Novel Milan Kundera: Tanpa Emosi

Sabtu, 22 Agustus 2009

Milan KunderaSejak dua hari lalu aku membaca terjemahan The Unbearable Lightness of Being karya Milan Kundera. Novel ini baru kubaca dua atau tiga kali, sekali baca paling-paling belasan halaman, dari total 455 halaman. Aku tidak kuat membacanya lama-lama dan banyak-banyak. Aku tidak tahu apakah akan membacanya sampai tamat atau tidak.

Sebelum ini, pada tahun 2005 atau mungkin 2006, aku telah membaca Kekekalan (L’Immortalite). Kekekalan kutamatkan dalam beberapa bulan, cukup lama untuk sebuah novel. Memang novel Milan Kundera selalu tidak mudah dibaca, setidaknya bagiku. Novel Milan Kundera tidak mudah membuat pembacanya terlibat. Novel Milan Kundera terlalu intelektualis, terlalu banyak renungan filosofis, sering kali dalam bentuk esai atau setengah esai. Setiap membaca novelnya, aku merasakan sebetulnya Milan Kundera tidak hendak bercerita, melainkan ingin mengupas suatu persoalan dengan menampilkan cerita sebagai contoh. Hal ini didukung fakta bahwa pencerita, yakni Milan Kundera sendiri, sering masuk ke dalam novelnya dalam rupa kata ganti orang pertama (saya) untuk mengomentari sikap dan tingkah laku para tokoh.

Jika novel Milan Kundera memang tidak enak dibaca, kenapa aku memaksakan membacanya? Terus terang, hal itu semata-mata karena pengarangnya Milan Kundera. Nama Milan Kundera terlalu besar untuk dilewatkan. Meskipun dia tidak meraih hadiah nobel, nama Milan Kundera jauh lebih terkenal daripada banyak pemenang nobel. Teori-teori dan gagasannya banyak diperbincangkan, kalimat-kalimatnya banyak dikutip orang. Ungkapan yang terkenal,  ”Perjuangan melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan lupa,” berasal dari novelnya The Book of Laughter and Forgetting (biasanya diterjemahkan Kitab Lupa dan Gelak Tawa). Novel ini baru kubaca belasan halaman. Tidak kuselesaikan karena masih berbahasa Inggris dan bukunya keburu diambil oleh yang punya.

Jika seseorang memiliki nama yang besar yang terkenal, tentulah dia bukan sembarang orang. Kesan itu memang kudapatkan setelah membaca Kekekalan. Pengetahuannya sangat ensiklopedis, renungannya dalam dan sering mengagetkan. Sepertinya dia telah membaca pemikiran seluruh filosof, dia menguasai sejarah, psikologi, politik, linguistik, sastra, dan banyak lagi cabang pengetahuan.

Meskipun demikian, terus-terang Kekekalan tidak kuingat lagi jalan ceritanya. Novel ini tidak terlalu berkesan bagiku. Membacanya tidak menimbulkan perasaan senang, atau haru, atau sedih.

Sementara ini, dapat kusimpulkan bahwa novel Milan Kundera adalah novel tanpa emosi.

Jika aku membaca kelanjutan bacaanku sebelumnya, itu kulakukan bukan karena penasaran bagaimana cerita selanjutnya. Aku hanya merasa takut percuma atau tidak mendapatkan apa-apa jika membaca buku, khususnya novel, secara tidak selesai. Sayangnya, terlalu sering aku membaca buku tidak sampai tamat.

Setelah Kekekalan, aku pernah membaca Identitas. Tapi meski tipis, novel ini tidak berhasil kuselesaikan. Gairahku sudah pudar di bagian-bagian awal.

Sekarang, meski telah kuniatkan, aku tidak yakin dapat menyelesaikan membaca novel The Unbearable. Banyak pengamat menyebut, inilah novel Milan Kundera yang terindah dan terbaik mutunya.

Tapi entahlah. []

This entry was posted in Esai Sastra and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Novel Milan Kundera: Tanpa Emosi

  1. ikwal setiawan says:

    gan,maaf sbelumnya novel kekekalan nya msih ada saya mau beli

    @Maaf gan, dulu sy juga pinjam teman🙂. Terima kasih udah mampir.

  2. Isna says:

    Kang Asep, klo boleh saya mau tau penerbit novel2 Milan Kundera itu, baik yg sudah ditrjemahkn maupun blm. sblmnya makasih… ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s