Kamus Heidegger

Aletheia : Ketaktersembunyian, Kebenaran

Angst : Rasa cemas, kecemasan tanpa obyek

Befinlichkeit : Ketersituasian (berada, merasa, terdapat)

Besorgen : Mengurus dengan menangani, kesibukan praktis sehari-hari Dasein dengan zuhandenes

Das Man : Orang (impersonal tanpa menunjuk subyek tertentu)

Dasein : Ada-di-sana, manusia

Eigentlichkeit : Otentisitas, terjadi jika Dasein membuka diri terhadap Ada-nya dengan mencandra kesehariannya

Entschlossenheit : Kebulatan tekad saat mengalami momen eksistensial, mendahului verbal dan mengarahkan pengucapan.

Entwurf : Rancangan, proyek hidup berorientasi ke masa depan.

Erschlossenheit : Ketersingkapan Ada Dasein, berciri peristiwa dan tidak bisa direkayasa, lichtung (penerangan)

Existenz : Eksistensi, momen hubungan dengan (atau mempertanyakan) Ada-nya

Existenzial : Eksistensial, sifat Dasein berhubungan dengan Ada-nya, ontologisch

Existenziell : Eksistensiil, sifat Dasein berhubungan dengan Mengada-mengada lain, ontisch

Faktizitat : faktisitas, keniscayaan, conditio humana

Fenomenologi : metode menyingkapkan fenomena

Furcht : Rasa takut

Fursorgen : Pemeliharaan dengan perhatian

Gerede : Obrolan sehari-hari

Geworfenheit : Keterlemparan, ada begitu saja di sana, di dalam dunia

In-der-welt-sein : Ada-di-dalam-dunia

Innerzeitigkeit : Waktu obyektif, konsep vulgar tentang waktu

Mitdasein : Bersama-ada-di-sana, orang lain

Mitsein : Ada-bersama

Mitwelt : Dunia-bersama

Nicht : Ketiadaan, dasar Ada Dasein, palung tanpa dasar

Rede : Percakapan eksistensial, komunikasi dengan Ada Dasein

Seiendes : Mengada, entitas, Being

Sein : Ada. Ada Dasein adalah suatu ‘menjadi’ karena terus-menerus mengada dan belum ada secara penuh.

Seinkonnen : Kemungkinan

Sein-zum-tode : Ada-menuju-kematian

Selbstwelt : Diri sendiri

Sorge : Ada Dasein

Stimmung : Suasana hati

Tode : Kematian

Umwelt :

Um-zu : Supaya atau untuk, Ada-nya Zuhandenes

Uneigentlichkeit : In-otentisitas, terjadi ketika Dasein larut dalam keseharian (besorgen) menjadi das Man

Verfallenheit : Kejatuhan atau keterlemparan ke dalam keseharian. Sifatnya niscaya bagi Dasein dan merupakan ciri Ada-nya

Verstehen : Pemahaman, pemahaman non-verbal tentang Ada Dasein

Vorhandenes : Tersedia-di-depan-tangan, benda-benda alamiah yang bukan alat, sifatnya netral dan tidak terlibat dengan Dasein

Werden : Menjadi, yakni sifat Ada Dasein dalam mewujudkan dan menjadi jati dirinya

Welt : Dunia, tempat bermukim Dasein

Wohnen : Bermukim

Zeit : Waktu

Zeitekstase : ekstasis-waktu

Zeitlichkeit : Kemewaktuan, waktu eksistensial

Zeug : Alat-alat

Zuhandenes : Siap-untuk-tangan, peralatan atau benda-benda yang terlibat dan memiliki relasi dengan Dasein. Ada Zuhandenes adalah um-zu (supaya, untuk)

Zukunft : Masa-depan

 

Mengada (seiendes)

Istilah

Sehari-hari

Cara-berada (seinart)

Sikap Dasein

Dasein Manusia Sorge Eksistenz
Zuhandenes Alat-alat Um-zu (untuk sesuatu) Besorgen (mengurus)
Vorhandenes Benda-benda bukan alat Tersedia begitu saja Dibiarkan begitu saja
Mitdasein Sesama manusia atau orang lain Mitsein (ada bersama) Fursorge (memelihara)

 

Ekstasis Waktu

Waktu Otentik

Waktu Inotentik

Zukunft

(masa depan)

Vorlaufen

(antisipasi)

Gewartigen

(Menunggu-nunggu)

Gegenwart

(masa kini)

Augenblick

(Momen visi)

Gegenwartigen

(Kehadiran)

Gewesenheit

(masa lalu)

Wiederholung

(Mengambil kembali)

Vergessen

(Kelupaan)

 

Sumber: Heidegger dan Mistik Keseharian, F. Budi Hardiman, KPG, 2005

This entry was posted in Filsafat and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s