Buku yang Kubaca di Bulan Mei 2011

Seluruhnya ada empat.

1. Cinta Tak Pernah Tepat Waktu, Puthut EA, penerbit Orakel

Sebuah novel bertema pencarian cinta. Setiap bagiannya menggemaskan dan bikin keki. Hampir jadi, jadinya tidak. Perempuannya mau, si aku ragu. Selalu begitu. Ada yang jadi, eh ternyata mimpi. Si aku mau, ternyata perempuannya sudah punya suami. Puncak kegilaan ada di bagian akhir.

Novel ini mirip kumpulan cerpen, sebab setiap bagian dengan sedikit modifikasi dapat menjadi satu cerpen utuh.

Puthut EA memang, konon, lebih cocok menjadi cerpenis.

Sayangnya, di novel ini, si aku digambarkan selalu dimaui oleh setiap perempuan. Tidak ada kasus sebaliknya. Jadinya mirip novel-novel Habiburrahman: cocok yang digilai semua cewek. Cuma novel ini sekular banget.

2. Easy Green Living, Valerina Daniel, penerbit Hikmah

Valerina Daniel-Easy Green LivingBuku ini berisi langkah-langkah praktis menyelamatkan bumi dari kisah-kisah inspiratif Valerina sang duta lingkungan. Valerina memaparkan hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah pemanasan global di setiap ruang hidup kita, di rumah, sekolah, kantor, saat belanja, rekreasi, pesta, dsb. Di dalamnya termuat juga beberapa kiat praktis misalnya bagaimana membuat kompos, bagaimana memanfaatkan barang bekas, dsb. Ada juga kisah-kisah inspiratif dari orang-orang yang selama ini telah bekerja menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi manusia.

Buku yang sederhana namun bagus. Mengajak kita lebih mencintai satu-satunya tempat hidup kita: bumi.

3. Malaikat dan Iblis, Dan Brown

Aku telah membaca novel thriller ini sebelumnya, punya Zezen, sekitar tahun 2006. Tapi kali ini aku membacanya sambil memeriksa sejumlah informasi yang ada di dalamnya, seperti patung-patung karya Bernini, gereja-gereja di Roma, illuminati, dsb. Ternyata semuanya akurat.

Ini adalah sejenis novel yang selain seru dan menegangkan, juga menambah banyak pengetahuan.

4. Benteng Digital, Dan Brown

Membaca Malaikat dan Iblis membuatku ingin membaca karya Dan Brown yang lainnya. Benteng Digital cukup seru juga, dan seperti biasa, meski problemnya rumit, jawaban teka-teki selalu sederhana. Seperti itulah Benteng Digital: masalah rumit dengan jawaban sederhana. Keren. Berikutnya aku akan baca karya Dan Brown yang keempat, Titik Muslihat.

This entry was posted in Buku and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s