Etiket Penjual kepada Pembeli

Jumat, 27 Februari 2009, saya membeli tiga buku di TB Gerak Gerik, Jl. Pesanggrahan Ciputat, samping kampus UIN Syahid Jakarta. Toko buku ini termasuk langganan saya. Sesudah membayar, penjaga toko seperti sibuk membereskan sesuatu, dan membiarkan saja tiga buku tersebut tergeletak di depannya. Saya menunggu beberapa saat, mungkin tak lama lagi dia akan membungkusnya dengan kantong plastik. Ternyata tidak ada tanda-tanda ke arah itu.

Maka saya berkata, ”Plastikin dong.”

Penjaga toko itu, seorang perempuan, menjawab, ”Sudah tahu ke Gerak Gerik, kok gak bawa plastik sendiri?”

Tanggapan yang aneh.

Hal ini saya alami dua kali. Bulan Januari pun saya membeli buku tiga buah, dan waktu itu si penjaga toko berkata, “Makanya kalau ke Gerak Gerik bawa tas dong.”

Sepertinya toko buku Gerak Gerik memang tidak menyediakan kantong plastik untuk membungkus barang belanjaan. Diasumsikan bahwa yang datang ke situ adalah para mahasiswa yang membawa tas, sehingga kantong kresek tidak diperlukan lagi. Tetapi asumsi seperti itu rasanya agak egois. Seorang pedagang mestinya melihat sesuatu dari perspektif pembeli, bukan dari perspektifnya sendiri. Hal itu mirip dengan tulisan yang biasa terpampang di ruang masuk kantor militer: ”SUDAH RAPIKAH PAKAIAN ANDA?”.

Selain itu, jawaban si pelayan yang ketus dan bernada menyalahkan rasanya sangat tidak pantas. Kalau memang pembeli harus bawa tas atau kantong plastik sendiri, setidaknya tulis besar-besar di depan toko, misalnya ”KALAU BELI DI SINI HARAP BAWA PLASTIK SENDIRI”, atau ”DI SINI TIDAK DISEDIAKAN KANTONG PLASTIK”.

Kantong plastik memang bermasalah dari sisi lingkungan hidup sebab biasanya ia berakhir di tempat sampah dan menjadi sampah yang susah diurai. Namun poin yang saya keluhkan di sini bukan itu, melainkan bagaimana sepantasnya etiket penjual melayani pembeli. []

This entry was posted in Cathar and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Etiket Penjual kepada Pembeli

  1. hani says:

    aku pun di lokasi yang sama, menyayangkan hal itu terjadi. dari nadanya saja ketus gitu. belum ikut penataran penjaga toko kali, haha….

    Pemilik Gerak Gerik siapa?

    Asep:
    Bang Tion.

  2. abi says:

    lain kali jadilah penjaga toko. biar merasakan lelahnya bekerja menjual buku.
    pembeli juga perlu dididik hatinya biar merasakan nikmatnya belanja di gerak gerik, hehehe😀

    salam
    abi

    @Salam. Ini Abi sang bisnisman kan? Hehe. Makasih sudi berkunjung. Kebetulan sy pernah jg jadi penjaga toko buku. Tapi gak pernah tuh nyusuh pembeli bawa kantong plastik/tas sendiri.

    Salam,

    Asep S

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s