Mengobati Tanpa Obat

Bagaimana Menaklukkan Ketegangan, Rasa Sakit, dan Kecemasan?

Diamondee - Cheerfulness is the Very Flower of Health (dari www.flickr.com)

Diamondee - Cheerfulness is the Very Flower of Health (dari http://www.flickr.com)

Apakah Kecemasan?

Otak kita secara teratur menerima sejumlah besar impuls syaraf. Sebagian disadari, tapi sebagian besar tidak. Impuls-impuls ini berasal dari tiga wilayah, yaitu lingkungan luar, tubuh, dan pikiran. Ketiga impuls ini harus dapat diintegrasikan agar otak kita dapat bekerja dengan baik. Jika jumlah impuls terlalu besar sehingga tidak dapat diintegrasikan secara lengkap, otak menjadi tidak mampu untuk menguasai keadaan. Inilah yang kita rasakan sebagai kecemasan.

Kecemasan dapat kita ketahui dari beberapa tanda yang tampak baik dalam bentuk reaksi fisik maupun mental atau pikiran. Secara fisik, kecemasan menandakan dirinya dalam gejala-gejala seperti detak jantung meningkat, tekanan darah naik, pupil mata membesar, dan sebagainya.

Sedangkan reaksi dari mental misalnya pikiran terasa buntu sehingga tidak mampu menangani suatu keadaan, tetapi juga bisa sangat siap-siaga sehingga stimulus sekecil apapun dapat menyebabkan pikiran bereaksi, padahal biasanya tidak.

Kecemasan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Penulis buku ini membaginya ke dalam empat jenis sebab, yaitu:

1) Yang bersifat atau berkaitan dengan masalah seksual, misalnya yang diakibatkan oleh masturbasi, pengalaman homoseksual pada awal masa dewasa, masalah seksual pada pemuda pemalu, pengalaman seksual sebelum menikah, takut hamil pada wanita, penggunaan alat kontrasepsi, dll.

2) Yang berkaitan dengan tindak agresif

3) Yang diakibatkan oleh perasaan ketidakamanan

4) Yang merupakan sifat atau karakter pribadi orang yang bersangkutan.

Mengelola Kecemasan secara Mandiri

Buku ini memberikan metode dan petunjuk-petunjuk, filosofis maupun praktis, untuk melakukan sendiri penyembuhan terhadap kecemasan. Kata kuncinya adalah “relaksasi” atau lebih tepatnya “relaksasi mental”. Penulis buku mengungkapkan hubungan antara ketegangan pada mental dengan ketegangan pada tubuh. Jika mental dalam keadaan santai atau relaks, tubuh pun akan merasakan relaks. Sebaliknya, jika pikiran dalam keadaan tegang, tubuh pun akan tegang.

Dari fakta ini, penulis buku membuka kemungkinan hubungan dari arah sebaliknya, bahwa bukan tidak mungkin kita dapat merelaksasikan mental atau pikiran kita dengan cara merelaksasikan tubuh. Dengan kata lain, relaksasi tubuh dapat membawa pada relaksasi mental. Hubungan inilah yang dijadikan oleh penulis buku sebagai prinsip dasar dari latihan menangani kecemasan.

Untuk melakukan latihan sendiri, penulis buku mewanti-wanti agar kita mampu bersabar ketika pada latihan awal kita tidak mencapai keadaan relaks. Jangan berharap terlalu banyak dalam waktu terlalu singkat. Belajarlah untuk menyukai latihan relaksasi yang kita lakukan. Yakinkan bahwa latihan mental sama dengan latihan fisik, dalam arti bahwa jika latihan fisik akan membawa pada kesehatan fisik, maka latihan mental pun akan membawa pada kesehatan mental. Saran praktis lain, jadikan perasaan relaks selalu menyertai dalam setiap aktivitas kita.

Berikutnya penulis buku menguraikan beberapa posisi tubuh yang bermanfaat untuk latihan relaksasi mental, meliputi posisi berbaring, posisi duduk, dan posisi jongkok. Dalam mengatur posisi, ada dua hal yang perlu diingat. Pertama bahwa posisi tubuh yang sulit dan tidak nyaman (misalnya posisi duduk dengan tumpuan satu kaki seperti dalam latihan yoga) itu lebih bermanfaat bagi latihan relaksasi mental; kedua, usahakan posisi tubuh yang simetris.

Juga diterangkan mengenai tempat dan waktu-waktu yang baik untuk melakukan latihan. Mengenai tempat, carilah tempat yang dirasa aman, bisa di dalam rumah ataupun di sekitar lingkungan rumah, atau bahkan di tempat kerja. Mengenai waktu, sesuaikan dengan jadwal kita. Kita bisa melakukan latihan sehabis bangun tidur, menjelang berangkat kerja, ketika rumah dalam keadaan sepi, pagi, siang, malam. Durasinya bisa lima menit, sepuluh menit, satu jam; sekali sehari, dua kali sehari, lima kali sehari; makin lama dan makin sering makin bagus.

Mengelola Rasa Sakit

Rasa sakit bisa terjadi pada aspek fisik maupun mental. Buku ini menawarkan metode untuk mengelola kedua jenis rasa sakit itu. Rasa sakit diperlukan sebagai peringatan atas adanya suatu perasaan kekurangan dalam tubuh atau mental kita. Lapar, misalnya, merupakan peringatan agar kita makan. Haus merupakan peringatan agar kita minum. Tanpa rasa kekurangan ini, tidak mungkin kita akan melakukan sesuatu untuk menghilangkannya.

Tetapi seringkali rasa sakit itu terasa begitu hebat (eksesif). Terhadap rasa sakit jenis ini kadang tubuh kita tidak mampu memberikan peringatan, bahkan tidak memberikan peringatan sama sekali sehingga kita tidak dapat merasakannya. Tahu-tahu sudah gawat saja.

Bagaimana mengelola rasa sakit secara mandiri? Ada enam prinsip yang perlu diperhatikan. Pertama, mengurangi level kecemasan. Kedua, menghindari reaksi psikologis yang menambah rasa sakit. Ketiga, memanfaatkan reaksi psikologis yang dapat mengurangi rasa sakit. Keempat, mempraktikkan latihan relaksasi mental. Kelima, mengondisikan diri menghadapi rasa sakit. Keenam, menerima rasa sakit dalam bentuknya yang murni.

Sama seperti kecemasan, penyembuhan terhadap rasa sakit juga menggunakan metode relaksasi mental. Yang paling utama adalah pertama-tama kita harus mengetahui sebab dari rasa sakit itu, apakah dari sebab fisik atau mental. Sebab yang bersifat mental ada yang berkaitan dengan distres, rasa bersalah (misalnya karena telah menyakiti orang lain), depresi, dan ketakutan terhadap sesuatu.

Demikian.

Disarikan dari buku Relief Without Drugs: How To Conquer Tension, Pain, and Anxiety karya Ainslie Meares.

This entry was posted in Psikologi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s