Pindahkan Ibu Kota, Istana Merdeka Jadikan Museum Saja

Senin, 2 Agustus 2010

Istana Merdeka

Banyak anak sekolah dan masyarakat ingin tahu isi dalam Istana

Pagi ini MetroTV menawarkan wacana bagus dalam Editorial: Pindahkan Ibu Kota. Aku setuju sekali. Memindahkan ibu kota negara berarti memindahkan istana berikut kantor-kantor kementerian, kantor DPR, kantor MA, kantor MK, dan kantor-kantor lain yang menjadi simbol pusat negara. Ibu kota di Jakarta sekarang sudah tidak efektif lagi. Para pejabatnya terlalu banyak menghabiskan waktu di perjalanan pergi ke dan pulang dari kantor. Belum lagi iring-iringan mereka turut menyumbang kemacetan di jalan raya, bahkan ada yang sampai menimbulkan korban nyawa.

Usulku, buat sebuah kawasan baru khusus untuk menampung kantor-kantor pusat itu. Bisa di Jawa, lebih bagus di luar Jawa. Pusat pemerintahan harus bebas dari kemacetan agar para pejabat dari presiden sampai menteri, anggota dewan, dan lain-lain dapat bekerja lebih efektif. Tentu saja, presiden harus tinggal di istana dan para pejabat harus mau tinggal di komplek atau perumahan dinas yang diperuntukkan bagi mereka selama memegang jabatan.

Sementara itu Jakarta biarkan sebagai pusat bisnis atau komersial dan pusat-pusat lainnya sebagaimana selama ini telah diperankan.

Apakah dengan dipindahkannya ibu kota, Jakarta akan terbebas dari kemacetan?

Patut dicatat: pemindahan ibu kota bukan agar Jakarta terbebas dari kemacetan. Sebagai pusat bisnis saja sudah cukup membuat Jakarta dipenuhi banyak kendaraan. Ini persoalan lain dengan solusi yang lain pula. New York sebagai pusat bisnis Amerika adalah salah satu kota termacet di dunia.

Dipindahkannya ibu kota lebih ditujukan untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan, yakni agar pemerintahan dapat berjalan dengan lebih efektif, cepat, efisien, dan murah. Kalau istana negara dan kantor-kantor kementerian dibangun berdekatan dalam satu komplek, presiden akan lebih gampang memanggil menteri-menterinya.

Bagaimana dengan Istana Merdeka? Jadikan sebagai museum, sebab ia memiliki nilai sejarah tinggi. Banyak orang ingin tahu seperti apa istana itu di dalamnya. Nantinya, Museum Istana Merdeka bisa dijadikan salah satu target studi wisata anak-anak sekolah.

Banyak model untuk negara yang memisahkan pusat pemerintahan dengan pusat-pusat lainnya. Amerika, pusat pemerintahan di Washington dan pusat bisnis di New York. Australia, pusat pemerintahannya di Canberra. Malaysia juga sudah membangun kota pusat pemerintahan di Putrajaya, sedangkan Kuala Lumpur tetap sebagai pusat bisnis. Arab Saudi juga berbeda letak istana dan pusat bisnisnya, yaitu di Riyadh dan Jeddah. []

This entry was posted in Politik and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Pindahkan Ibu Kota, Istana Merdeka Jadikan Museum Saja

  1. menurutku yang sebaiknya pindah bukan ibukotanya… tetapi gimana kalo unsur yang lainnya. contohnya DPR di pindah ke Makasar, MA dan Lembaga Peradilan / Hukum ke JayaPura, TNI/POlri ke Surabaya, Departemen Pertambangan ke Kalimantan, Dept Perkebunan dan kehutanan ke sumatera…
    bisa merata dan adil tho, jadi penyebaran kepadatan penduduknya juga merata..
    gimana?

    aniwey, kalo butuh informasi tentang angkutan umum silahkan kunjungi Rute Transportasi Angkutan Umum di Indonesia

    @Boleh juga begitu. Tapi kementrian sih baiknya tetap dekat dgn istana, biar kalo dipanggil rapat kabinet bisa lekas datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s