Elegi Esok Pagi (1)

2921356148_bca2823ef3_m

Mikhail Palinchak - Loneliness (flickr.com)

Dan kehampaan pun merayap, sepanjang malam, kamar ini menyuguhkan diam, tembok pucat, dan detik jam yang tertahan. Juga gelap dan uap kematian.

Aku sendirian. Tapi hatiku tak pernah sepi menyiarkan percakapan. Silih berganti, diskusi yang letih dan kenangan yang menjadi mimpi. Kemarin dia kucumbu -dalam angan. Siang dia pergi, dan entah akan kembali.

Dan esok, apa yang kurasakan saat terjaga dari mimpi?

Kerinduan

yang abadi.

Ciputat, April 2003

This entry was posted in Puisi and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Elegi Esok Pagi (1)

  1. riuisme says:

    peace

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s