Cara Menghitung Pajak Penghasilan Menurut UU HPP 2021

Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) telah disahkan oleh DPR dan Pemerintah RI pada tanggal 7 Oktober 2021. UU ini memuat beberapa perubahan terhadap UU sebelumnya.

Terkait pajak penghasilan (PPh) orang pribadi, perubahan yang terjadi yaitu penambahan tingkat penghasilan menjadi 5 lapis (dari sebelumnya 4 lapis), lapis 1 batasnya naik menjadi 60 juta (dari sebelumnya 50 juta, dan ini tentunya secara otomatis mengubah batas bawah lapis kedua), dan potongan pajak tertinggi menjadi 35% (dari sebelumnya 30%). Ada pun ketentuan tentang PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) tidak ada perubahan.

Potongan Pajak Berdasarkan Jumlah Penghasilan

Pajak Penghasilan (PPh) dikenakan atas tiap warga negara yang memiliki penghasilan dengan skema progresif (semakin tinggi penghasilan, semakin tinggi persentase potongan pajaknya).

Berikut tabel potongan pajak menurut UU HPP tahun 2021.

PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)

Sebelum dikenakan pajak, penghasilan akan dikurangi terlebih dahulu dengan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). Dengan adanya PTKP, orang yang penghasilannya kecil tidak perlu khawatir harus bayar pajak.

Adapun besaran PTKP adalah sebagai berikut:

  • PTKP dasar: 54 juta per tahun
  • Status kawin: 4,5 juta per tahun
  • Tanggungan: 4,5 juta per tahun per orang, maksimal 3 orang

Penerapannya sesuai profil WP (Wajib Pajak) dapat dilihat pada tabel berikut:

Contoh Perhitungan Pajak Penghasilan

Semua contoh perhitungan ini menggunakan asumsi penghasilan bersih. Untuk pekerjaan karyawan, semua penghasilan biasanya sudah dianggap bersih (di luar potongan seperti dana pensiun, asuransi kesehatan, dll). Untuk pekerjaan bebas (seperti tenaga penjual, pembuat konten, artis, profesional), penghasilan bersih setelah dikurangi norma untuk pekerjaan tsb. Untuk pengusaha/wiraswasta, cara menghitung penghasilan bersih tergantung banyak faktor, seperti level omset dan apakah dilakukan pembukuan atau tidak.

Contoh 1.

Seorang lajang tanpa tanggungan memiliki penghasilan bersih 4 juta per bulan (48 juta per tahun). Berapakah pajak yang harus dia bayar?

Jawab:

  • Penghasilan = 48 juta
  • PTKP (TK0) = 54 juta
  • PKP (Penghasilan Kena Pajak) = 48 juta – 54 juta = -6 juta.

Karena penghasilannya masih di bawah PTKP, maka si lajang ini tidak perlu membayar pajak sama sekali.

Contoh 2.

Seorang pria telah menikah memiliki penghasilan 5 juta per bulan (60 juta per tahun). Istrinya tidak bekerja, dan mereka belum mempunyai anak. Berapakah pajak yang harus dia bayar?

Jawab:

  • Penghasilan = 60 juta
  • PTKP (K0) = 58,5 juta
  • PKP = 60 juta – 58,5 juta = 1,5 juta

Pria ini tergolong lapis 1 dengan potongan pajak 5%, jadi pajak yang harus dia bayar adalah 5% dari 1,5 juta, sama dengan 75 ribu per tahun.

Contoh 3.

Seorang kepala keluarga dengan istri tidak bekerja dan mempunyai dua anak, memiliki penghasilan 6 juta per bulan. Berapakah pajak yang harus dia bayar?

Jawab:

  • Penghasilan = 72 juta per tahun
  • PTKP (K/2) = 67,5 juta
  • PKP = 72 juta – 67,5 juta = 4,5 juta

Kepala keluarga ini tergolong lapis 1, jadi pajak yang harus dia bayar adalah 5% dari 4,5 juta, sama dengan 225 ribu per tahun.

Contoh 4.

Seorang kepala keluarga dengan istri bekerja, gabungan penghasilan keduanya sebesar 10 juta per bulan (120 juta per tahun). Mereka memiliki 2 anak sebagai tanggungan. Berapakah pajak yang harus mereka bayar?

Jawab:

  • Penghasilan = 120 juta per tahun
  • PTKP (K/I/2) = 121,5 juta
  • PKP = 120 juta – 121,5 juta = -1,5 juta

Karena PTKP lebih besar daripada PKP, maka keluarga ini tidak perlu membayar pajak penghasilan kepada negara.

Beruntunglah kalau istri bekerja, karena pengurang pajak jadi lebih besar.

Contoh 5.

Seorang kepala keluarga dengan istri tidak bekerja dan mempunyai 3 anak, penghasilannya 25 juta per bulan (300 juta per tahun). Berapakah pajak yang harus ia bayar?

Jawab:

  • Penghasilan = 300 juta
  • PTKP (K/3) = 72 juta
  • PKP = 300 juta – 72 juta = 228 juta

Kepala keluarga ini dikenakan pajak 2 lapis.

  • Lapis 1: 60 juta x pajak 5% = 3 juta
  • Lapis 2: 228 juta – 60 juta = 168 juta x pajak 15% = 25,2 juta

Jadi, pajak yang harus dia bayar adalah 25,2 + 3 juta = 28,2 juta per tahun.

Mulai terasa nih besarnya.

Contoh 6.

Seorang kepala keluarga dengan istri bekerja dan mempunyai 3 anak, gabungan penghasilan mereka 1 miliar per tahun. Berapakah pajak yang harus dibayar?

Jawab:

  • Penghasilan = 1 miliar
  • PTKP (K/I/3) = 126 juta
  • PKP = 1 miliar – 126 juta = 874 juta

Keluarga ini dikenakan 4 lapis pajak.

  • Lapis 1: 60 juta x 5% = 3 juta
  • Lapis 2: 250 juta – 60 juta = 190 juta x 15% = 28,5 juta
  • Lapis 3: 500 juta – 250 juta = 250 juta x 25% = 62,5 juta
  • Lapis 4: 874 juta – 500 juta = 374 juta x 30% = 112,2 juta

Jadi, total pajak yang dibayarkan keluarga ini adalah 3 juta + 28,5 juta + 62,5 juta + 112,2 juta = 206,2 juta setahun.

Lumayan sekali. Total pajaknya 20% lebih dari penghasilan.

Contoh 7.

Seorang CEO perusahaan besar dengan penghasilan bersih 10 miliar setahun, istri tidak bekerja, anaknya 1 saja. Berapakah pajak yang harus ia bayar?

Jawab:

  • Penghasilan = 10 miliar
  • PTKP (K/1) = 63 juta
  • PKP = 10 miliar – 63 juta = 9,937 miliar

Sudah jelas pengusaha ini dikenakan pajak 5 lapis.

  • Lapis 1: 60 juta x 5% = 3 juta
  • Lapis 2: 250 juta – 60 juta = 190 juta x 15% = 28,5 juta
  • Lapis 3: 500 juta – 250 juta = 250 juta x 25% = 62,5 juta
  • Lapis 4: 5 miliar – 500 juta = 4,5 miliar x 30% = 1,35 miliar
  • Lapis 5: 9,937 miliar – 5 miliar = 4,937 miliar x 35% = 1,728 miliar

Jadi, pajak yang dibayar Sang CEO adalah 3 juta + 28,5 juta + 62,5 juta + 1,35 miliar + 1,728 miliar = 3,172 miliar setahun.

Wow, luar biasa.

Demikian cara menghitung pajak penghasilan berikut contoh-contohnya.

Anda pilih bayar pajaknya besar atau kecil? []

Posted in Keuangan | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Tidak Masuk Akal Tapi Masuk Kantong (Ciri Utama Money Game)

Ciri money game yang paling utama dan berlaku umum adalah menjanjikan keuntungan yang tidak realistis, dalam arti terlalu besar dari kewajaran. Atau dengan istilah lain, too good to be true.

Seringkali, ketika seseorang diingatkan bahwa bisnis yang dimasukinya itu mengandung skema yang tidak masuk akal, dia menjawab, “tidak masuk akal tapi masuk kantong.”

Ya, meski bisnisnya tidak masuk akal, faktanya memang keuntungan itu masuk ke kantongnya dia. Mau bicara apa lagi?

Tapi justru ini alarm untuk waspada. Tidak masuk akal tapi masuk kantong, pasti ada apa-apanya.

Misalnya, dulu pernah ada moneygame yang menjanjikan keuntungan 1% per hari dan setelah 30 hari modal bisa ditarik seluruhnya plus keuntungan 30%. Setelah 30 hari berlalu dan ternyata benar uangnya masuk kantong, para member pun ikut lagi untuk periode 30 hari berikutnya, bahkan dengan modal yang lebih besar, plus ajak-ajak orang karena keuntungannya akan berlipat ganda. Demikianlah selama beberapa periode, uang modal plus keuntungannya itu memang benar masuk kantong. Tapi ketika saatnya tiba, mereka yang bergabung di rombongan terakhir harus merelakan seluruh atau sebagian besar uangnya lenyap.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Ya, tak salah lagi. Keuntungan yang diterima itu sebenarnya berasal dari uang para member yang bergabung belakangan. Selama member yang masuk masih banyak, selama itu pula bisnis permainan uang masih berjalan. Tapi ketika member yang bergabung makin sedikit, itulah saatnya bisnis bubar.

Jadi, cara paling mudah untuk melihat apakah suatu bisnis itu money game atau bukan adalah lihat saja keuntungan yang dijanjikannya. Jika terlalu besar, dapat dipastikan itu money game. Disebut money game, atau skema ponzi, karena profit yang diberikan itu bukan berasal dari bisnis yang dijalankan, tapi dari member yang bergabung belakangan. Jadi, uang itu hanya berputar dari satu member ke member lain tanpa ada aktivitas bisnis yang menjadi underlyingnya. Atau kalaupun ada bisnis yang disebutkan, atau trading atau apa pun namanya, itu hanya kedok belaka.

Berapa keuntungan yang terlalu besar itu?

Jika kita lihat aneka instrumen investasi yang ada di pasar, keuntungan terbesar dan bersifat dijamin hanyalah sekitar 5% saja per tahun, yaitu dari deposito. Itu pun deposito untuk mata uang Rupiah Indonesia. Deposito dalam dollar AS jauh lebih kecil, sekitar 1-2% saja bunganya.

Di atas deposito ada obligasi (surat utang), dengan keuntungan sekitar 7-9% per tahun. Ini masih dijamin, tapi tetap mengandung risiko gagal bayar oleh perusahaan penyedia surat utang. Deposito pun sebetulnya masih ada risikonya, tapi ada jaminan dari LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) untuk nilai simpanan maksimal 2 miliar.

Di atas obligasi, tidak ada instrumen investasi yang keuntungannya bersifat dijamin. Saham bisa memberikan keuntungan 20-30% per tahun, tapi bisa juga rugi puluhan persen. Keuntungan dari properti bisa dibilang lebih stabil, tapi komponen biayanya juga banyak dan hanya bisa dimasuki orang dengan modal besar. Sementara emas, keuntungannya dalam jangka panjang paling-paling hanya cukup untuk mengimbangi inflasi.

Jadi, jika ada bisnis atau investasi yang menawarkan keuntungan dijamin atau konsisten di atas bunga obligasi (sekitar 9% per tahun), sudah pasti itu tidak benar. Jangankan 1% per hari atau 10% per bulan, 15% per tahun saja jika bersifat dijamin atau konsisten itu pasti bohong.

Bernard Madoff, yang terkenal dengan skandal ponzi terbesar dalam sejarah dengan nilai 65 miliar USD, itu pun hanya memberikan imbal hasil belasan persen per tahun kepada para investornya. Itu saja sudah terhitung moneygame, apalagi belasan persen per bulan. Madoff terbukti memberikan keuntungan kepada para investor dari uang investor yang belakangan.

Bagaimana dengan trading forex?

Sesuai dengan istilahnya, trading forex bukanlah investasi, tapi perdagangan atau jual-beli secara aktif. Artinya, dananya bukan ditaruh begitu saja lalu ongkang-ongkang kaki sambil berharap untung, tapi harus dikelola dan dipantau secara langsung.

Oke, itu untuk trading yang dijalankan sendiri secara manual. Bagaimana dengan trading forex menggunakan robot, yang akhir-akhir ini marak ditawarkan?

Prinsipnya sama saja. Tidak ada trading forex yang untung terus, baik dijalankan sendiri maupun dengan bantuan robot. Jadi jika ada robot trading yang menjanjikan cuan 1% per hari, belasan persen per bulan secara konsisten, seraya memperlihatkan histori hasil tradingnya beberapa bulan terakhir (yang itu bisa direkayasa dengan mudah), atau mengklaim rasio kemenangan jauh di atas 50%, itu jelas money game. Kalau dia benar memberikan cuan setiap hari, pastilah itu bukan dari hasil trading, tapi dari uang sesama investor juga.

Ingat, tidak masuk akal tapi masuk kantong, itu tanda ada sesuatu yang mencurigakan. Yang masuk kantong itu mestinya masuk akal (caranya, sumbernya). Dan halal, tentunya.

Profit trading itu tidak bisa dijanjikan, berapa pun angkanya. Bahkan walaupun si robot hanya menjanjikan profit setara deposito (5% per tahun), itu pun tidak bisa dipercaya, karena tidak ada LPS-nya.

Tapi tentu saja kalau sebuah money game hanya menjanjikan keuntungan setara atau sedikit lebih tinggi dari instrumen-instrumen investasi yang lazim dikenal, dia akan sangat tidak menarik. Maka agar menarik, khususnya bagi orang-orang yang awam dalam literasi keuangan, dibuatlah janji keuntungan yang bombastis.

Itulah ciri utama money game. Cukup satu ciri ini ada, maka ciri-ciri lain tidak usah dibahas.

Soal ada kantornya atau tidak, ada legalitas atau tidak, berbentuk MLM ataupun bukan, itu ciri sekunder saja. []

Posted in Bisnis, Investasi | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Video: 2 Alasan Kenapa Robot Forex Net89 Tidak Menarik Bagi Saya

Sebelum ini saya pernah menulis “3 Alasan Kenapa Robot Forex Net89 Tidak Menarik bagi Saya“. Untuk versi video saya fokus ke 2 alasan yg memang khusus terkait Net89.

Silakan disimak di kanal youtube Asep Sopyan Network.

Posted in Bisnis, youtube | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

3 Alasan Kenapa Robot Trading Net89 Tidak Menarik Bagi Saya

Sekitar seminggu lalu saya ditawari seorang teman untuk join Net89. Di beranda medsos saya juga ada orang yang sering posting soal Net89. Ini adalah sebuah bisnis MLM dengan produk robot trading forex. Konon banyak orang kaya bergabung di bisnis ini.

Tapi terus terang saya sama sekali tidak tertarik join. Setidaknya ada tiga alasan:

Alasan pertama, secara prinsip saya tidak setuju dengan trading forex (jual-beli mata uang asing) yang semata-mata dilakukan sebagai trading, bukan karena membutuhkan mata uang asing untuk keperluan praktis tertentu.

Trader forex mencari keuntungan dengan cara memanfaatkan fluktuasi atau naik-turun nilai tukar mata uang. Semakin fluktuatif nilai mata uang, semakin besar potensi keuntungan yang diperoleh, di samping tentunya potensi kerugian juga makin besar. Tapi jika nilai mata uang stabil, potensi keuntungan dan kerugiannya kecil. Jadi, secara alamiah, seorang trader forex akan mengharapkan kurs selalu berfluktuasi, semakin tajam semakin baik baginya.

Lalu apa masalahnya dengan itu?

Fluktuasi mata uang terkait dengan kondisi ekonomi suatu negara. Ketika nilai mata uang mengalami fluktuasi yang tajam, berarti kondisi ekonomi negara tsb sedang mengalami masalah. Memanfaatkan hal itu untuk mencari keuntungan, bagi saya rasanya tidak etis.

Misalnya anda seorang trader, pada bulan ini anda membeli mata uang USD dengan harga 14 ribu. Satu bulan kemudian, nilai mata uang USD naik misalnya menjadi 16 ribu. Anda pun menjual dollar anda dan mendapatkan keuntungan 2 ribu per 1 USD, dipotong selisih kurs. Anda pun senang. Tapi tahukah anda, seiring naiknya dollar dalam waktu singkat, saat itu banyak masyarakat menjerit karena harga-harga barang otomatis naik, terutama yang berbahan impor. Pemerintah pun kelimpungan, bahkan kalangan oposisi segera menggaungkan kembali tagar turunkan presiden.

Apakah anda tega mengambil keuntungan dari kekacauan di masyarakat? Saya sih tidak.

Trading forex yang saya maksud berbeda dengan jasa penukaran mata uang. Misalnya saya mau pergi ke luar negeri, lalu saya menukarkan rupiah saya dengan mata uang yang berlaku di negara tujuan, ini tak masalah.

Alasan pertama ini berlaku untuk semua penawaran bisnis trading forex yang masuk ke saya. Sehebat apa pun robot trading yang mereka punya, berapa pun keuntungan yang ditawarkan, saya tak akan melirik, karena hidup bukan cuma soal cuan.

Alasan kedua dan ketiga berlaku khusus untuk bisnis Net89.

Lihat gambar di bawah ini, yang saya peroleh dari teman yang menawarkan bisnis Net89.

Alasan kedua, selisih kurs terlalu besar.

Seperti terlihat pada gambar, kurs deposit atau harga beli dipatok 15 ribu, dan kurs withdraw atau harga jual dipatok 13 ribu (per 1 USD). Jadi terdapat selisih kurs sebesar 2 ribu atau sekitar 15%. Ini sangat terlalu besar sekali dan tidak masuk akal. Jelas perusahaan ambil untung sangat banyak hanya dari selisih kurs saja. Padahal perbedaan nilai tukar mata uang yang wajar itu hanya 1%.

Jika anda menyetor deposit 15 juta untuk trading, belum apa-apa anda sudah rugi 2 juta. Bagaimana caranya supaya untung? Robot anda harus memberikan hasil di atas 15%. Tapi itu belum cukup. Jangan lupa, seperti tertera dari gambar di atas, robot trading di Net89 masih meminta bagi hasil (sharing profit) tergantung paket yang anda beli. Misalnya paket terendah (Starter), memberikan bagi hasil 50% untuk anda dan 50% untuk perusahaan. Artinya, robot anda harus memberikan keuntungan 30% barulah balik modal.

Eh, tapi belum. Ingat juga bahwa robot forex Net89 itu tidak gratis. Harganya 20% dari deposit yang anda setor. Dan untuk mengembalikan yang 20% ini, robot anda harus menghasilkan keuntungan 40% (karena ada bagi hasil). Jadi, agar balik modal di Net89, robot anda wajib memberikan keuntungan minimal 70%. Wow.

Jadi, jika mengandalkan keuntungan dari kinerja robot trading saja, jelas Net89 sangat-sangat tidak menarik.

Alasan ketiga, harga robot trading Net89 tidak sama untuk semua paket, tergantung deposit yang disetor.

Paket Starter 2, harga robot 3 juta, deposit modal 15 juta. Paket Supreme 2, harga robot 300 juta, deposit 1,5 miliar. Jadi harga robot adalah 20% dari deposit, berlaku sama untuk semua paket.

Ini sangat aneh. Kenapa harga robot tergantung deposit? Padahal robotnya sama, fungsinya sama. Okelah ada perbedaan di komposisi bagi hasil, tapi kenapa sudah mahal-mahal beli robot masih kena bagi hasil pula?

Dari penjelasan teman saya, harga robot itu sebenarnya digunakan sebagai komisi bagi penjual, atau tepatnya member, yang merekrut downline. Jadi, saat seorang member Net89 merekrut downline, si downline itu harus ikut salah satu paket yang disediakan. Artinya, dia mengeluarkan uang untuk membeli robot sekaligus menyetor deposit modal. Dalam hal paket Starter 2, berarti dia mengeluarkan uang 3 juta ditambah 15 juta, sama dengan 18 juta.

Dari harga robot tersebut, si penjual memperoleh sejumlah komisi dan ada pula bagian untuk uplinenya dan para leader di atasnya lagi.

Jadi jelas terlihat bahwa sebenarnya keuntungan utama dari bisnis MLM Net89 bukanlah dari trading forex, tapi dari penjualan robot forex. Sementara robot forexnya sendiri makan uang investor sangat banyak dan trading forexnya pun belum pasti memberikan hasil, maka agar untung dari bisnis ini, para member harus merekrut downline sebanyak-banyaknya.

Selama masih banyak orang yang bergabung, selama itu pula bisnis ini masih berjalan dan memberikan keuntungan bagi para membernya. Tapi jika suatu saat tidak ada lagi orang yang bergabung, otomatis bisnis pun bubar, karena tidak mungkin mengharapkan untung dari kinerja robot forex belaka.

Jadi, fix bahwa Net89 adalah moneygame. Permainan uang. Skema Ponzi yang terlarang di negara kita. []

Kurs jual-beli yang sebenarnya hanya selisih 1% (sumber: bi.go.id)

Saya telah mengulas Net89 di kanal youtube saya, Asep Sopyan Network.

Posted in Bisnis | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 7 Comments

Video Lagu “Manusia Pertama di Dunia”

Manusia Pertama di Dunia adalah sebuah lagu tentang seorang yang tengah mencari belahan jiwanya. Kesepian yang dia alami membuatnya merasa seperti manusia pertama di dunia.

Lagu bisa diputar pada video di atas atau langsung di kanal youtube Asso.

Liriknya sebagai berikut:

Bagaimanakah harus kujaga diri

Agar tak mudah terserang sepi

Yang tak henti menguntit dan membayangi

Ke arah manapun aku pergi

Aku bagaikan manusia pertama

Yang dilahirkan ke dunia

Di mana dia belahan jiwa

Tempat berlabuh segala rasa

Setiap hari aku berjalan hingga ke ujung tepi

Gurun lembah gunung kuarungi

Tetapi bumi terlalu luas untuk dijelajahi

Kian letih hatiku mencari

Ho ho ho ho Du du du du

Manakala ku tertidur dan bermimpi

Bayangan indah menari-nari

Namun ketika aku terjaga

Nuansa itu segera sirna

Tinggallah aku rebah terlentang di bawah langit lengang

Menanti tangan lembut memayang

Ho ho ho ho ho Du du du du

Tuhan tolonglah hadirkan dirinya Di hadapanku utuh dan nyata

Lagu ini bisa didengarkan di saluran-saluran sbb:

Posted in Lagu, Musik | Tagged , , , , | Leave a comment