Modus Horor Abdullah Harahap

Dalam acara peluncuran buku Kumpulan Budak Setan di Teater Salihara, 17 Februari 2010, Eka Kurniawan menceritakan sebuah modus yang kerap digunakan Abdullah Harahap dalam cerita horornya. Saya tuliskan cerita tersebut dengan sedikit modifikasi.

Pada suatu malam, suami pamit kepada istrinya untuk pergi ke satu tempat, katakanlah ke kampung lain, dan kemungkinan besar harus menginap. Tapi baru beberapa menit angkat kaki, suami kembali pulang. Istrinya heran. “Kok balik lagi, Bang?”

“Enggak jadi sekarang,” jawab suami. “Besok saja perginya. Malam ini mendingan aku nginap di rumah sendiri.”

Malam itu mereka berhubungan suami istri. Besoknya pagi-pagi sekali suami pergi.

Tak berapa lama, suami datang lagi. Istrinya heran. “Enggak jadi lagi, Bang?”

Ganti si suami yang heran. “Enggak jadi apa?”

“Lo, barusan Abang pergi. Kok sekarang balik lagi?”

“Barusan? Abang, kan, perginya tadi malam?”

Nah, kata Eka, yang jadi pertanyaan, suami yang datang semalam itu siapa?

Hiyy!

This entry was posted in Esai Sastra and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Modus Horor Abdullah Harahap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s