Makna Utang

Pandeglang, Selasa 9 Desember 2008

Saya mengambil kredit motor Honda Beat, uang muka 1.5 juta, cicilan 580 ribu selama 29 bulan.

Artinya, sekarang saya punya motor dan sekaligus punya utang.

Ada dua makna ketika seseorang berutang. Pertama, dia tidak punya uang untuk beli kontan. Kedua, dia masih dipercaya pihak lain.

Saya mengakui kedua makna tersebut. Tapi agar hati saya lebih terhibur, saya memilih makna yang kedua.

Saya sadar, jika saya tidak berutang, sampai bertahun-tahun kemudian saya belum akan punya motor.

Saya juga tahu, para konglomerat-konglomerat itu pun semuanya hidup dari utang. Bahkan ada yang utangnya melebihi nilai aset yang mereka punya.

Selain itu, punya utang sebetulnya ada manfaatnya, yaitu memacu kita untuk bekerja lebih giat.

Punya utang itu barangkali seperti punya istri: hati tidak akan tenang sebelum nafkah (cicilan) terpenuhi.

Punya utang bikin hati tidak tenang. Tapi orang muda seperti saya memang belum waktunya hidup tenang. []

This entry was posted in Cathar and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Makna Utang

  1. ang says:

    kayak udah ngerasain beristri ajee…

    Asepso:

    Yah, kira2 begitu deh.

  2. SERSAN ENTOT says:

    Masa bodoh sama utang, sebagai sersan saya bisa ke toko tersebut dan mengertak cina toko supaya lupakan utang anda…saya kan sersan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s