Himne Cinta Asep Sopyan

Foto Iwan Asep

M Ridwan saat berkunjung ke rumahku di Pamulang

Ulasan berikut ini ditulis oleh adikku, M Ridwan, di blog pribadinya ridwan030.blogspot.com. Saat ini dia tinggal di Bandung bersama istri dan seorang anak. Dia juga menyukai musik, tergabung dalam sebuah grup nasyid, dan mereka sedang mempersiapkan rekaman perdananya tahun ini. Semoga lancar dan sukses.

Terima kasih atas apresiasinya yang sangat baik. 

======

Perkenalkan ini kakak pertamaku, Asep Sopyan, seorang praktisi asuransi yang sukses dan sekarang tengah merambah ke dunia musik, hobi dan bakatnya sejak kecil.

Kami lahir dari rahim yang sama, rahim seorang ibu yang sederhana. Ibu kami dikenal memiliki suara yang bagus, apalagi ketika melantunkan ayat suci Alquran. Beliau juga seorang vokalis grup qosidah di majelis ta’lim dekat rumah. Mungkin karena itulah kami mewarisi bakat yang sama dari ibu kami. Bakat dalam seni musik. Jika ditelisik lebih jauh, paman, bibi, kakek dan buyut kami pun memiliki bakat yang sama. Mereka adalah qori yang pandai melantunkan ayat suci Alquran. Mungkin inilah yang disebut dengan bakat tujuh turunan. hehe

Sebetulnya ketika kecil, aku nyaris tidak memiliki kenangan yang cukup indah bersama kakak pertamaku ini yang mampu ku simpan ke dalam memori otakku. Karena usia kami terpaut cukup jauh, yaitu sekitar 8 tahun, sehingga aku lebih sering bermain ditemani kakak keduaku, Ade Hidayat. Apalagi ketika lulus SMA, Kak Asep melanjutkan kuliah ke Jakarta. Namun, ada satu hal yang aku tidak pernah lupa, setiap kali kak Asep mudik, kami selalu berlatih bersama melantunkan bacaan Alquran dengan lagu. Atau sekali-kali aku berkunjung ke tempat kos kakakku di daerah Ciputat Tangerang, dan kami sering memainkan gitar sambil bernyanyi bersama.

Kak Asep menikah pada tahun 2009. Kemudian pada tahun 2011, beliau memutuskan masuk ke dunia bisnis asuransi sebagai mata pencahariannya. Satu hal yang cukup membuatku terkejut, karena sebelumnya yang aku tahu kakakku adalah seorang penulis lepas, editor buku dan seorang surveyor di sebuah lembaga survey. Tapi karena kerja keras dan persistensinya, beliau sukses di bisnis asuransi dan memiliki penghasilan yang cukup fantastis.

Karena kebutuhan dasarnya telah terpenuhi, maka beliau hendak mewujudkan kembali salah satu mimpinya, yaitu menjadi musisi (menulis novel adalah mimpinya yang lain). Sekarang ini, Kakakku sudah meluncurkan sebuah album perdana bertajuk Himne Cinta yang berisi 11 lagu. Judul – judul lagu tersebut adalah :

  1. Adinda
  2. Bukan Basa-basi
  3. Di Antara Bunga – bunga
  4. Di Pasir Putih
  5. Haruskah Ku Menanti
  6. Himne Cinta
  7. Manusia Pertama di Dunia
  8. Membayangi Bulan
  9. Seuntai Nada
  10. Takdir Kita
  11. Wajah yang Selalu Pagi

Mendengar lagu-lagu dalam album Himne Cinta, mengingatkanku kepada sosok Ayahanda tercinta yang telah lama meninggal. Almarhum adalah seorang penggemar berat seorang musisi besar yang popular pada tahun 80-an yang menjadi inspirasi dan secara sadar maupun tidak sadar mempengaruhi warna suara, lirik dan lagu dalam album Himne Cinta, yaitu Ebiet G. Ade.

Bahkan ada salah seorang temanku yang ketika aku perdengarkan lagu kak Asep yang berjudul Wajah yang Selalu Pagi, dia berkata “Kayak lagu Ebiet G. Ade ya?” Aku pun hanya tersenyum dan berkata, lagu-lagu dia (Ebiet) yang sering didengarnya.

Sesuai dengan tajuk albumnya, lagu-lagu dalam album Himne Cinta, bercerita seputar cinta. Kita akan bisa merasakan aura seseorang yang tengah jatuh cinta ketika mendengar lagu-lagu ini. Bukan cinta yang erotis, bukan cinta yang murahan, melainkan cinta yang suci dan hakiki.

Coba perhatikan petikan lirik dalam lagu berjudul Himne Cinta berikut:

Karena cinta, mekarlah bunga – bunga

Karena cinta, keindahan tercipta,

Karena cinta, hidup penuh makna

Atau petikan lirik dalam lagu yang berjudul Di Antara Bunga-Bunga.

Entah apa yang semalam kau taburkan

Pagi ini halaman rumahku penuh bunga-bunga

Daunan dan rumputan mekar, sebagai bunga, sebagai bunga

Akar, batang ranting merekah, seperti bunga, seperti bunga

Embun kabut dan udara semerbak sewangi bunga

Bahkan matahari pun mengelopak serupa bunga

Lirik-liriknya sungguh sangat puitis, penuh makna, buah dari perenungan yang dalam. Dijamin, perempuan mana yang gak kelepek-kelepek dinyanyikan lagu ini. ^_^

Sebagai seorang yang sama – sama menyenangi musik, (aku pernah memiliki grup band beraliran pop-rock ketika SMA dan sekarang pindah haluan ke musik nasyid) aku menilai inilah karya ‘masterpiece’ dari Asep Sopyan, kakakku. Sebuah karya yang meskipun tentu masih ada kekurangan, layak untuk di apresiasi. Dua jempol untuk album Himne Cinta.

Penasaran dengan lagu-lagu kakakku?

Lagu-lagu bisa didengarkan dan diunduh di:

http://soundcloud.com/asep-sopyan-236731764 Atau di 

http://www.reverbnation.com/asep23

Terakhir, aku berharap kak Asep dapat melahirkan karya-karya masterpiece-nya yang lain. Dan semoga, aku pun bisa seperti kakakku. 

Bandung, 10 September 2017

Advertisements
This entry was posted in Lagu and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s