Ketika Demam

Sejak pagi aku meringkuk saja, menggigil dalam kamar. Tubuhku tak henti berkeringat, panas, kadang dingin.

Aku sendiri. Semua kawanku pergi. Tak ada yang ambilkan air, padahal lidahku sangat kering. Akhirnya aku beringsut ke dapur. Tak ada air. Tak ada yang masak pagi ini. Hanya ada setengah gelas, sisa kemarin. Kuminum. Dan aku terus menggigil. Sampai malam.

Aku tak minum obat. Tak ada yang belikan.

April 2003

This entry was posted in Puisi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s