Catatan dari Bali

Diperciki air suci di Tanah Lot

Pada hari Rabu-Kamis-Jumat (2-4 November 2011) lalu aku berada di Bali. Ini kepergianku yang pertama kali ke sana. Aku ke sana bersama teman-teman di kantor Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri. Acara resminya, kami ke sana sebagai panitia dalam rangka Evaluasi Pelaksanaan DAK tahun 2011. Tapi acara resmi ini hanya berlangsung satu hari ditambah sepertiga pada hari kedua. Selebihnya bebas. Boleh dikata, kami jalan-jalan dengan ongkos dari negara.

Pada hari bebas itu pertama kami pergi ke pantai Tanjung Benoa. Di sana kami main parasailing, banana boat, flying fish, dan jetski. Sayang di sini pantainya tidak bisa dipakai berenang. Bisa-bisa ketabrak speedboat yg lalu lalang.

Sorenya aku berenang di kolam renang hotel, menemani Deni yg lebih dulu nyebur. Airnya normal, tidak dingin dan tidak hangat.

Malamnya kami makan seafood di tepi pantai Jimbaran. Pemandangannya bagus. Cocok buat berdua dengan kekasih. Pulangnya belanja di Krisna, tempat oleh-oleh khas Bali. Aku beli kaos, daster, dan lain-lain buatku dan orang rumah.

Besoknya kami pergi ke Tanah Lot, melihat sebuah pura di atas bukit batu di tepi pantai. Di bawah pura itu ada aliran air yg disebut air suci (spring water). Beberapa dari kami mencicipi air tsb yg rasanya tawar (salah satu keajaiban tempat ini), lalu kepala kami diperciki air yg sudah ditaburi melati. Di sini ada juga sebuah gua yg di dalamnya terdapat ular suci. Di depan gua pawang ular duduk menunggu pengunjung. Tadinya aku mau masuk ke gua ular ini. Tapi kata orang setempat, ularnya banyak. Jadinya aku membatalkan niatku. Kirain ularnya satu, badannya besar, berlumut, dan berumur ratusan tahun, makanya disebut suci. Tapi kalau ularnya banyak, pasti kecil-kecil dan belum lama lahir. Apa anehnya melihat ular-ular kecil?

Di Tanah Lot, kami juga belanja beberapa barang lagi. Aku sendiri belanja di toko Agung Bali, yg seperti halnya Krisna, menyediakan oleh-oleh khas Bali.

Sayang aku tidak sempat ke Joger. Konon ini setara dengan Dagadu-nya Djokdja.

Setelah itu kami pulang ke bandara Nguraih Rai. Pesawat delay satu jam lebih. Kompensasinya kami dikasih nasi kotak yg nasinya cuma tiga suap dan lauk ayamnya hambar.

Aku belum punya bayangan tertentu tentang Bali. Tapi benar, di sana banyak bule berkeliaran dengan pakaian alakadarnya. Sayang sekali aku tidak sempat mampir ke pantai Kuta, yg katanya tempat bule-bule berjemur, padahal dekat dari hotel.

Selama tiga hari di Bali, ada dua hal lain yang menjadi catatanku.

  1. Jalanan di Bali kok sempit banget ya. Paling lebar hanya dua jalur untuk satu arah, tapi kebanyakan dua jalur dipakai bolak-balik dua arah. Jalan antarkota-nya masih dua jalur bolak-balik. Jadinya sering macet. Kupikir lebar jalan yang ada sudah tidak kondusif untuk menampung arus kendaraan yg kian membludak. Tapi melebarkannya juga tidak mudah sebab di kiri kanannya banyak bangunan terlalu dekat dengan jalan. Aku hanya bisa menyimpulkan: dulu para perencana pembangunan di Bali tidak membayangkan bahwa kendaraan akan sebanyak sekarang.
  2. Masakan hotelnya hambar, tidak ada pedas, tidak cenderung manis, dan sama sekali tidak gurih. Dengan kata lain: tidak enak. Masakan istriku masih lebih sedap, apalagi masakan ibuku. Aku sempat melihat chef hotel melintas, dan aku berpikir, kok dia tidak bisa bikin masakan yang lebih enak. Tapi kemudian aku melihat sekeliling. Pengunjung hotel ini terdiri dari beragam suku bangsa, Eropa, Asia, Arab, dan Afrika. Tentu tidak mudah membuat masakan yang bisa diterima lidah semua bangsa itu. Sampai di sini aku memahami beban dan tanggung jawab sang chef hotel. Tapi itu tak mengubah rasa masakannya yg tetap saja tidak karuan. []
This entry was posted in Cathar and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s