Kisah Mirip Dodolit SGA Ada Juga di Naga Bumi II

Omong-omong soal dugaan plagiarisme Seno Gumira Ajidarma dalam cerpennya yang menjadi juara pertama Cerpen Kompas Pilihan 2010, Dodolit Dodolit Dodolibret, ternyata kisah yang mirip ia muat juga dalam mahakaryanya Naga Bumi. Di buku II, bab 11, ia menulis:

’’Dengarlah cerita ini,’’ katanya, ’’seorang pelajar yang sangat tekun mempelajari agama, setelah bertahun-tahun memusatkan perhatian kepada sejumlah mantra, pada suatu hari dianggap telah mencapai pengetahuan yang cukup mendalam untuk mulai mengajar. Kerendahhatian pelajar itu masih jauh dari sempurna, tetapi guru-gurunya di pertapaan itu tidak khawatir.

’’Setelah bertahun-tahun meraih keberhasilan dalam pengajaran, pelajar ini merasa sudah tidak perlu lagi belajar dari siapa pun. Namun ketika didengarnya bahwa ada seorang pertapa tua di dekat tempat tinggalnya, ia tak bisa menahan diri untuk melewatkan kesempatan menambah ilmu.

’’Pertapa itu tinggal di sebuah pulau di tengah danau. Jadi pelajar ini menyewa perahu dan pendayungnya agar bisa sampai ke pulau tersebut. Pelajar ini sangat menghormati sang pertapa tua. Ketika dijamu minum teh segeralah pelajar ini bertanya tentang olah kejiwaan yang sang pertapa. Adapun orang tua itu berkata tidak melakukan olah kejiwaan apa pun, kecuali mengulang-ulang suatu mantra bagi dirinya sendiri. Sang pelajar merasa senang, karena pertapa itu menyebutkan mantra yang sering digumamkannya juga. Namun ketika pertapa tersebut mengucapkannya dengan keras, sang pelajar tampak sangat terkejut.’’’Ada apa?’ tanya pertapa itu.

’’’Sahaya tak tahu harus berkata apa. Sahaya takut Bapak telah menyia-nyiakan seluruh hidup Bapak! Mantra itu Bapak ucapkan dengan salah!’

’’’Ah! Betapa gawatnya! Bagaimana Bapak harus mengucapkannya?’’

Pelajar agama itu lantas menyampaikan cara pengucapan yang benar, dan pertapa tua itu merasa sangat berterima kasih. Ia segera memohon dibiarkan sendiri agar bisa mulai belajar mengucapkannya. Dalam perjalanan pulang menyeberangi danau, pelajar ini yang merasa telah diresmikan layak sebagai guru, merenungkan nasib buruk pertapa tersebut.

’’Alangkah beruntungnya diriku datang. Setidak-tidaknya ia punya waktu sebentar untuk melakukannya dengan benar sebelum meninggal dunia.’’

Namun saat itu dilihatnya bahwa tukang perahu sangat terkejut, karena ternyata pertapa itu telah berada di dekat perahu, dengan berdiri di atas air!

’’’Maafkan, Bapak tidak enak mengganggu, tetapi Bapak lupa lagi cara pengucapan yang benar. Bolehkah kiranya diulangi lagi

’’Bapak sudah jelas tidak membutuhkannya lagi,’’ ujar sang pelajar tergagap-gagap, tetapi pertapa itu dengan sangat sopan terus memohon, sampai akhirnya pelajar itu merasa kasihan juga, dan mengucapkan kembali bagai­mana mantra itu harus diucapkan.

(Dapat dilihat juga di situs Suara Merdeka)

Kisah serupa ini memang terdapat dalam berbagai agama di dunia. Di Islam ada, di Kristen ada, di Buddha seperti petikan di atas juga ada. Jika SGA dianggap plagiat, mestinya demikian pulalah Leo Tolstoy dengan cerpennya “Three Hermits” yang diduga ditiru SGA. Lagi pula SGA telah memuat permakluman di akhir cerpen: “Cerita ini hanyalah versi penulis atas berbagai cerita serupa, dengan latar belakang berbagai agama di muka bumi.” Artinya, SGA menulis cerpen ini dengan sadar, bahwa yang dilakukannya tidak sedang membuat cerpen orisinal.

Bagaimana pun, SGA menulis Dodolit Dodolit Dodolibret dengan gayanya sendiri. Garis besar cerita sama, tapi ia telah mengontekskannya secara tepat dan mengena dengan kekinian. []

Bagi yang ingin mengikuti debat soal cerpen ini, sila baca link-link berikut:

Cerpen Dodolit

Cerpen Tolstoy

Tulisan Akmal NB

Tulisan AS Laksana

Media Sastra

Tulisan Edi Sembiring di Kompasiana

This entry was posted in Esai Sastra and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s