Aku Merindukanmu [3]

Aku merindukanmu laksana pelari memburu garis finish. Bagai wartawan mengebut deadline. Serupa buruh menunggu upah. Seperti ibu-ibu mengantre minyak tanah. Bagaikan kreditor menagih utang. Mirip pelacur tua menanti pelanggan. Seakan sopir angkot mengejar setoran. Dan seumpama entah apa lagi.

Mungkin di antara kiasanku ada yang keterlaluan. Tapi itulah aku. Dan, seperti katamu, kau suka itu.

Sedap Malam, 27-29 Juli 2010

This entry was posted in Puisi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s