Curious George

Akhir-akhir ini aku selalu menonton serial kartun Curious George, kisah tentang seekor monyet yang cerdik dan selalu ingin tahu hal-hal baru. Serial ini diputar di ANTV setiap pagi pukul 06.30 s.d. 07.00. Aku biasa menontonnya sambil makan nasi uduk yang kubeli di perempatan Sedap Malam, setelah sebelumnya menyelesaikan sesi latihan lari, lompat tali (skipping), push-up, dan angkat beban.

Serial ini lucu, tentu saja. Tapi yang lebih menarik bagiku adalah karena tidak ada karakter jahat di dalamnya. Semua tokoh adalah orang baik dan tulus dan ramah dan periang dan senang membantu. Di serial ini tidak ada adegan marah-marah atau bentak-bentak, padahal alasan untuk itu selalu ada. Si monyet George sering melakukan kesalahan atau kecerobohan yang kadang merugikan orang lain, minimal bikin jengkel. Tapi orang-orang tidak pernah memarahi si monyet. Kebanyakan kisah diisi dengan hal-hal yang riang, menyenangkan, atau mengharukan. Nyata sekali serial kartun ini didesain untuk menjauhkan anak-anak dari sifat-sifat kekerasan, kelicikan, kebusukan, dan semacamnya (sesuatu yang kerap dipertontonkan dalam sinetron-sinetron kita).

Ternyata sebuah cerita dapat tetap mengasyikkan meski tanpa peran antagonis. []

This entry was posted in Cathar and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s