MLM: Dapatkah Diandalkan sebagai Bisnis Jangka Panjang?

MLM-Companies-1Para Pemasar Terkaya di Indonesia Tahun 2003 Berasal dari MLM

Pada tahun 2003, majalah Warta Bisnis edisi 1-15 Oktober memuat daftar 100 pemasar terkaya di Indonesia. Peringkat 1-7 dihuni para distributor MLM. Peringkat 8 dari asuransi. Selebihnya mayoritas dari MLM, dan ada sebagian kecil dari bisnis properti.

Anda bisa menemukan informasi ini di internet dengan kata kunci “Pemasar terkaya di Indonesia”. Anda juga bisa menemukan infonya langsung di beberapa situs yang memuat ulang daftar tersebut: http://ire-onez.tripod.com/Pemasar.htm, di http://ainunmahya.blogspot.com/2011/03/10-pemasar-terkaya.html, di http://www.oocities.org/success_tianshi/100_Pemasar.html.

Sepuluh besar saya cantumkan di sini:

  1. Louis Tendean (MLM Tianshi), penghasilan di atas 5 miliar setahun
  2. Hartono (MLM Tianshi), penghasilan 3 – 5 miliar setahun
  3. Susanto (MLM Tianshi), penghasilan 3 – 5 miliar setahun
  4. Rudy M Noor (MLM Tianshi), penghasilan 3 – 5 miliar setahun
  5. Trisulo (MLM Tianshi), penghasilan 3 – 5 miliar setahun
  6. Alex IW (MLM CNI), penghasilan 3 – 5 miliar setahun
  7. Robert Angkasa (MLM Amway), penghasilan 3 – 5 miliar setahun
  8. Liem Lie Sia (Asuransi Prudential), penghasilan 3 – 5 miliar setahun
  9. Frans Budiarjo (MLM Amway), penghasilan 1,5 – 2,5 miliar setahun
  10. Chris Matindas (MLM Amway), penghasilan 1,5 – 2,5 miliar setahun

Dari fakta ini, tampak bahwa bisnis MLM itu sangatlah luar biasa. Dalam waktu relatif singkat (1-3 tahun) dan dengan modal yang terbilang kecil, banyak distributor telah meraih penghasilan ratusan juta per bulan. Inilah salah satu daya tarik MLM, bahkan daya tarik yang utama. Jika seorang distributor sudah berhasil membentuk jaringan yang kuat, selanjutnya dia tinggal ongkang-ongkang kaki (mungkin hanya butuh sedikit receh untuk tutup poin dalam bentuk belanja pribadi) dan uang ratusan juta hingga miliaran rupiah mengalir sendiri ke rekening.

Tapi sesuai dengan judul di atas, saya ingin tahu apakah MLM dapat diandalkan sebagai bisnis jangka panjang. Penghasilan besar oke, tapi apakah penghasilan besar itu akan terus mengalir dalam jangka panjang?

Bagaimana Kabar Para Pemasar Terkaya Itu Sekarang?

Untuk mengetahui hal itu, saya mencoba menelusuri perkembangan para pemasar terkaya dalam daftar di atas selepas tahun 2003 hingga sekarang tahun 2015. Poin-poin yang menjadi pertanyaan saya:

  1. Apakah para pemasar terkaya itu sekarang masih di bisnis MLM?
  2. Apakah masih di perusahaan yang sama?
  3. Berapakah penghasilan mereka saat ini? Apakah meningkat, tetap, atau turun?
  4. Apakah penghasilan mereka kini diperoleh secara pasif?

Sebenarnya saya berharap menemukan kembali daftar serupa pada tahun-tahun berikutnya, baik yang dibuat oleh majalah Warta Bisnis ataupun majalah lainnya. Saya mengetikkan kata kunci semacam “para pemasar terkaya indonesia tahun 2015”, “distributor MLM terkaya di Indonesia tahun 2015”, tapi Google selalu menunjuk ke daftar tahun 2003. Entah kenapa belum ada pembaruan data. Jika betul penghasilan dari bisnis MLM itu exponential growth (naik berlipat-lipat tiap tahun), tak terbayangkan berapa penghasilan mereka saat ini.

Jadi, saya ketik saja nama-nama di atas di mesin pencari. Dan ini yang saya peroleh:

  1. Louis Tendean. Sepertinya masih di Tianshi, fotonya ada dipajang di inovasibisnis.com (2013). Tapi berapa penghasilannya saat ini tidak dipublikasikan.
  2. Hartono. Dikabarkan hengkang dari Tianshi dan mendirikan MLM lain. Infonya di sini: https://bravo9682.wordpress.com/2008/05/24/top-leader-tianshi-yang-hengkang/
  3. Susanto. Pernah keluar dari Tianshi tapi balik lagi (info tahun 2008 di https://bravo9682.wordpress.com/2008/05/24/top-leader-tianshi-yang-hengkang/). Info terbaru tidak diperoleh.
  4. Rudy M Noor. Sepertinya masih di Tianshi, tapi berapa penghasilannya tidak diketahui. Namanya muncul di web inovasibisnis.com.
  5. Trisulo. Keluar dari Tianshi pada 15 Oktober 2011, pindah ke Furchange tapi tidak lama, lalu pindah ke Talk Fusion, dan pada tahun 2013 pindah ke Jeunesse Global. Konon penghasilannya di Jeunesse sudah mencapai 3M per bulan, hanya dalam 2 tahun. Patut ditunggu berapa penghasilannya 5-10 tahun kemudian. Ada beberapa blog yang merujuk atau memuat nama Trisulo, antara lain https://bisnistrisulo.wordpress.com/, http://trisulo.blog.com/?p=52, dan http://infojeunesseglobal.blogspot.com/2013/06/profil-sukses-trisulo.html. Bicara terus-terang, blognya tidak meyakinkan karena pakai yang gratisan dan informasinya tidak diperbarui lagi.
  6. Alex IW. Sepertinya masih di CNI, tapi tidak didapatkan info berapa penghasilannya saat ini.
  7. Robert Angkasa. Tidak diketahui kabar terbarunya apakah masih di MLM atau tidak, setidaknya melalui penelusuran di internet.
  8. Liem Lie Sia. Di antara 10 nama teratas, hanya Liem Lie Sia yang saya ketahui dengan persis kabar beritanya. Keluar dari perusahaan asuransi Prudential dengan meninggalkan penghasilan hampir 400 juta sebulan, tahun 2004 Liem Lie Sia pindah ke Allianz dan sampai sekarang (2015) masih di Allianz. Penghasilannya saat ini mencapai 15 miliar setahun atau setara 1,25 miliar sebulan (bisa dilihat di sini: http://myallisya.com/2015/04/16/daftar-agen-asuransi-allianz-terkaya-tahun-2015/). Asuransi bukan MLM, tapi sistem kompensasinya sama-sama memakai skema pemasaran berjenjang. Tentang perbedaan bisnis MLM dan asuransi, saya pernah menulis di sini: Antara Bisnis MLM dan Asuransi.
  9. Frans Budiarjo. Tidak diketahui kabar terbarunya, setidaknya dari penelusuran di internet.
  10. Chris Matindas. Tidak diketahui kabar terbarunya, setidaknya dari penelurusan di internet.

Jadi, apakah MLM bisa diandalkan sebagai bisnis jangka panjang?

Syarat dan Ketentuan Berlaku

Secara teori, MLM dapat diandalkan sebagai bisnis yang menghasilkan passive income dalam jangka panjang, dengan syarat dan ketentuan:

  1. Perusahaan masih berdiri dan terus berinovasi.
  2. Jaringan distributor masih solid hingga ke level paling bawah dan semuanya tetap berproduksi (merekrut member dan menjual produk).
  • Jika perusahaan sudah bubar, tentu bubar jugalah passive incomenya.
  • Jika perusahaan masih berdiri tapi tidak lagi berinovasi, maka habislah oleh para kompetitor yang terus bermunculan dengan tawaran-tawaran lebih menarik.
  • Jika jaringan distributor tidak solid dan banyak yang keluar (berhenti atau pindah ke MLM lain), maka habislah passive incomenya. Jika banyak yang keluar, maka sebanyak itu pula member yang harus menggantikan. Ini akan menjadi usaha tanpa henti, jadi kapan passive incomenya?
  • Jika jaringan distributor masih ada tapi sebagian besar sudah malas berproduksi, berhenti pulalah passive incomenya.

Apakah ada perusahaan maupun leader MLM yang memenuhi dua syarat dan ketentuan di atas? Waktu sekitar 2 dekade sejak tahun 90-an hingga sekarang cukup membuktikan bahwa dua syarat itu sangatlah berat.

Saya percaya, dengan kerja keras dan ketekunan, bisnis MLM bisa mendatangkan penghasilan besar dalam waktu singkat, tapi saya ragu untuk jangka panjang.

Sejak saya kuliah di Ciputat tahun 2000, saya pernah menitip nama di beberapa MLM. Ada beberapa MLM yang berkembang di kampus saya antara tahun 2000-2005. Antara lain CNI, Tianshi, UFO, Ahad Net, V-Net, dan Amway. Di antara para perekrut dan crossline saya waktu itu, tak satu pun yang hingga saat ini hidup dari bisnis MLM. Belakangan saya pun berkenalan dengan K-Link, HPA, Melia, Melilea, VSI, HWI, Oriflame, Herbalife, Tupperware, Talk Fusion, Abe Network, Moment, Jeunesse, dan beberapa lagi, termasuk yang berjenis money game seperti Speedline, Boss Venture, MMM, dan D4F. Hingga sekarang, saya belum pernah bertemu kenalan saya yang sukses di MLM dan kesuksesannya bertahan lama.

Tiga perusahaan MLM yang leadernya menempati 10 besar di atas, yaitu Tianshi, CNI, dan Amway, ketiganya masih ada sampai sekarang. Tapi sepertinya susunan top leader dan distributornya sudah berbeda jauh dengan 12 tahun lalu.

Rapuhnya Sistem Bisnis MLM

Bicara penghasilan pasif dalam jangka panjang atau sering dikatakan cukup ongkang-ongkang kaki uang mengalir sendiri ke rekening, sepertinya itu hal yang nyaris mustahil karena sistem bisnis MLM bertopang pada dasar yang rapuh. Apakah dasar yang rapuh itu?

Secara garis besar, sistem bisnis MLM ada dua macam, yaitu sistem matahari dan sistem binari. Para sistem matahari (jumlah downline langsung tidak dibatasi), penghasilan yang diperoleh para leader top ditopang dari penjualan ribuan membernya yang mayoritas merupakan member level bawah.

Para member level bawah ini penghasilannya masih sedikit sehingga belum bisa mengandalkan MLM sebagai sumber penghasilan utama. Mereka ini sangat mudah berguguran. Kebanyakan mereka tidak bertahan lama di MLM.

Jika dasarnya rapuh, bagaimana cara leader level menengah dan leader level puncak mempertahankan penghasilannya? Tidak lain, para leader ini harus mencari member pengganti dengan jumlah yang sama dan menghasilkan penjualan yang setara. Jika jaringan mereka sudah punya 10 ribu member, lalu separuhnya keluar, maka butuh pengganti sejumlah yang sama dan belanjanya pun sama supaya penghasilannya tidak turun. Bayangkan jika jaringannya sudah mencapai jutaan orang, dan sebagian besar member level bawah keluar, berapa orang yang harus mereka rekrut supaya penghasilan tidak berkurang? Itu baru bicara mempertahankan penghasilan. Bagaimana jika mereka ingin meningkatkan penghasilan? Tentu harus lebih keras lagi upaya yang dilakukan.

Lalu kapan penghasilan pasif yang didambakan itu datang?

Pada MLM dengan sistem binari (dua kaki), situasinya lebih rentan lagi. Sistem binari tidak mensyaratkan penjualan produk, jadi penghasilan para leader top dihasilkan dari aktivitas perekrutan yang dilakukan para membernya, di mana perekrutan ini seringkali disertai penjualan produk. Pada saat yang sama, aktivitas perekrutan (plus penjualan produk) ini harus diiringi perpasangan supaya bonusnya keluar. Semakin ke bawah, syarat perpasangan akan semakin berat karena melibatkan jumlah member yang semakin banyak. Jika satu kaki timpang, perpasangan dengan bonus yang besar tidak akan terjadi selama-lamanya. MLM dengan sistem binari biasanya mudah berkembang pesat, tapi juga sangat mudah rontok. Dan jika satu kaki besar rontok (misalnya karena berhenti atau pindah ke MLM lain), maka berakhirlah semuanya. Sang leader harus mulai lagi dari awal, atau pindah ke MLM baru.

Lalu kapan penghasilan pasif yang didambakan itu datang?

Produk Dijual Dengan Skema Konvensional

Selain soal sistemnya yang rapuh karena penghasilan leader bersandar para ribuan member yang penghasilannya belum seberapa, ada satu masalah lagi dari segi harga produk, khususnya untuk MLM yang jaringan membernya tidak berkembang lagi.

Di sejumlah toko dan apotek di pasar BSD Serpong, saya mendapati beberapa produk MLM dijual dengan harga jauh di bawah harga resmi ke konsumen.

  • Kopi ginseng C* dijual dengan harga 60 ribu per pak isi 20 saset. Harga resmi 85 ribu.
  • Chlorophyll K* dijual dengan harga 90 ribuan per botol. Harga resmi 140 ribu.
  • Propolis M* dijual dengan harga 50 ribu per botol kecil. Harga resmi 110 ribu.
  • Shake H* dijual dengan harga 207 ribu per botol. Harga resmi 366 ribu.
  • Dan beberapa lagi.

Dan jika anda menelusuri harga barang-barang tersebut di toko online seperti Tokopedia, ternyata harganya lebih mencengangkan lagi.

Bagaimana perasaan saya jika saya adalah distributor produk MLM di atas? Apakah saya akan melaporkan kepada manajemen perusahaan supaya para penjual itu ditindak? Apakah saya punya keyakinan bahwa manajemen perusahaan akan menertibkan hal itu?

Pertanyaannya, mengapa produk-produk tersebut dijual di bawah harga resmi? Beberapa kemungkinan:

  • Itu produk palsu.
  • Itu kerjaan para senior leader yang mendapatkan bonus produk, atau membeli sejumlah produk sebagai syarat tutup poin, dan tidak mampu mengonsumsi semuanya sehingga sisanya dijual murah.
  • Itu kerjaan para member bermodal besar yang membeli dalam jumlah banyak sehingga diskonnya besar (bisa sampai lebih dari 50%) plus bonus. Mereka tidak bermaksud menjalankan bisnisnya, tapi sekadar menjualnya kembali secara konvensional yang penting ada untung.

Dengan produk yang pada akhirnya banyak dijual dengan skema konvensional, bagaimana mungkin saya mempertaruhkan masa depan saya di situ?

Ringkasan dan Penutup

Sebagai ringkasan dari artikel ini:

  1. Bisnis MLM dapat digunakan untuk mendapatkan kekayaan yang besar dalam waktu singkat (1-2 tahun). Ini belum merupakan penghasilan pasif karena butuh usaha luar biasa sangat keras untuk mencapainya.
  2. Untuk jangka panjang, MLM tidak dapat diandalkan sebagai bisnis jangka panjang karena bertopang pada dasar atau fondasi bisnis yang rapuh.
  3. Fondasi bisnis MLM adalah ribuan member yang penghasilannya masih kecil dari bisnis ini. Mereka sangat mudah berguguran.
  4. Untuk bisa bertahan lama di MLM, dibutuhkan usaha yang terus-menerus untuk membangun jaringan baru menggantikan jaringan lama yang rontok. Jadi kapan penghasilan pasifnya?

Di dunia MLM sering ada ungkapan: “MLM X akan booming tahun ini, ambil posisi segera mumpung baru berkembang”. Lalu tahun depan bagaimana? Sepuluh tahun kemudian bagaimana?

Jika sesuatu ada masanya booming, berarti ada masanya surut. Oleh karena itu, jika anda berniat menjalankan bisnis MLM dengan sungguh-sungguh, niatkanlah untuk jangka pendek, mungkin 1 atau 2 tahun saja. Setelah kekayaan besar anda peroleh, segera alihkan ke aset-aset yang memiliki nilai stabil-menaik seperti emas dan properti.

Lalu jika panggilan jiwa anda memang ada di bisnis jaringan, setelah musim berakhir, carilah MLM baru yang mulai booming lagi. Begitulah seterusnya. Itu lebih realistis dan lebih menenangkan bagi pikiran. []

This entry was posted in Bisnis and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

28 Responses to MLM: Dapatkah Diandalkan sebagai Bisnis Jangka Panjang?

  1. Rino says:

    Saya punya info tentang perusahaan MLM yg dapat diandalkan sebagai bisnis yang menghasilkan passive income dalam jangka panjang.
    Terbukti perusahaan ini sdh bertahan selama 16 thn dan sdh ratusan membernya berpenghasilan diatas 500 jt per bln. Bahkan para distributornya sdh bertahan 15 thn dan rata2 berpenghasilan diatas 5 milyar. Jadi siapa bilang bisnis MLM tdk bisa dijadikan sebagai bisnis jangka panjang dan bisa menghasilkan passive income.
    Ingin tahu lebih lanjut ttg perusahaan MLM yg terbesar di abad ini dari Jepang, bisa menghubungi saya di 081280317558, 02192112360, 08889948370 (WA) & pin BB 7a8149a0

    • Asep Sopyan says:

      Wah, berarti MLM anda tergolong MLM yang luar biasa. Saya ingin tahu sampai berapa lama anda bertahan di sana. Kabari saya 5 dan 10 tahun lagi, semoga anda sukses. Terima kasih atas komentarnya.

  2. Saya ada MLM yg luar Biasa.. Tutup Point 300 Jt Pertahun.. Silahkan dipelajari productnya di blogsaya , Kalau anda Pecinta MLM, MLM seperti ini yang paling cocok buat anda.. Nama produknya SKCAMAT.

  3. M. Hidayah Eka Parma says:

    Terus berkarya Pak Asep…saya dan tim saya tetap menjadikan blog ini sebagai inspirasi.

  4. tony says:

    Baik sekali analisa pak asep.agar lebih bijaksana kita mengambil keputusan…saya ikut binari juga agak sulit berkembang.

    @Terima kasih, Pak Tony. Gpp itung-itung belajar bisnis.

  5. Pengamatan yang berkualitas, pak Asep. Terima kasih atas atensinya terhadap bisnis MLM. Saya setuju dengan pendapat pak Asep bahwa hilangnya sebagian member mempengaruhi pendapatan pasif tersebut. Namun jika boleh saya tambahkan sedikit, karena dalam sebuah bisnis MLM variabelnya sangat beragam, jika salah seorang leader hengkang, ada 2 probabilitas :
    1. Jaringan di bawah leader tersebut “pindah desa” mengikuti si leader yg hengkang,
    2. Hanya leader dan beberapa member yang pindah, sementara masih banyak yg ingin fokus dan memiliki loyalitas terhadap hubungan kerjasama dengan perusahaan.

    Dari 2 kemungkinan di atas, memang yang terparah adalah probabilitas pertama dan berimpact langsung pada pendapatan sebagian upline, kecuali jika pola pikir seorang pebisnis MLM adalah “membantu mengangkat orang2 yg saat ini tertindas secara ekonomi maupun menderita secara kebutuhan”. Maka sebagai seorang distributor, kita akan bekerja ilhlas, pasif income hanya sebagai anugrah dari Yang Kuasa.
    Semoga dapat dipahami, maaf jika ada salah2 kata.🙂

    Sukses selalu pak Asep! Tuhan Memberkati

    @Terima kasih atas tanggapannya, Pak Yes. Sukses selalu utk bapak. []

  6. Setuju. Untuk itu, manfaatkan mlm sesuai kodratnya. Yaitu jalan singkat menuju kaya. Jadilah kaya dg capat, dan investasikan hasilnya ke bisnis riil yg memiliki fondasi kuat. MLM adlh bisnis transisi dr pemodal lemah mjd pemodal kuat. Louis Tendean memiliki banyak asset bernilai milyaran rupiah skrg, meski income dr Tiens tdk spt dulu lg. Skrg dia hidup nyaman dg istri barunya yg jg pengusaha kaya raya. MLM adlh bisnis PERUBAHAN.

    @Betul, hal ini harus disadari oleh para pebisnis MLM agar tidak fanatik buta. Terima kasih komentarnya.

  7. tiur says:

    mlm yg sebenarnya adalah mlm yg pembayaran bonusnya adil.

    @Sip. Terima kasih telah mampir.

  8. ardy says:

    nice pak asep,
    share sedikit, ikut mlm thn 2001 s.d 2004 pak. habis itu off s.d sekarang, tp tetap anggap mlm bisnis yg bisa passive income pak dan niat coba lagi. logika nya bisa kalau kakinya dibangun sesuai yaitu manusia yg dibantu dapet keinginannya. mestinya ya passive income. gak beda dengan yg punya perusahaan mewujudkan keinginan karywannya dengan jenjang karir dan pensiun, dapet tetep passive income yg punya perusahaan. tq

    @Terima kasih komentarnya, Pak Ardy🙂

  9. Pingback: Mimpi-Mimpi Liem Lie Sia | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  10. Fotodeka says:

    #nyimak. menarik analisanya, dan beberapa Perusahaan yang tetap eksis dengan sistem penjualan berjejaring pun ada. Ya karena sistemnya bener sih. *angguk2*

  11. iwank says:

    Terima kasih Pa Asep atas tulisannya yang bagus, analisa yang menarik. Sedikit cerita saya tertarik dengan bisnis MLM sejak dulu namun hanya sebagai konsumen dari DXN, UFO, Tiens, K-Link, Jeunesse, Organo Gold. Untuk AMway saya penikmat Networking 21, CNI sampai hari ini 8 Maret 2016 masih sangat suka dengan kopi ginsengnya.

    Dari beberapa MLM ada yang saya coba bisnisnya namun belum cocok dengan passion saya, banyak teman-teman saya sukses banyak juga yang gagal. Saya kira sukses dan gagal bukan karena MLMnya tapi pelaku dan takdir Tuhan tentunya.

    Saya lihat masing-masing MLM itu memiliki kemiripan Sistem yaitu sistem Piramid, adanya tutup poin, syarat bonus kaki kiri kanan seimbang, syarat side volume yang menurut saya bisnis sistem MLM seperti ini membuat komplikatif (semoga tidak ya, maaf ya kalau ada yang tersinggung).

    Namun saat ini saya berkenalan dengan Kangen Water, belajar menjalani bisnisnya karena cukup simple.

    Enagic selaku produsen Mesin Kangen Water menggunakan markettingnya dengan sistem Direct Selling bukan sistem Piramid, meski ada juga penjualan berjenjangnya dengan sistem 8 pointnya atau 8PS.. Ada kemiripan dengan MLM namun banyak bedanya yaitu :

    1. Direct Selling not Pyramid System
    Konsep penjualan yang sederhana, anda jual mesin anda dapat komisi.
    2. Tidak ada tutup poin.
    3. Sistem penghitungan komisi yang tidak ribet.
    4. Tidak ada syarat bonus kaki kiri kanan seimbang atau side volume.
    5. Produk yang dijualnya adalah mesin yang outputnya air, zat yang sangat vital bagi kehidupan
    manusia, apalagi ini air sehat dan menyehatkan yang membantu kesehatan banyak orang.
    Untuk kesehatan, Alhamdulillah saya sudah bantu teman yang sakit diabetes, asam urat,
    jantung, kencing batu, kegemukan (saya sendiri), darah tinggi, (Nikmat membantu rasanya
    lebih besar dari uang, ada rasa haru dan merasa punya manfaat bagi orang lain).

    6. Enagic sebuah perusahaan yang sudah berdiri sejak 1974, sudah lama sehingga sangat kuat.
    dan banyak lagi,

    Maaf ini bukan untuk membandingkan kelebihan namun sekedar menjelaskan bedanya Enagic dengan MLM lainnya. Sekedar sharing informasi.

    Untuk Income sangat fenomenal para leader yang sukses, ada yang incomenya Rp2 milyar sebulan, Rp1,5 milyar sebulan, bahkan yang ratusan juta rupiah sebulan sudah puluhan orang padahal baru menjalaninya dalam waktu 1 s.d. 3 tahun saja.

    Saya berharap ini menjadi passion saya dan bisa membantu kesehatan banyak orang. Kalau anda tertarik dengan Kangen Water bisa googling saja, atau kalau mau ngobrol Whatsapp dengan saya bisa di 0812-961-6265.

    Terima Kasih

    (maaf ya kalau ada tulisan yang salah)

  12. Paulus Christianto says:

    Numpang memberi pendapat saja, saja saya agen asuransi mlm juga jalan, bisnis konvensional juga ada. Cuman yang sangat jalan bisnis asuransi bisnis mlm saya serahkan istri sebagai downline saya. Menurut saya MLM itu sangat bagus asal dengan catatan produk berkualitas dan harga yang sesuai terjangkau bukan harga tinggi tetapi konsumen tidak dapat manfaat apa2 hal ini serupa dengan asuransi yang premi mahal tetapi manfaat sangat kecil, dan komisi agen2 didapat dari hasil penjualan bukan dari perekrutan belaka karena money game sangat liar berkedok mlm dan harus terdaftar di APLI sama seperti asuransi yang ada AAJI sehinggal MLM tidak liar di mana satu orang bisa memiliki beberapa titik merugikan member lain serta merugikan perusahaan. Kalau masalah produk yang inovasi dan jaringan yang tidak pasti, perusahaan konvensional juga mengalami hal serupa sama mereka harus merekrut karyawan yang loyal berprestasi bukan karyawan yang abal2, dan produk di perusahaan konvensional pun semakin lama semakin banyak saingan tiap2 perusahaan harus hidup saling berkompetisi mengingat persaingan global yang semakin ketat.

    Kenapa saya pilih asuransi, karena produknya sangat membantu masyarakat indonesia yang rata2 sangat membutuhkan perlindungan karena pemerintah tidak memikirkan rakyat yang sakit dan berpenghasilan rendah sehingga tidak cukup uang untuk berobat, apalagi kebutuhan dasar masyarakat indonesia tidak punya jaminan sosial yang merata ditambah pejabat korup.

  13. hengky says:

    Seneng baca tulisan ini pa Asep..sya sama seperti pa Iwang,kurang tertarik dgn sistem mlm..tapi sekarang sedang ikut di kangen water..secara sistem kompensasi mudah banget.,#kita jual mesinnya,kita diberi komisi#..itu saja..ngga harus cari pasangan..dan cuma sekali beli produk (mesin kangen water) saja,ngga perlu repeat untuk tutup point..kalaupun ngga mau ikut sistem kompensasinya (jualan mesinnya),kita bisa jualan kok jualan airnya..dan ini bisa buat jangka panjang..ngga jalanin dua2nya juga air kangennya bermanfaat bgt buat kesehatan..
    Maaf kalo ada kata2 yg salah atau out of topic..cuma sharing aja,soalnya banyak yg fikir kangen water sistemnya sama kaya mlm..

    Terima kasih pa Asep

    hengkykurnia@yahoo.com
    Line : heng_kur
    081909905688

  14. PULSA168 says:

    Semoga sukses……..

  15. ARNAL YUSTISIA says:

    Salam Kenal Pak Asep,,,,
    Terus berkarya dan Terus menginspirasi…
    : )

  16. Oscar says:

    Terima kasih

    Best Regardz,

    OSCAR EDWIN SANTOSO
    Internet Marketing
    WA : +62 819 3252 2161
    Mobile Phone : +62 8999 137 838
    E: chezmaster_skak@yahoo.com
    YM : chezmaster_skak@yahoo.com
    Website : http://www.mvcrich.com/masterclosing001
    Website : http://www.bonusbesar.com

  17. Anne oktaviani says:

    Ada MLM yg tidak masuk di list di atas. Sudah masuk APLI dan perusahaan nya terus berinovasi. Inovasi dalam penelitian dan pengembangan produk🙂

    • Asep Sopyan says:

      Ya, betul ada. Pertanyaannya: apakah para leader dan distributornya masih bertahan di sana sejak awal bergabung sampai masa yg akan datang?

  18. 085368540355 says:

    coba mlm yang ini hpa-network.com/husni21 hubungi hp/wa 08536854355 bbm 5ec6946e

  19. Rizkiisna says:

    Memang bener pak klo MLM bisa bangkrut,karena skema pembayarannya hampir sama MLM lainnya jadi gak bakal tahan lama tuh bisnis.

    Berbeda dengan Enagic yg bisa sampai 40th lebih,karena memang resmi bisnisnya pun bersertifikat . Skema 8 point system sangat efektif bgt , belum ada gaji bulanan dan bonus2 klo sudah 6A lebih hehe

    Berasa punya perusahaan deh😀
    ID distributor bisa diwariskan juga ke Anak

    • Atep says:

      Salam kenal pak, saya sangat tertarik dengan tulisan bapak, disajikan sederhana namum pengertiannya istimewa.. ada satu mlm baru, apa boleh saya dibantu review?
      Namanya profitwin77 pak? Terimakasih sebelumnya pak..

    • Asep Sopyan says:

      Tak salah lagi, profitwin77 bukan MLM tapi money game, mirip D4F, MMM, dan lainnya. Keuntungan diperoleh dari setoran member yg ikut belakangan.

  20. mas sasih says:

    maaf….kalau bisnis MLM itu memang diharamkan, bagaimanapun kekuatan membangun bisnis tersebut pasti akan roboh.

  21. mas sasih says:

    selama lamanya MLM akan roboh kalau sistem marketingnya haram

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s