijawab dengan jujur.

Jadi, melalui jawaban somasi ini, saya juga ingin minta klarifikasi dari Net89 atau PT SMI, jika memang Net89 bukan perusahaan robot trading dan bukan perusahaan investasi, kenapa di lapangan para member Net89 justru menjual paket-paket robot trading plus investasi?

Dan di internet banyak sekali penawaran robot trading plus investasi Net89, baik di website, youtube, media sosial, hingga marketplace. Apakah mau dibilang bahwa mereka semua hanya mengatasnamakan Net89, atau bahkan bukan member Net89? Kalau bukan member Net89, kenapa bisa menawarkan produk dari Net89?

Penawaran paket investasi robot trading Net89 di kanal youtube Mario Teguh TV. Apakah MT bukan member Net89?

Dan dalam berbagai perbincangan para warganet tentang Net89 di internet dan media sosial, baik yang pro maupun kontra, tak ada satu pun yang membahas tentang ebook maupun isi dari buku tsb. Yang dibahas selalu tentang robot trading, paket deposit, keuntungan, perbandingannya dengan robot trading lain, dsb.

Jadi, ketika PT SMI atau Net89 keberatan disebut menjual robot trading dan investasi, padahal yang dijual ke masyarakat memang itu, apakah sebabnya karena PT SMI tidak mempunyai izin untuk menjual robot trading dan investasi? Kalau belum punya izin, kenapa tidak segera mengurus izinnya ke Bappepti dan OJK? Atau apakah PT SMI tidak yakin bisa mendapat izin menjual robot trading dan investasi? Kira-kira kenapa ya?

Hmm… Berisiko sekali ya.


Seandainya somasi ini berlanjut ke pengadilan, saya berharap aparat penegak hukum dapat menelusuri akun-akun di internet yang menjual robot trading Net89, dan memastikan apakah mereka itu member Net89 atau bukan. Jika bukan, perlu dicari tahu kenapa mereka menawarkan robot trading dan investasi, apa izin yang mereka punya, dan jerat mereka jika terbukti ilegal. Jika betul mereka member Net89, berarti PT SMI atau Net89 memang menjual robot trading dan investasi secara ilegal. Karena izin yang dimiliki hanya untuk menjual ebook, maka aktivitas itu harus segera dihentikan agar tidak semakin merugikan masyarakat luas.


Beberapa Pertanyaan untuk Menguji Logika

Selain itu saya punya beberapa pertanyaan lain untuk menguji logika kita, masih jalan atau tidak.

  • Kalau memang Net89 hanya menjual ebook dan software untuk membuat robot, kenapa harga buku saja bisa jutaan? Bukankah yang namanya buku elektronik itu kalau mau diperbanyak tinggal dicopas saja sebanyak yang dibutuhkan tanpa harus keluar biaya lagi?
  • Member Net89 konon sudah ratusan ribu orang. Apa benar mereka join dan mengeluarkan uang hingga ratusan juta hanya karena tertarik dengan ebook? Apa mereka kutu buku semua?
  • Apakah para member Net89 telah membaca ebook tsb? Berapa banyak member yang telah membaca dan mempelajarinya, serta menghasilkan karya sendiri berupa robot trading forex? Berapa banyak pula yang melakukan trading dengan robot forex bikinan sendiri? Dan kenapa robot trading yang beredar di pasaran cuma satu robot, yaitu yang disebut Smartxbot bikinan perusahaan?
  • Ketika seorang member telah membeli ebook dan telah deposit, lalu dia ingin deposit lagi, kenapa harus membeli ebook lagi? Bukankah dia sudah punya buku cara membuat robot tsb? Buat apa beli lagi, toh isinya sama? Bahkan mau dibilang robot trading pun masih sangat janggal kalau setiap kali deposit harus beli robot lagi.
  • Selain itu, petunjuk cara membuat robot trading sebenarnya tersedia secara gratis di internet. Di youtube banyak kanal yang menerangkan tutorial membuat robot secara gratis, tinggal diikuti saja. Kalau ada yang gratis, kenapa harus beli yang berbayar dan dengan harga mahal pula?
Di youtube bertebaran tutorial cara membuat robot trading sendiri, gratis.
  • Lihat juga gambar berikut yang berisi informasi histori trading Smartxbot Net89. Gambar ini banyak beredar sebagai data pendukung agar orang makin tertarik Join Net89.

Dari gambar di atas, tampak bahwa robot trading yang diasosiasikan dengan Net89 itu hanya ada satu robot. Kalau Net89 menjual ebook dan software cara membuat robot, mestinya ada banyak robot karya member Net89 yang beredar di pasaran, dan tentunya kinerja trading mereka akan berbeda-beda. Akan ada banyak member yang mengunggah karya mereka di internet dan memamerkan kinerja robot bikinan mereka sendiri, khususnya yang selalu untung. Tapi faktanya, tak satu pun robot trading karya member Net89 yang dimuat di internet.

  • Kemudian jika benar Net89 hanya menjual ebook dan software cara membuat robot, tentunya ada pelatihan cara membuat robot yang diadakan oleh Net89. Tapi apakah benar ada pelatihan semacam itu di kantor-kantor Net89? Saya tanya ke member Net89 yang merekrut saya, tidak ada. Kan robotnya udah beli, kata dia.

Tentang Money Game

Lalu poin ketiga, tentang pernyataan bahwa bisnis Net89 itu money game, menurut saya bisnis Net89 memang memenuhi sejumlah ciri money game. Ciri-ciri money game antara lain mengiming-imingi imbal hasil yang tinggi (1% per hari itu tinggi sekali), dan untuk mendapatkan itu member tidak perlu melakukan apa-apa (duduk diam saja, cukup ongkang-ongkang kaki, tidur nyenyak saja, tidak perlu paham trading, bisa sambil menjalankan pekerjaan seperti biasa).

Money game disebut juga skema ponzi atau skema piramida, karena keuntungan member berasal dari uang member yang bergabung belakangan. Dari sistem bisnisnya, jelas bahwa member yang bergabung akan kehilangan sekitar 33% dari uangnya, di mana 20% digunakan untuk membeli robot (atau ebook, katanya) dan 13% menjadi selisih kurs. Uang yang hilang ini menjadi pendapatan bagi perekrut dan para leader di atasnya, dan tentunya perusahaan. Yang aneh, kehilangan 33% ini akan terjadi lagi jika member menambah deposit.

Kemudian ciri lain dari money game, perizinan tidak sesuai dengan yang dijalankan. Izin yang digunakan hanya SIUP-L untuk berjualan ebook, tapi yang dikerjakan menjual robot trading (butuh izin dari Bappepti) dan menerima deposit investasi (pengumpulan dana masyarakat, butuh izin dari OJK).

Lepas dari dalih yang beredar bahwa robot trading itu hanya bonus dari pembelian ebook, atau bahwa deposit itu disetorkan ke pihak lain (bukan Net89 secara langsung), tetap saja semua itu satu paket. Apakah ada member Net89 yang beli ebook, lalu pelajari sendiri cara membuat robot, lalu membuat robot dengan petunjuk dari buku tsb, lalu trading sendiri dengan robot yang dia buat itu di broker yang dia pilih sendiri? Jelas tidak ada.

Member Net89 juga sering berkilah dengan kantor dan tower. Kalau Net89 itu money game, kenapa kantornya beli sendiri bukan sewa, dan kok bisa bikin tower yang megah?

Jelas alasan ini sama sekali tidak nyambung dengan hal-hal yang dipersoalkan. Saat dibilang broker yang digunakan Net89 tidak legal, lantas dijawab dengan tower. Dibilang perizinan Net89 tidak sesuai dengan yang dikerjakan, dijawab dengan tower. Semua dijawab dengan tower. Tower mana tower hahaha…

Dan sebenarnya yang bilang Net89 itu money game bukan hanya saya. Banyak pengulas lain yang mengatakan hal serupa. Dan jangan lupa bahwa pada bulan April 2021, juga pada bulan Juli 2021, Bappepti telah memblokir ratusan website yang menawarkan paket robot trading dan investasi tanpa izin, termasuk yang memakai nama Net89.

https://bappebti.go.id/resources/docs/siaran_pers_2021_05_19_w3zo1bix_id.pdf

Meski hingga saat ini Net89 masih bisa berkilah dengan mengaku hanya menjual ebook, bukan berarti aktivitas yang sebenarnya luput dari pantauan otoritas. Tinggal tunggu waktu saja.

Demikian jawaban saya terhadap somasi yang dilayangkan Net89 atau PT SMI. Mohon maaf jika tidak sesuai dengan yang diharapkan. []

Lampiran Tambahan

Tampilan depan web resmi PT SMI. Dikatakan, anda akan belajar cara membuat bot trading sendiri. Wahai para member Net89, apa benar anda belajar atau diajari cara membuat bot trading sendiri?
Penawaran paket investasi robot trading Net89 di Bukalapak
Penawaran paket investasi robot trading Net89 di Shopee
Penawaran paket investasi robot trading Net89 di salah satu akun di Tokopedia
Sumber: https://bappebti.go.id/resources/docs/siaran_pers_2021_08_18_kefadchg_id.pdf
Posted in Bisnis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Benarkah Asuransi Itu Riba?

Ada orang yang menganggap asuransi itu riba karena ada tambahan nilai dari premi yang dibayar dengan manfaat yang didapatkan. Misalnya baru bayar premi 500 ribu, ketika terjadi risiko mendapat santunan 1 miliar.

Benarkah itu riba?

Mari kita analisis.

Pertama, tidak semua tambahan dalam transaksi itu riba.

Dalam jual beli, ada tambahan berupa margin keuntungan untuk penjual, itu bukan riba.

Dalam investasi, ada tambahan berupa pembagian keuntungan untuk investor, itu bukan riba.

Dalam pesta perayaan atau acara apa pun yang memungkinkan peserta saling memberi hadiah, ada perbedaan nilai dalam hadiah-hadiah yang dipertukarkan, itu bukan riba.

Kedua, tambahan yang disebut riba hanyalah tambahan berupa bunga, dan bunga muncul dari transaksi utang-piutang atau simpan-pinjam.

Bunga, dalam makna yang sebenarnya (denotasi), muncul dari pohon atau tanaman. Tak ada pohon, maka tak ada bunga.

Ibarat pohon, dalam utang-piutang pun ada yang disebut pokok, yang dari situ dapat memunculkan bunga. Tak ada pokok utang, tak ada bunga.

Asuransi bukan utang-piutang dan, dalam bentuknya yang murni, juga bukan simpan-pinjam. Dalam asuransi tidak ada yang disebut pokok, tidak ada yang bisa dikenakan bunga, dan karena itu tidak bisa dihukumi sama dengan riba.

Ketiga, sebagai tambahan, tidak semua transaksi utang-piutang dan simpan-pinjam itu memunculkan bunga. Jika tidak ada tambahan, jelas tidak ada bunga (misalnya utang ke saudara). Jika ada tambahan, itu pun belum tentu bunga.

Sebagai gambaran, misalnya ada pengembang menawarkan rumah dengan tiga skema pembayaran.

Pertama, cash keras. Harga 1 miliar, dibayar langsung dengan uang 1 miliar. Ini jelas tidak ada tambahan dan tidak ada bunga. Bukan riba.

Kedua, cash bertahap. Harga misalnya jadi 1,2 miliar, dibayar secara dicicil selama 5 tahun. Selisih 200 juta di sini adalah margin keuntungan yang ditambahkan, bukan bunga dan karena itu bukan riba.

Ketiga, KPR. Cara ketiga ini pun ada dua skema, yaitu KPR konvensional dan KPR syariah.

Dengan KPR konvensional, pembeli meminjam uang untuk membeli rumah kepada bank sebesar 1 miliar (atau katakanlah dikurangi DP 20% sehingga pinjamannya menjadi 800 juta), lalu mencicil utangnya kepada bank selama 10 atau 15 tahun dengan bunga misalnya 10% per tahun. Nah, bunga ini adalah riba.

Dengan KPR syariah, bank membeli rumah tsb kepada pengembang dengan harga 1 miliar, lalu menjualnya kepada pembeli dengan menambahkan margin keuntungan, misalnya menjadi 2 miliar, lalu pembeli membayar dengan cara dicicil selama 10 atau 15 tahun. Skemanya jadi sama dengan cash bertahap tapi dengan jangka waktu yang lebih panjang. Margin keuntungan yang diambil bank syariah bisa jadi sama atau bahkan lebih besar daripada total bunga yang diambil bank konvensional, tapi tambahan ini bukan bunga dan karena itu bukan riba. Akad ini dinamakan akad murabahah.

Dalam tiga skema pembelian rumah di atas, hanya KPR konvensional dengan sistem bunga yang dikategorikan sebagai riba.

Nah, bagaimana dengan tambahan dalam asuransi?

Tambahan dalam asuransi bukan margin keuntungan, bukan bagi hasil, dan bukan pula bunga.

Kalau disebut margin keuntungan, mana ada margin keuntungan sampai ribuan kali lipat?

Kalau disebut bagi hasil, mana ada bagi hasil sampai ribuan kali lipat dalam seketika?

Kalau disebut bunga, mana ada bunga sampai ratusan hingga ribuan kali lipat dalam waktu singkat? Bunga memang bisa berlipat ganda melebihi pokoknya, tapi untuk itu butuh waktu yang sangat panjang.

Lalu apa? Kalau mau dicari kesamaannya dengan transaksi lain, asuransi itu mendekati transaksi hibah, sedekah, atau pemberian. Hanya pemberian yang balasannya bisa berkali-kali lipat tanpa batasan. Dalam kitab suci dikatakan sampai 700 kali, bahkan lebih dari itu.

Dalam asuransi syariah, kemiripan antara asuransi dengan hibah itu diformalkan dalam bentuk akad hibah atau tabarru (iuran dana kebajikan). Setiap peserta mengikhlaskan uangnya untuk dipakai menolong peserta lain dan juga dirinya sendiri jika mengalami musibah. Dengan kata lain, asuransi syariah itu perjanjian tolong-menolong di antara sesama peserta.

Sementara dalam asuransi konvensional, kemiripan itu tidak diformalkan tapi hakikatnya sama. Dana yang dipakai oleh perusahaan asuransi untuk membayar klaim itu sebenarnya berasal dari dana para peserta asuransi semuanya.

Mungkin ada yang keberatan dengan penyamaan antara asuransi dengan hibah. Kalau memang asuransi itu pemberian, kenapa berharap balasan?

Ya, dalam asuransi memang ada harapan untuk mendapat balasan. Ketika seorang peserta asuransi membayar premi, seakan-akan dia berkata: “Saya relakan uang ini untuk membantu peserta lain yang terkena musibah, tapi jika saya yang terkena musibah, saya berharap bisa mendapat bantuan juga dari peserta lain.”

Tanpa adanya harapan balasan ini, orang tidak akan ikut asuransi (kecuali diwajibkan oleh otoritas tanpa bisa menolak).

Tapi apakah memberi dengan berharap balasan itu tidak boleh? Apakah ada larangannya?

Memang, idealnya, memberi itu ya memberi saja, ikhlas tanpa mengharap balasan apa pun (bahkan termasuk balasan dari Tuhan).

Tapi memberi dengan mengharap balasan bukan berarti tidak boleh. Memberi dengan syarat, bahkan memberi dengan terpaksa pun boleh. Jika kita memberi kepada seorang pengangguran dengan syarat agar dia menggunakan uang itu untuk modal usaha, itu boleh. Pajak itu pemberian yang dipaksa, dan uangnya tetap bermanfaat. Ada pun soal pahala itu urusannya dengan Tuhan.

Asuransi dapat digolongkan pemberian dengan syarat. Peserta memberikan uang premi dengan syarat jika dia mengalami risiko yang ditanggung dalam masa perjanjian, maka klaimnya dibayar. Dan jika tidak terjadi risiko, maka tidak ada pengembalian. Pemberian seperti ini tidak mengandung bunga dan karena itu bukan riba.

Ditinjau dari sisi lain, asuransi adalah produk perlindungan. Semua produk perlindungan ternyata memiliki ciri yang sama, yaitu biaya yang dibayar oleh pengguna jauh lebih kecil daripada manfaat yang diterima.

Satpam, gajinya mungkin hanya beberapa juta per bulan, tapi nilai dari rumah dan aset-aset yang dijaganya tentu jauh lebih besar.

Antivirus komputer, harganya mungkin hanya beberapa juta, tapi nilai dari data dalam komputer yang dilindunginya tentu jauh lebih besar.

Helm, harganya hanya ratusan ribu, tapi nilai dari kepala tentunya tidak bisa diukur dengan uang.

Antigores layar HP mungkin hanya beberapa puluh ribu, tapi harga layar HP jika rusak dan harus diganti bisa jutaan.

Seperti itulah sifat produk perlindungan. Perbedaan nilai seperti ini sudah tentu bukan riba.

Asuransi dengan Nilai Tunai

Asuransi yang dimaksud di atas adalah asuransi dalam bentuknya yang murni, yang tidak mengandung unsur nilai tunai sama sekali, alias asuransi yang preminya hangus atau tidak kembali. Jadi, tujuan orang ikut asuransi tsb semata-mata untuk mendapatkan proteksi.

Bagaimana dengan asuransi yang mengandung unsur nilai tunai?

Nilai tunai pada produk asuransi ada yang berbentuk tabungan dan ada yang berbentuk investasi. Perbedaannya, tabungan itu dijamin sedangkan investasi tidak dijamin.

Produk asuransi dengan tabungan yaitu whole-life dan endowment, sedangkan produk asuransi dengan investasi disebut unit-link.

Whole-life dan endowment umumnya disimpan pada instrumen berbasis bunga, yaitu deposito dan obligasi, dan karena itu mengandung unsur riba. Sedangkan unit-link tergantung tergantung penyaluran investasinya. Jika disalurkan pada instrumen investasi berbasis bunga (deposito, obligasi, saham nonsyariah), maka tergolong riba. Jika disalurkan pada instrumen investasi yang tidak berbasis bunga (deposito syariah, sukuk, saham syariah), maka tidak mengandung riba.

Jadi, produk asuransi dengan nilai tunai bisa mengandung riba tapi hanya pada unsur nilai tunainya.

Ringkasan dan Simpulan

  • Tidak semua tambahan dalam transaksi adalah riba. Tambahan yang merupakan riba hanyalah bunga. Bunga muncul dari transaksi utang-piutang atau simpan-pinjam. Asuransi bukan transaksi utang-piutang dan bukan simpan-pinjam, jadi asuransi tidak menghasilkan bunga dan karena itu bukan riba.
  • Tambahan dalam asuransi lebih dekat dengan hibah atau pemberian. Hanya pemberian yang bisa menghasilkan tambahan hingga ribuan kali lipat. Oleh karena itu dalam asuransi syariah, akad asuransi diformalkan sebagai akad hibah atau tabarru, yaitu saling menolong di antara sesama peserta asuransi.
  • Asuransi merupakan produk perlindungan. Produk perlindungan memiliki ciri yaitu nilai yang dibayar pengguna jauh lebih kecil daripada nilai dari manfaat yang diterima.
  • Asuransi dapat mengandung riba hanya pada produk asuransi yang digabung dengan nilai tunai (tabungan atau investasi), jika nilai tunainya disalurkan pada instrumen investasi berbasis bunga. Jadi, yang dimungkinkan mengandung riba hanyalah unsur tabungan atau investasinya, bukan unsur asuransinya.
  • Jadi, sekali lagi, asuransi itu sendiri, dalam bentuknya yang murni, bukanlah riba. []
Posted in Asuransi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Kelahiran Anak Keempat di Tanggal 121121

Di tanggal cantik, 121121, dan sekaligus ulang tahun pernikahan kami yang ke-11, anakku yang keempat lahir. Perempuan. Berat 2,7 kg, panjang 49 cm. Alhamdulillah. Ini hadiah terindah di hari ulang tahun pernikahan.

Dan kebetulan ini hari ayah, aku pun resmi menjadi ayah dari dua pasang anak, dua laki-laki dan dua perempuan.

Hingga saat artikel ini ditulis, aku masih belum menentukan nama anakku. Ada dua opsi yang sedang kutimbang. Mungkin nanti saja kutetapkan saat lapor ke RT.

Istriku melahirkan secara sesar di RSIA Vitalaya, Pamulang. Anak ketiga lahir secara sesar tiga tahun lalu setelah berusaha untuk melahirkan normal di puskesmas, jadi kali ini kami tak mau ambil risiko jika mencoba normal.

Untuk biaya, bersyukur di negeri ini ada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan. Kami ikut kelas 1, tapi kebetulan kamar kelas 1 di RS penuh, jadi kami diberi pilihan: masuk kelas 2 (3 tempat tidur) atau kelas VIP (1 tempat tidur). Kami pilih kelas VIP, tentunya dengan nambah biaya (ancer-ancer sekitar 2 jutaan, tapi akhirnya ternyata 3 juta pas. Okelah gpp). Dan alhamdulillah, kamarnya nyaman sekali dan privasi terjaga.

Sejak awal, setiap bulan kami rutin memeriksakan kehamilan ke puskesmas dan lalu dirujuk ke RS Vitalaya.

Perlu diketahui, untuk melahirkan normal, BPJS hanya menanggung persalinan di puskesmas. Jika sesar, barulah bisa di rumah sakit.

Cara mengurus biaya persalinan dengan JKN tidak rumit. Cukup meminta surat rujukan dari Puskesmas untuk rawat inap dan operasi, dengan membawa surat keterangan dari dokter kandungan bahwa akan dilakukan operasi sesar (diperoleh saat konsultasi dokter yang terakhir). Setelah itu datang ke RS pada hari yang telah dijadwalkan.

Sehari sebelum hari-H, dilakukan pemeriksaan darah lengkap atau cek lab di RS, dan juga tes antigen covid19 (pasien dan pasangan yang menemani). Nah, biaya cek lab ini tidak ditanggung JKN, dengan alasan karena dilakukan bukan pada hari-H. Aneh juga. Tapi untung biayanya tidak besar, hanya 280 ribu (95 ribu untuk tes darah dan 185 ribu untuk tes antigen dua orang).

Kami menginap di RS selama tiga malam. Masuk hari Jumat 12-11-2021, keluar hari Senin 15-11-2021. Kami hanya berdua saja di RS, dan tidak boleh dijenguk karena masih masa pandemi. Anak-anak ditinggal di rumah bersama sepupu mereka yang kebetulan memang tinggal bersama kami.

Alhamdulillah, segalanya berjalan lancar. Si bayi sehat, ibunya lekas pulih, dan anak-anak di rumah pun anteng. []

Posted in Keluarga | Tagged , , , , , , , | Leave a comment