Mohon Tidak Mengeluh di Fesbuk

Dinding fesbuk adalah ruang publik. Ia ibarat muara tempat yang murni dan yang cemar berkumpul. Kita tidak bisa membersihkan muara hingga menjadi sebening mataair atau sesuci lautan, tapi kita mampu untuk tidak membuang sampah di sana.

Di antara bentuk sampah yang kerap mencemari dinding fesbuk adalah keluhan. Sedapat mungkin, masalah pribadi hendaknya tidak kita ungkapkan di fesbuk, sebab aura negatifnya mudah menyebar ke arah-arah yang tidak selalu bisa kita prediksi, dan mungkin suatu saat akan berbalik kepada kita dalam bentuk yang lebih tidak menyenangkan. Jangan biarkan terlalu banyak orang tahu keadaan kita saat sedang lemah. Tidak semua mereka bisa dipercaya. Mungkin ada sejumlah orang yang menunjukkan simpati atas keluhan kita, tapi kita tak pernah tahu apa yang sebenarnya bercokol di benak mereka.

Lihatlah SBY; dia mengeluh di ruang publik (memang bukan di fesbuk), dan tak lama setelah itu beribu cemoohan menghunjam ke arahnya.

Kita memang bukan seorang presiden yang diharapkan selalu tampil bak dewa penyelamat, dan kebanyakan kita bukanlah pejabat publik. Tapi setiap kita bisa menjadi kuat dan setiap kita bisa menularkan kekuatan itu ke sekeliling dan kepada orang-orang yang berhubungan dengan kita.

Di dunia ini hanya ada satu jenis orang yang boleh mengeluh, yaitu gadis cantik. Ini mungkin terdengar tidak adil, tapi begitulah kenyataannya. Gadis cantik boleh mengeluh sebab dengan itu laksaan perhatian dan simpati, terutama dari para pria, akan berlabuh di pangkuannya. Meskipun demikian, orang-orang akan berbicara dengan lebih kagum tentang gadis cantik yang mampu menunjukkan kekuatan pribadinya.

Mengeluh berbeda dengan mengeluhkan. Mengeluh adalah tentang diri sendiri, dan biasanya cenderung membuka kelemahan atau aib pribadi. Karena kita tidak ingin orang lain membeberkan aib kita, hendaklah kita tidak memulainya dari diri sendiri.

Sedangkan mengeluhkan terarah kepada pihak lain. Mengeluhkan dapat bermanfaat jika berkaitan dengan kepentingan umum. Jika kita mengeluhkan buruknya pelayanan instansi pemerintah di daerah kita, itu diperlukan agar instansi tersebut memerbaiki kinerjanya.

Tapi keluhan semacam ini pun jangan lantas berubah menjadi cacian dan makian. Ini adalah sampah dalam bentuk lain yang, sayangnya, banyak juga bertebaran di dinding fesbuk.

Sebetulnya mengeluh itu manusiawi. Tapi tidak setiap yang manusiawi boleh dengan mudah dijadikan alasan untuk memaklumi.

Jika kita ingin mengeluhkan sesuatu, sampaikanlah hanya kepada orang atau orang-orang yang kita percayai, yang kita yakini tidak akan membuka keburukan kita kepada orang lain, dan lebih disukai jika ia dapat membantu meringankan beban kita.

Jika kita tidak menemukan orang semacam itu, tulislah keluhan kita di buku harian. Ia lebih dapat kita percayai dibanding siapapun.

Atau mengadulah kepada Tuhan. Dia akan membantu kita keluar dari jeratan masalah dan melepaskan kita dari beban yang menekan. Atau paling tidak, Dia akan melapangkan dada kita sehingga tak ada persoalan apapun yang membuat kita berduka. Dia akan menguatkan hati kita sehingga tak ada hinaan apapun yang membuat kita terluka.

Atau jika kita memang tidak bisa selain menuliskan keluhan di fesbuk, pilihlah kata-kata yang mampu melindungi kita dari anggapan negatif orang lain. Misalnya kata-kata yang bernada netral atau bersifat humor atau atau kata-kata yang mengandung metafora.

Ya, boleh saja kita tidak peduli dengan anggapan orang lain tentang diri kita. Tapi yang tidak kalah merugikan adalah persepsi negatif kita tentang diri sendiri.

Sebenarnya tulisan ini pun dapat dianggap sebuah keluhan; keluhan atas betapa mudahnya orang mengeluh melalui fesbuk. Semoga ini adalah keluhan yang terakhir. Dariku. []

This entry was posted in Sosial and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to Mohon Tidak Mengeluh di Fesbuk

  1. sedjatee says:

    hati-hati, sekarang banyak orang fobi…
    gunakan pisbuk dengan baik…
    salam sukses..

    sedj

  2. Ismail Agung says:

    setuju sekali…
    FB bagai pisau bermata dua… musti hati-hati klo nggak mau tertusuk sendiri…

    salam acuh

    http://agungsmail.wordpress.com

  3. akbar says:

    ternyata keluhan di FB memiliki dampak negatif >>>>> thank tulisannya……….mengingatkan akan betapa berpengaruhnya dunia maya ketika kita salah memnfaatkannya.

    Asep:
    Sebetulnya bukan hanya keluhan di FB. Mengeluh itu, di manapun, sebaiknya tidak menjadi kebiasaan kita. Mengeluh artinya memertontonkan kelemahan.

  4. indira says:

    Terimakasih, saya diingatkan untuk bersikap tegar..hanya satu tempat untuk mengeluh…Tuhan yg maha kuasa..- dan dihadapan manusia tunjukan ketegaran kita..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s