Nak

1
Setiap kali menyaksikan spermanya muncrat
Di lantai kamar mandi
Dia berucap
: Kau beruntung, nak
Batal menjadi manusia
Sehingga kau tak perlu kesepian
Seperti bakal ayahmu ini

2
Setiap kali merasakan maninya nyemprot
Di dalam rahim istrinya
Dia berbisik
: Lekaslah menjadi manusia, nak
Agar ayahmu bangga
Telah berhasil membuktikan diri
Dan ibumu gembira
Telah menjadi perempuan sejati

3
Proteslah, nak (kalau kau bisa)
Tapi begitulah kiranya
Jika kau terbuang dan sirna
Maka itu demi kebaikanmu
Dan jika kau terlahir ke dunia
Itu adalah demi kebahagiaan orangtuamu

Pandeglang, 13 September 2010

This entry was posted in Puisi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s