“Rumahku Surgaku” Nasida Ria

Ciater, Senin 17 Januari 2011

Akhir-akhir ini di benakku sering terbayang-bayang sebuah lagu kasidah dari Nasida Ria. Judulnya aku lupa, tapi yang kira-kira pantas adalah “Rumahku Surgaku”. Lagu ini sering kudengar waktu masih usia SD, sebab aku sering ikut-ikutan ibuku kalau dia sedang berlatih kasidah bersama grup kasidah yang dipimpinnya di kampung.

Dan sebulan terakhir ini, sejak aku tinggal di kontrakan di Ciater bersama istriku, lagu ini tiba-tiba muncul di kepalaku setelah belasan tahun tak kudengar. Dan sekali teringat, aku seperti langsung hafal semuanya dari baris pertama sampai terakhir.

Lagu ini sangat indah. Sungguh. Liriknya menyentuh. Dan jika menyanyikannya, aku kerap terharu hingga menitik air mataku setiap kali sampai di lirik-lirik tertentu, walau sebenarnya ini lagu tentang kebahagiaan. Dan kurasa hal ini juga dipengaruhi oleh persepsiku tentang suasana di rumah tetangga kontrakanku, sebuah keluarga dengan dua anak yang lucu-lucu dan ceria, rumah yang bersih dan rapi meski banyak barang-barang, seorang suami yang pergi pagi pulang petang, dan seorang ibu yang masih tampak muda meski sudah menikah sepuluh tahun.

Oh, Nasida Ria. Kenangan masa kecil yang tak mungkin terhapus begitu saja. Boleh dikata, inilah grup dan jenis musik yang paling setia mengiringi pertumbuhanku dan ikut berpengaruh dalam membentuk tanggapan awalku tentang dunia. Suatu saat aku ingin menulis esai panjang tentang grup kasidah ini, warna musiknya, dan pandangan dunia di balik lirik-liriknya, serta membandingkannya dengan jenis musik bernuansa Islami yang baru kudengar saat kuliah dan hingga sekarang (entah kenapa) sulit kucintai: nasyid.
Dan hari ini, kembali aku mendengar lagu ini dinyanyikan grup kasidah di acara hajatan tetangga. Aku tidak ke sana, tapi suaranya terdengar sampai ke kamarku. Aku pergi ke dapur untuk mendengarkan dengan lebih jelas, dan ternyata hafalanku tidak sempurna. Ada satu bait refrein yang tertinggal, dan beberapa liriknya tertukar dengan lirik di refrein satunya.

Di bawah ini kutuliskan lirik lagu ini lengkap berikut kunci-kuncinya. Aku agak lupa beberapa kata tertentu, namun daripada kosong, bagian yang terlupa itu sudah kuisi dengan kata-kata yang kira-kira cocok. Kunci-kuncinya mungkin tak sepenuhnya tepat, tapi bolehlah kalau untuk nyanyi digenjreng dengan gitar.

Rumahku Surgaku

Oh sungguh bahagia
G
Hidup bersama keluarga
G                                 D
Penuh kasih sayang mesra
G
Rukun damai sejahtera
G                                D
Rumahku itulah surgaku
D                                 C
Di dunia oh sungguh bahagia
D                                 G

Lalala lalala lalala lalalalalala
G
Lalala lalala lalala lalalalalala
G

Reff 1:
Bila ada salah paham
G
Yang bisa membikin resah
Selalu diselesaikan
Dengan jalan musyawarah
Bila datang banyak rizki
C                                 Am
Kami semua mensyukuri
D
Bila rizki tak seberapa
G
Dicukupkan seadanya
D
Rumahku itulah surgaku
C
Di dunia ini oh sungguh bahagia
D                                       G

Reff 2:
Walau rumah kami sederhana
Namun tertib bersih rapi
Wajah anak-anak ceria
Sehat menyenangkan hati
Kami semua beriman
Beribadah pada Tuhan
Rumah kami penuh rahmah
Hingga kami betah di rumah
Rumahku itulah surgaku
Di dunia oh sungguh bahagia

This entry was posted in Cathar, seni and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to “Rumahku Surgaku” Nasida Ria

  1. desy says:

    qta dalam proses menata diri, hati, membina rumah tangga, agar tercipta kebahagiaan bersama,,,,, love u………….

    @Iya sayang, love u🙂

  2. chong kai long says:

    Nadia..ada FaceBook ke..?

  3. HaRoon Bin Muhammad says:

    rumah ku kekasih lagu qasidahan ini walau di Thailand Habihdak. Aku suka mendengarkan lagu ini.Aku sedang mendengarkan ayahnya sejak aku lahir. Sampai sekarang saya 27 tahun, saya mendengarkannya. Karena itu adalah sebuah lagu yang mengajarkan memperingatkan satu sama lain. Ingin meninggalkan damai sejahtera semua dari tanggal band nasida ria awal dan tim Anda semua.

  4. HaRoon Bin Muhammad Di Thailand says:

    Kunci Pintu surga. Usaha dan Do’a. Wanita dan kecantikan. Kota Santri.yaramadhan.Dan musik baru baru ada dak?

    @Sepertinya tidak, Tuan Haroon. Sekarang sudah bukan zamannya Nasida Ria.

  5. lagu2 nasida ria jg bagian dari hidup saya…hehehe
    jika teman2 ingin mendengarkan lagu2 nasida ria dapat kunjungi blog RUMAH QASIDAH saya…blog ini saya buat demi kecintaan saya pada group qasidah ini
    http://www.qasidahinbox.blogspot.com
    terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s