Daun Katuk, ASI, dan Komitmen Menyusui Hingga 2 Tahun

Sebulan terakhir ini, setiap hari aku menemani Desi makan dengan sayur daun katuk. Kadang bersama labu, oyong, bayam, wortel, atau sayuran lainnya yang cukup dimasak bening. Kami telah berkomitmen untuk memberikan ASI eksklusif 6 bulan bagi Cahaya Senja, dilanjutkan sampai 2 tahun sesuai perintah al-Quran dan saran ilmu kesehatan. Alhamdulillah, sejak melazimkan sayur daun katuk, produksi ASI istriku bagus sekali.

Setiap pagi kami menitipkan Cahaya Senja kepada seorang ibu tetangga kontrakan. Desi berangkat pukul setengah tujuh, mengajar di SD Raudhah BSD. Di sekolah, sekitar pukul 2 siang seusai mengajar dia memerah susunya di pojok kelas. Dalam satu jam, jika tidak ada gangguan, dia bisa menghasilkan satu botol ukuran 200 ml. Itu cukup untuk kebutuhan Cahaya Senja selama seharian dititipkan. Pukul 3 sore, aku menjemputnya pulang dari sekolah.

Memerah ASI sudah menjadi keniscayaan bagi Bunda Cahaya di sela-sela waktu luangnya, kapan pun itu. Di sekolah, di rumah, siang maupun malam. Dan seolah sudah menjadi kodrat alam, payudara istriku akan terasa menggumpal dan sakit jika setengah hari saja ASI di dalamnya tidak diperas keluar.

Kami menyimpan berbotol-botol ASI di dalam kulkas. Kata Indri istrinya Saidiman, ASI yang disimpan di ruang pembeku kulkas 1 pintu bisa tahan sampai sebulan. Jika disimpan di ruang pendingin saja, 3 hari masih bisa digunakan.

Kami memerah ASI secara manual. Aku pernah membelikan dia sebuah alat pompa ASI, dan seorang tetangga pun memberikan alat pompa bekas dia pakai, tapi efektivitasnya tidak maksimal. Entah kalau harga alatnya yang lebih mahal. Tapi kesuksesan menggunakan tangan sendiri membuat kami jadi ragu ada alat pompa, walaupun canggih dan mahal, yang bisa lebih unggul dari jari-jemari tangan.

Untuk melancarkan dan meningkatkan kualitas ASI, selain daun katuk dan sayuran, Desi juga minum jamu dari si ayu yang tiap pagi dan sore lewat depan rumah, kadang-kadang susu kedelai, dan tentu saja susu formula untuk ibu menyusui. Mereknya Lactamil, sejak kehamilan selalu Lactamil karena terasa cocok. Kebetulan harganya juga lebih murah dibanding merek lain. Desi pernah mencoba merek susu yang harganya lebih mahal, tapi rasanya amis dan bikin mual. (Sengaja kusebut merek tertentu, setidaknya sebagai ungkapan terima kasih karena telah membantu kami melewati masa kehamilan dan menjalani masa menyusui).

Sejak awal Desi tidak pernah mengalami masalah berarti dengan produksi ASI-nya. Alhamdulillah. Meski awalnya sempat ragu, kini kami yakin bisa memberikan untuk Cahaya Senja ASI eksklusif selama enam bulan, lanjut hingga 2 tahun, sebisa mungkin tanpa dicampur susu non-ASI. Insya Allah. []

This entry was posted in Cathar and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s