Hutang atau Utang?

KBBI edisi ketiga memasukkan kedua-duanya dalam entri, namun menyarankan untuk memakai kata utang. Pilihan yang bagus, karena kita tahu ada istilah piutang, tapi tidak ada istilah pihutang.

Mengapa orang-orang banyak yang menyebut kata hutang, secara lisan maupun tulisan?

Ini adalah masalah yang banyak menimpa kata berhuruf awal h. Misalnya, himbau (kadang menjadi imbau), hisap (isap), hutan (utan), hadang (adang), halang (alang), hantar (antar), hitung (itung), hujan (ujan), dll.

Terkadang kamus mengadopsi kedua-duanya, terkadang salah satu saja, terkadang menyarankan salah satu. Tapi masyarakat pengguna bahasa lebih sering menggunakannya secara bergantian. Kalaupun bukan dalam konteks formal, mereka menerapkannya dalam ragam percakapan. Itung, ujan, dan utan terdengar tidak baku, tapi sebagian orang mengucapkannya begitu.

Huruf h memang bukan jenis huruf yang tegas pengucapannya. Itulah sebabnya ia sering luluh oleh huruf setelahnya. Dan itu tidak masalah. Karena bahasa adalah sesuatu yang hidup. Ia bisa berubah dan berkembang. Demikian.

This entry was posted in Bahasa and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s