Laporan dan Evaluasi Reksadana Pribadi (29 Februari 2012)

Aktivitas saya sebagai “manajer investasi” bagi diri sendiri telah berjalan dua bulan lebih. Ibarat bayi, saya masih sedang belajar mengenali dunia, merasai-rasai segala yang tercerap ke dalam indra saya. Ada sejumlah kesalahan, tentunya, namun seperti halnya terhadap seorang bayi, saya akan selalu memaafkan.

Pada bulan Januari, “reksadana” pribadi saya (Syariah Rupiah Equity Fund) mendapat retur 10,53%, dan pada bulan Februari ini returnya 2,56%. Total retur sejak peluncuran (2 Januari 2012) mencapai 13,35. Alhamdulillah. Jumlah unit saya sekarang 2.333,3574, bertambah 433,3574 unit berkat tambahan modal tanggal 22 Februari sebesar 500 ribu. Harga unit per tanggal 29 Februari 1.133,5447. Total ekuitas Rp 2.664.965, dari total modal disetor Rp. 2.400.000.

Tulisan ini ingin mengevaluasi kinerja investasi saya satu bulan terakhir, agar apa yang baik bisa diulang dan apa yang buruk bisa dihilangkan.

Pertama, seringkali saya kurang sabar baik ketika menjual maupun ketika membeli. Padahal investasi itu butuh kesabaran. Dibanding bulan Januari, bulan ini kesabaran saya menurun. Di bulan Januari, saya bisa menunggu sampai harga saham turun, baru membeli. Caranya dengan pasang harga beli di bawah current price. Kelemahan cara ini, terkadang pembelian gagal terjadi karena harga saham malah tetap atau naik.

Di bulan Februari, saya seringkali tidak sabar menunggu harga turun, jadi saya eksekusi saja di harga saat ini. Kelebihannya, saham bisa cepat terbeli, namun menimbulkan sedikit penyesalan ketika harganya malah turun.

Begitu pula ketika menjual, di bulan Januari saya kerap memasang harga jual di atas current price. Jika harga saham naik, penjualan terealisasi dan keuntungan pun diperoleh. Namun jika harga tetap atau malah turun, penjualan tidak terjadi.

Di bulan Februari, lagi-lagi saya kerap tidak sabar ingin segera ambil untung, sehingga jadinya keuntungannya kecil atau malah rugi. Kali lain, saya akan lebih sabar dengan menerapkan kembali cara-cara yang pernah saya praktikkan di bulan Januari.

Kedua, di bulan Januari saya menerapkan kebijakan bahwa kas harus tersedia minimal seperempat dari total modal. Tujuannya agar saya bisa menggabung investasi dengan trading, di mana seperempat kas itulah yang dipakai untuk jual-beli saham secara harian (day trading). Di bulan Februari, saya membelikan seluruh modal pada saham, dengan menyisakan kas minimal sehingga saya tidak bisa jual-beli saham secara harian lagi. Dari retur yang berhasil diperoleh, ternyata metode di bulan Januari lebih berhasil.

Ketiga, namun demikian, di bulan Februarilah saya memahami dengan lebih baik cara yang tepat untuk menilai (valuasi) saham, yaitu melalui PBV (Price to Book Value) dan PER (Price to Earning Ratio). Karena pengetahuan ini, saya berani membeli saham sebanyak kas yang tersedia, yaitu ketika saham tersebut PBV-nya rendah (di bawah 1 atau kisaran 1) dan PER-nya pun rendah (di bawah 10 atau kisaran 10).

Saat ini, portofolio saya banyak diisi dengan saham-saham ber-PBV dan PER yang rendah. Saham-saham berkategori bluechips saya hindari karena sudah terlalu mahal (PBV di atas 3 dan PER di atas 15), di samping modal saya juga tidak cukup.

Keempat, faktor lain yang membuat retur investasi saya menurun (walau tetap positif) adalah bahwa indeks saham (IHSG maupun ISSI [Indeks Saham Syariah Indonesia]) telah mengalami kenaikan yang signifikan sejak awal tahun, dan di separuh terakhir bulan Februari, kebanyakan investor mengambil aksi profit taking (ambil untung) sehingga indeks mengalami koreksi.

Kesimpulan

Portofolio yang ada saat ini tidak akan saya ubah, setidaknya sampai satu bulan ke depan, kecuali ada perkembangan lain. Meski sekarang masih rugi, saya cukup yakin dalam jangka panjang akan menghasilkan keuntungan lumayan. Selanjutnya, saya akan menambah modal agar bisa melakukan trading harian untuk memaksimalkan keuntungan.

Data

Jenis dana: Syariah Rupiah Equity Fund (100% saham syariah)

Dana kelolaan: Rp. 2.400.000

Tanggal peluncuran: 2 Januari 2012

Tanggal pencatatan: 29 Februari 2012

Jumlah unit sebelumnya

1.900,0000

Tambahan unit (22-02-12)

433,3574

Jumlah unit saat ini

2.333,3574

Harga unit saat ini

Rp 1.133,5447

Retur 1 bulan terakhir

2,56%

Retur sejak peluncuran

13,35%

ISSI 1 bulan terakhir

1,87%

ISSI sejak 2 Januari 2012

6,76%

Portofolio

–          BULL (7500 saham), harga beli rata-rata 74,23.

–          ETWA (2000 saham), harga beli rata-rata 466,89.

–          CTRS (1000 saham), harga beli rata-rata 1001,90.

–          GZCO (500 saham), harga beli rata-rata 275,52.

–          KBLI (500 saham), harga beli rata-rata 108,21.

–          Kas: Rp 11.965.

This entry was posted in Investasi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Laporan dan Evaluasi Reksadana Pribadi (29 Februari 2012)

  1. @ndorondoni says:

    Sangat informatif sekali mas. Saya masih belajar, belum berani memulai. Hehe

    Thanks🙂

    @Salam. Makasih. Belajarnya sambil memulai, biar gak cuma baca teori🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s