Aku Mencintaimu dengan Diam

2047229175_205a130cb1_m

Aku mencintaimu dengan diam.

Tak ada kata kau terima. Tidak pula tanda. Segala makna telah kuhembuskan ke udara, menyusup dan mengendap di serat-serat dedaunan, sejenak merasakan hijau kuningnya dan coklatnya, hingga angin pun menyentuh, meluruh, menjadikannya serbuk yang kan menyuburkan bumi.

Dengan cinta.

Ciputat, April 2003

This entry was posted in Puisi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s