Elegi Esok Pagi [2]

2679777476_df691eaa3b_t

Dan malam hanya menunda kepedihan, untuk pagi, yang entah seperti apa rupanya. Aku takkan terpejam. Biar kuhayati helai demi helai kegelapan. Keraguan. Di balik sana mungkin ada terang. Tapi aku tak ingin pergi. Biar tetap di sini. Menanti. Biar segalanya tertunda. Derita, juga bahagia. Kunci telah kuserahkan. Biar kau yang tentukan. Atau biar segalanya tertahan. Tanpa jawaban, juga kepastian. Aku tak hendak mengira-ngira: hatimu jatuh pada siapa. Tak berguna. Hanya memperkoyak perihku saja, bila esok kau bawa luka.

Atau kau tak bawa apa-apa. Atau mungkin kau tak pernah tiba.

Biar, ini malam lebih indah kurasa.

 

Ciputat, April 2003

This entry was posted in Puisi and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Elegi Esok Pagi [2]

  1. rarajuli says:

    bagus :))

    @TQ :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s