Hakikat Kaya dan Miskin

Ketika kau kaya, berarti Allah melihatmu pantas menjadi kaya. Jika kau miskin, berarti Allah melihatmu belum pantas menjadi kaya.

Kepantasan diukur, antara lain, dari usahamu dan doamu selama ini.

Jadi berusahalah, dan berdoalah, agar Allah menilaimu pantas memperoleh kekayaan dari-Nya.

This entry was posted in Renungan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Hakikat Kaya dan Miskin

  1. antondewantoro says:

    Kekayaan itu menuntut tanggung jawab, kadang kita lupa.

    • Asep Sopyan says:

      Kalau saya pribadi, justru mengejar tanggung jawab itu, yaitu agar bisa berbagi sebanyak2nya kepada sesama manusia dan alam. Orang kaya lebih mungkin utk berbagi ketimbang orang miskin.

  2. @ndorondoni says:

    Apa aku belum pantas menjadi kaya ya? Hmmm…

  3. mona says:

    masih muda harus kerja keras biar jadi orang kaya . . . . mudah-mudahan Allh mengabulkan . . . amienn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s