Dua Pertunjukan

Mengenang 3 Tahun Pram

Jumat siang 24 April 2009, sekitar pukul 2, aku dan husnil melarikan motor ke Goethe Haus, Menteng. Aku belum pernah ke Goethe sebelumnya. Kata Husnil, ikuti saja P20. Sampai di Goethe pukul 3. Acaranya adalah peringatan tiga tahun wafatnya Pramoedya Ananta Toer.

Waktu kami datang, di ruang teater sedang diadakan bedah buku Bersama Mas Pram, karya Koesalah Soebagyo Toer dan Soesilo Toer. Dua-duanya adik dari Pram. Buku ini adalah sebuah memoar tentang Pram dan keluarga besarnya. Pembicaranya Nirwan Ahmad Arsuka dan Dr. Julianti Parani. Moderator Okky Tirtoadhisuryo. Tadinya kupikir moderator ini cucu atau cicitnya Tirto Adhi Suryo, nama asli Minke dalam Bumi Manusia. Ternyata, kata Husnil, dia cuma nampang beken nama tokoh pergerakan nasional tersebut. Mungkin dia terobsesi dengan tokoh Minke dan Pram. Tapi kelihatannya penguasaannya atas karya-karya Pram cukup lumayan.

Diskusi selesai pukul 4. Setelah diseling ngopi (coffee break), ada diskusi lagi dengan tema Pram di Balik Jeruji Besi. Pembicaranya teman-teman Pram sewaktu di penjara Salemba dan pulau Buru. Ada Dr. Manto, Ir. Djoko Sri Mulyono, dan Masdur. Moderator Jusuf Soewadji, M.A. Diskusi selesai pas lewat magrib.

Habis itu makan. Makan soto.

Pukul 7 malam, acara dilanjutkan lagi dengan aneka pertunjukan. Tarian mengiringi tembang megatruh, pembacaan puisi, menyanyikan lagu Ave Maria oleh Fani (cucu Nyoto) diiringi piano, pembacaan kutipan buku Nyanyi Sunyi Seorang Biru oleh Ria Irawan, pertunjukan teater Tabur (Teater Buruh), dan paduan suara mahasiswa UKI yang menyanyikan lagu ”Untukmu Pram” karya Eros Jarot. Acara selesai pukul 9.

Yang indah dari acara pertunjukan ini adalah saat Fani menyanyi. Tiga lagu dia bawakan: Ave Maria, Indonesia Pusaka, dan River of Dream. Suaranya falseto khas paduan suara, tapi sendirian. Mirip teknik yang dipakai Gita Gutawa.

Pertunjukan Teater Buruh juga bagus. Kritik keras terhadap sistem kontrak dalam ketenagakerjaan di Indonesia.

Paduan suara mahasiswa UKI. Terhadap paduan suara aku selalu terpikat.

Habis itu pulang.

O ya, selama di Goethe aku numpang salat dua kali, salat asar dan salat magrib. Tapi tempat salatnya kecil sekali, memanjang ke samping sehingga hanya muat satu baris dengan total jamaah lima orang. Salat asar kudirikan di musala tsb. Tapi salat magrib kulakukan di lantai di atas musala yang ternyata bagian atap. Tempatnya berdebu, tapi its ok.

Kiai Kanjeng Cak Nun

Dari Goethe langsung ke lapangan ISCI di Kertamukti, pinggir situ gintung. Sampai jam 10 malam. Pertunjukan Emha selalu menginspirasi, terutama ceramah-ceramahnya yang menyelingi lagu-lagu. Salah satu petikan yang kuingat dalam bahasaku sendiri, ”Kalau kamu mengejar jabatan, berarti kamu lebih kecil dari jabatan. Kalau kamu lebih besar dari jabatan, kamu tidak akan mengejar jabatan dan tidak akan kecewa jika tidak mendapatkannya.”

Pertunjukan Cak Nun selesai hampir jam 12. Acara ini dimaksudkan untuk menghibur para korban bencana situ gintung.

Berikutnya, aku akan menjadi anggota klub Kenduri Cinta agar selalu mendapat informasi kapan Cak Nun manggung.

Aku juga akan sering mencari jadwal di pusat-pusat kebudayaan seperti Bentara Budaya, TIM, Goethe, TUK, Erasmus, Usmar Ismail, dll. Dalam beberapa bulan ke depan, aku sudah harus mengunjungi pusat-pusat kebudayaan yang belum kukunjungi, terutama yang ada di kedutaan-kedutaan asing.

Jumat atau Sabtu akan kualokasikan untuk kebutuhan itu. []

This entry was posted in Cathar and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Dua Pertunjukan

  1. tjontong says:

    Acara Cak Nun – Kiai Kanjeng di Jakarta:
    Tgl 4, Jam 9 sd 13.00 : Sarasehan 52 tahun Lembaga Administrasi Negara : Beberapa Catatan Awal untuk Pemerintah Baru. Tempat, Aula Lembaga Administrasi Negara Jl. Veteran 10 Jakarta
    Tgl 5, Jam 19.30 : Pagelaran Budaya: Peradilan bersih untuk Keadilan Sosial dalam Budaya ”serba Boleh”. Tempat, Gedung Komisi Yudisial Jl.Kramat Raya 57 Jkt.
    Tgl 10, Jam 19.30 : Deklarasi Hari Konservasi Alam Nasional di Ruang Auditorium Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti (CNKK-Letto)
    Tgl 14, Jam 20.00 : Kenduri Cinta
    Tgl 15, Jam 20.00 : Maiyahan di halaman RS Budi Kemuliaan Jakarta.

    AsepSo:
    Terima kasih infonya. Kalau Sabtu minggu insya Allah saya bisa usahakan hadir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s