Negosiasi dengan Maut

577038

Kepada Atik

Ibumu sebenarnya telah lama bernegosiasi dengan maut. Kalau tidak, tentu bukan tadi malam ia pulang, tapi berhari, berbulan, atau bertahun yang lalu. Kau mungkin tak merasakan bahwa setiap saat maut melibatkanmu dalam debat panjang yang melelahkan. Saat berjalan di keramaian, saat naik bis kota, saat bercanda, juga saat kau mendaki mimpi, maut mengintaimu tanpa bosan.

Tapi kini, berterimakasihlah pada maut. Ia selamatkan ibumu dari derita hidup yang mengambang. Bersabarlah, dan bersiaplah untuk pertemuan tak bertepi di alam keabadian.

Ciputat, 2004

This entry was posted in Puisi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s