Aku Merindukanmu [2]

Aku merindukanmu seperti orang puasa menanti saat berbuka. Semacam lapar yang nikmat. Sejenis haus yang lezat. Tersiksa, tapi suka. Lelah, tapi indah. Menderita, tapi bahagia. Sebentuk ujian yang menyehatkan bagi jiwa.

Aku merindukanmu serupa orang puasa, dan aku rela. Sebab aku tahu dahaga ini ada ujungnya. Dan ujung itu pasti datangnya.

Yakni sebuah pertemuan.

Denganmu.

Sedap Malam, 27 Juli 2010

This entry was posted in Puisi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s