Cathar PK8: Dua Penghuni Baru

Sayang sekali ini bukan kucingku dan bukan pula gitarku. (Mikey G Ottawa, flickr.com)

Sayang sekali ini bukan kucingku dan bukan pula gitarku. (Mikey G Ottawa, flickr.com)

Ciputat, Senin 19 Januari 2009

Sejak tiga atau empat hari lalu, kosanku kedatangan penghuni baru: dua anak kucing yang imut dan lucu. Yang satu berbulu putih dengan sejumlah bercak hitam, yang satu berbulu hitam dengan paduan warna kuning dan putih. Dua-duanya perempuan. Aih, mungkin terlalu sopan: dua-duanya betina.

Sebelum ini aku pernah memelihara kucing dua kali. Lagi-lagi dua-duanya betina. Dan dua-duanya pergi setelah melahirkan anak. Bukan pergi, tapi diusir; kosanku tidak memiliki tempat yang layak untuk menampung keluarga kucing dengan bayi-bayi yang masih menyusui.

Kalau harus memilih, kucing jantan lebih kusukai untuk dipelihara daripada kucing betina. Kucing jantan tidak melahirkan dan tidak membikin kotor dan bau isi rumah. Tapi yang datang padaku selalu kucing betina. Ya sudah, mungkin sudah jodoh.

Soal jodoh, ada hal yang menarik. Beberapa kali aku mendatangkan kucing ke rumahku, kusekap berhari-hari di dalam rumah dan kuberi makan agar dia tahu rumahnya yang baru, tapi tak lama kemudian dia menghilang.

Dua kucing yang pernah kupelihara (dalam waktu yang berlainan), dua-duanya datang sendiri ke rumahku entah dari mana. Dan kini begitu pula dua kucing kecilku yang sekarang.

Kunamai kucingku “Mio”. Dari dulu, nama kucingku selalu Mio. Nama ini disulih dari bunyinya, miauw, miauw. Dalam bahasa Cina, miauw berarti kucing. Bahasa kita juga menamai kucing dengan bunyinya, meong.

Sekarang, karena kucingku ada dua, untuk membedakannya kusebut yang satu “Mio Putih” dan yang satunya “Mio Hitam”. Nama ini mungkin akan berubah seiring pergeseran warna bulu kucing jika mereka semakin besar nanti.

Kucing termasuk makhluk yang sering membuatku terheran-heran. Ia tidak berguna tetapi banyak disukai oleh manusia, termasuk diriku. Berbeda dengan anjing yang dapat menjaga rumah, melacak jejak, dan memiliki sifat setia pada tuannya, kucing tidak memiliki sifat-sifat itu. Bahwa kucing tidak setia, bahkan dapat digolongkan pengkhianat, dibuktikan dari perilakunya suka mencuri ikan di lemari makan tuannya.

Barangkali satu-satunya kegunaan kucing ialah sebagai qurrata a’yun (penyejuk mata). Kucing dipelihara semata-mata karena keindahannya, kelembutannya, kemanisannya, kelucuannya, dan dapat menjadi teman bermain manusia. (Peran ini dapat dimainkan oleh anjing-anjing jenis tertentu).

Mungkin ada yang berkata, kucing dapat menangkap tikus. Itu betul untuk kucing kampung. Tapi kucing kota (Ciputat termasuk kota) tampaknya banyak yang telah kehilangan kemampuan ini, sebab di kota jarang terdapat tikus rumah, yang ada adalah tikus got si buruk rupa. Tikus got berukuran besar, kadang menyamai ukuran kucing dewasa sehingga si kucing seringkali lari ketakutan kalau melihat tikus got.

Ditinjau dari perspektif psikologi kesehatan, memelihara kucing barangkali tidak menyehatkan disebabkan bulu-bulunya dapat mengganggu pernafasan. Malah ada yang bilang, perempuan yang sering berdekatan dengan kucing dapat kehilangan kesuburan.

Aneh. Tapi mungkin betul.

Tapi aku tidak peduli.

Aku suka kucing. Ia adalah boneka hidup bagiku. Aku suka memeluknya, mengelus bulu-bulunya, bahkan mencium hidungnya. Dan aku sangat terhibur dengan itu. Mungkin karena aku belum punya makhluk lain seukuran diriku yang bisa kuelus, kupeluk, dan kucium🙂

This entry was posted in Cathar and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Cathar PK8: Dua Penghuni Baru

  1. hani says:

    hehe.. kok sama ya? hani juga suka kedatangan kucing. dari kucing itu masih kecil sampai akhirnya beberapa kali melahirkan, pernah duluuu banget punya kucing sampai belasan ekor,kerena si induk memang hobi melahirkan.

    kucing pertama datang dikasih nama mungil, karena memang mungil sekali, hehe.., melahirkan pertama punya anak 4, 4 bulan kemudian punya anak 2 dan melahirkan lagi yg terakhir punya anak 3. setelah anak2nya besar,orang rumah protes, akhirnya di bawa ke pasar pakai mobil.

    tiba2 datang lagi kucing kecil, punya anak lagi..
    ……..
    ……
    ……
    kalo diceritakan pun banyak banget, hehe..

    cuma yang paling berkesan,tentang perebutan kucing, haha. mau tau gak?

    beberapa bulan yang lalu kedatangan dua kucing, waktu itu, pulang dari dokter, malam sekitar pukul 10, buka pintu rumah, didepan pintu ada 2 kucing, satu putih dan satu hitam, lucu deh, gemuk banget(dah lama gk punya kucing coz yg lain marah, baunya itu lho,akhirnya semua di buang ke pasar, sedih, tapi mau gimana lagi). nah setelah si hitam dan si putih(aku kasih nama itu) masuk ke dalam, bikin susu,langsung tidur diperutku, haha..

    aku teringat, beberapa kali punya kucing, ada yang mati karena keracunan(mungkin), karena dari mulutnya keluar busa,aku sampai sedih berhari-hari. kalau kita sudah sayang ke seseorang atau sesuatu,pasti kita sulit menerima kenyataan kalau suatu hari kita akan kehilangan.

    Karena pengalaman itu, keesokan harinya aku langsung cari kandang kucing, di pamulang, harganya 160 ribu, tawar, akhirnya dgn 100ribu aku bisa memiliki kandang itu&skalian beli makanan kucing, ya di service abis2an lah. semuanya berjalan lancar. habis makan bobo, trus bab&bak. aku siapkan khusus(berisi pasir) untuk kotorannya didalam kandangnya, jadi tidak perlu keluar dari kandang. aku takut,takut kehilangan kucing lagi. pas pertama kali aku kasih mereka main, langsung lari berhamburan keluar,kerumah tetangga, akhirnya tetangga itu yg mengembalikan.
    sejak kucing dikeluarkan, setiap hari banyak anak2 yang nongkrong dirumah,untuk mengelus2 kucing ku. puncaknya, dari pagi..sampai malam,2 kucing itu gak pulang. aku bingung,pusing,harus nyari dimana?

    seperti suatu hubungan perempuan laki2, kalau kita terlaku ‘mengikat banget’, gak bisa ngapa-ngapain,gak bisa kemana-mana,ya gk bakal kuat.

    ok,balik lagi ke cerita kucing itu, berhari-hari aku keliling rumah, gk ketemu juga, akhirnya setelah beberapa hari, mama yang berhasil menemukan si hitam dekat lapangan,langsung dibawa pulang kerumah&masuk kandang lagi.
    ok,tinggal yang putih.
    keesokan harinya, mama&kiki(adik yang paling kecil)menemukan siputih tapi sudah pakai kalung,berarti selama berhari-hari ada yang sudah merawat dia.
    Jujur aja,aku marah banget, kalungnya aku lepas&simpan. keesokan harinya ada anak kecil bolak balik didepan rumah ku. aku tidur setelah sholat, jam 5 sore aku terbangun karena suara orang memanggil, aku keluar rumah, hah! ini pembantu satu RT ngumpul dirumahku, “mau kucing” satu pembantu buka suara. aku bingung, kaget,sedih marah, enak aja mau ambil, dah 4 bulan ini di service abis2an, uang ku dah abis buat kucing dah banyak banget. Di belakang si pembantu itu ada anak kecil yang menginginkan kucing itu, ok lah, dengan sangat terpaksa dikasih, aku tanya mau yg mana, si anak kecil itu bilang yg putih ,eh teman dia ikut2an minta juga yg satunya, ya gak dikasihlah.

    keesokan hari,si putih balik kerumahku lagi,badannya kotor, dekil dan kurus.
    sore,san(yang punya warung depan rumah) cerita, kalau si putih suka disiksa, ceburin ke got.
    aku pengen nangis,sedih,nggak terima. aku menyerahkan si putih bukan untuk disiksa.

    jadilah, setiap pagi siputih pulang kerumah untuk makan, malam si anak itu datang untuk ambil kucing.

    pernah sudah malam anak itu tidak datang, akhirnya kita yang datang(mama yg antar kucing itu,tapi kalau dipikir2 lucu juga ya,cuma kucing kampung sampai segitunya).
    mama yg cerita,kandangnya kecil banget, untuk masuk pun ya harus didorong,dipaksa masuk sama tu anak&didalam kandang itu gk disiapin apa2,gk ada minum /makan).

    ya gitulah tiap hari, malam sama anak itu, pagi udah balik kerumah, badannya kotor banget, aku mandiin dulu sampai bersih, makan (berarti setiap hari aku harus tetap menyiapkan makanan kucing untuk ukuran 2 ekor,padahal yg satu sudah dikasih ke anak itu).

    aku terrmasuk tipe orang yang suka merawat&memelihara. dan aku juga gk tegaan, gampang kasihan. walaupun aku harus kehilangan si putih, paling itu hanya sementara, karena kucing tahu siapa yang baik&sayang sama dia.

    dipikir2 lagi, kok enak banget ya tu anak, tinggal terima bersihnya tu kucing. lama2 jadi males juga ngurusin, dan sudah tidak ada acara mandiin si putih lagi.

    suatu hari,mama kasih kucing itu lagi,tapi pulang lagi dengan membawa si putih, katanya anak itu sudah tidak mau kucing itu lagi, dan selain itu kakaknya yg tidak suka kucing baru pulang dari bandung. horeee.. (bulan agustus)

    keesokan harinya si anak itu bilang dia sudah dapat kucing kecil yang baru, oh syukur deh… jadi nggak ada tuh acara bolak balik kucing, hehe…

    tanggal 29 januari itu aku dapat lagi kucing kecil(pas subuh aku dengar suara kucing kecil, aku pikir itu halusinasi atau suara kucing kecil aku yang sudah mati, tapi ternyata memang ada kucing kecil lagi),aku panggil si anak kecil

    sekarang ada 3 kucing, lucu deh kalau lagi ngumpul, si kecil menghampiri si hitam &putih,berciuman bergantian, haha.., Karena ada yg kecil, sihitam &putih dikeluarkan dari kandang, walaupun bebas,mereka tahu dimana rumahnya.

    kucing,memang seperti boneka hidup, aku juga memeluk dan mengelus dia. tak jarang aku menggendong selayaknya seorang bayi, haha..

    sory kalau kepanjangan

    Asep:
    Makasih Honey. Kayaknya sudah waktunya kita punya bayi sendiri🙂, punya boneka hidup yang benar-benar mirip diri kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s