Ebiet G Ade, Awal Perkenalan dan Hal-Hal yang Saya Sukai

Ebiet G Ade

Ebiet G Ade saat menerima Penghargaan Achmad Bakrie 2017

Sewaktu saya kuliah di Rawamangun (UNJ) dan lalu di Ciputat (UIN Jakarta), banyak teman di tempat tongkrongan seperti HMI, HMB, dan Formaci memanggil saya dengan sebutan Ebiet, Asep Ebiet, atau Asep G Ade. Kenapa? Mungkin karena dua hal: pertama, saya sering menyanyikan lagu-lagu Ebiet, dan kedua, suara saya konon mirip suara Ebiet.

Tentu saya tidak keberatan disandingkan dengan Ebiet, salah satu maestro dan legenda dalam dunia musik Indonesia, yang baru-baru ini memperoleh Penghargaan Achmad Bakrie untuk kategori kebudayaan populer alternatif. (Info di SINI).

Secara sadar saya akui, Ebiet G Ade adalah penyanyi yang lagu-lagunya paling banyak saya dengarkan, paling banyak saya hafalkan, dan paling banyak saya nyanyikan. Saat saya ngamen di bis kota Jakarta antara tahun 1999 sd 2002, saya selalu membawakan lagu-lagu Ebiet dan hanya sesekali diselingi lagu lain.

Ketika sekarang saya memulai karier sebagai penyanyi dan pencipta lagu dengan menerbitkan album Himne Cinta pada bulan September 2017, apakah lagu-lagu saya banyak dipengaruhi Ebiet?

Soal ini silakan para pembaca/pendengar menilainya langsung. Sebagai seniman, tentu saya ingin menjadi diri sendiri dan dikenal dengan nama sendiri. Tapi tak ada salahnya mengakui pengaruh seniman lain dalam diri saya. Hitung-hitung numpang tenar, bolehlah dianggap begitu. Dan mungkin perlu juga suatu saat saya membuat versi cover dari beberapa lagu Ebiet.

Di tulisan ini saya ingin bercerita bagaimana awal perkenalan saya dengan karya-karya Ebiet dan hal-hal apa saja yang saya sukai dari diri dan karyanya.

Awal Perkenalan

Saya mulai mengenal lagu-lagu Ebiet saat SMP (sekitar tahun 1994). Waktu itu bapak saya sering menyetel kaset lagu Ebiet di radio tape. Kaset yang disetel berisi kompilasi lagu unggulan Ebiet, antara lain yang saya ingat: Berita kepada Kawan, Isyu, Bingkai Mimpi, Menjaring Matahari, Senandung Pucuk-pucuk Pinus, Elegi Esok Pagi, Nyanyian Rindu, Camelia 1, Camelia 2, dan Lagu untuk Sebuah Nama.

Album Ebiet

Kaset Ebiet yang pernah saya koleksi.

Tapi saya rasa Ebiet bukanlah penyanyi yang paling disukai Bapak saya, karena yang lebih sering dia putar, dan lebih sering dia bicarakan, adalah lagu-lagu dari penyanyi yang lebih lawas yaitu Koes Plus, Panbers, Dlloyd, dan Bimbo. Saya ikut menyukai mereka semua, tapi yang paling  menempel di benak saya, baik lirik maupun iramanya, hanyalah lagu-lagu Ebiet.

Ketika Ebiet menerbitkan album Kupu-kupu Kertas tahun 1995, saya membeli kasetnya dan ini menjadi kaset pertama yang saya beli.

Saya mulai belajar main gitar saat SMA dengan meminjam gitar teman. Dan lagu-lagu yang saya jadikan bahan belajar adalah lagu-lagu Ebiet. Saya ingat lagu pertama yang saya pelajari dan cari kunci-kuncinya adalah “Elegi Esok Pagi”. Izinkanlah kukecup keningmu, bukan hanya ada di dalam angan. Esok pagi kau buka jendela, kan kau dapati seikat kembang merah.

Saat kuliah di Rawamangun tahun 1999, saya membeli gitar murah dan saya pakai untuk mengamen sendirian di bis kota Jakarta. Pada masa ini, saya mulai mereka-reka untuk mencipta lagu.

Hal-hal Yang Saya Sukai dari Ebiet G Ade

Apa yang istimewa dan karena itu saya sukai dari lagu-lagu Ebiet G Ade?

Pertama, irama lagunya enak didengar. Ini memang subjektif, tapi tentu banyak yang akan mendukung pendapat saya.

Kedua, suara Ebiet sangat merdu dan memiliki cengkok yang khas. Seperti halnya terhadap suara Rhoma Irama, menirukan suara Ebiet bisa dijadikan bahan lucu-lucuan.

Ketiga, aransemen musiknya megah dan keren. Ebiet termasuk yang pertama menggunakan instrumen orkestra.

Keempat, lirik lagunya puitis. Konon sebagian lagunya berasal dari puisi. Dan menurut saya, dalam hal lirik atau syair, lagu-lagu Ebiet adalah yang terbaik se-Indonesia.

Kelima, selain puitis, banyak dari lagunya mengandung makna yang dalam untuk direnungkan. Misalnya satu bait yang sangat populer dalam lagu Berita kepada Kawan: “Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita/ yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa// atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita/ coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang”.

Keenam, tema-tema lagunya beragam, dari soal cinta, spiritual, sosial, hingga alam. Tidak banyak penyanyi Indonesia yang memiliki ketertarikan beragam seperti Ebiet dan sekaligus populer. Di antara yang bisa disebut, mungkin hanya Koes Plus, Rhoma Irama, dan Iwan Fals.

Ketujuh, gaya khasnya yang sederhana saat menyanyi di depan publik. Tidak seperti penyanyi pada umumnya yang banyak variasi gaya, Ebiet cukup duduk di atas kursi sambil memegang gitar dengan mikrofon di depannya. Tampaknya dia selalu begitu dalam banyak kesempatan. Menurut saya ini keren sekali, hanya mungkin terjadi pada penyanyi yang levelnya sudah tinggi. Hal ini juga memungkinkan pendengar fokus pada lagu dan suaranya sebagai kekuatan utama Ebiet G Ade.

Ebiet G Ade nyanyi di panggung

Gaya Ebiet di panggung

Karena sejumlah keistimewaannya itulah, tak heran Ebiet G Ade memiliki banyak fans setia yang sampai pada level fanatik. Para fans ini tergabung di grup Facebook Ebiet G Ade Forever.

Saya ingin meniru Ebiet dalam semua hal di atas. Saya ingin menciptakan lagu-lagu yang enak didengar, syair-syairnya puitis, dan memiliki makna yang dalam. Selain itu, dan ini yang tidak mudah, temanya beragam. Untuk itu saya harus memiliki perhatian yang luas dan sekaligus mendalam ke banyak soal. Tidak mudah, tapi saya akan berusaha.

Saat ini album Himne Cinta belum memenuhi harapan saya dalam hal tema yang beragam, tapi cukup memuaskan saya dalam hal lagu yang enak didengar, lirik puitis, dan makna yang dalam (pendapat pribadi). Silakan didengarkan dan diresapi sendiri.

Album Himne Cinta bisa didengarkan dan diunduh di Soundcloud. Seluruhnya ada 11 lagu. Tersedia juga versi karaokenya yang bisa diunduh.

Sebagian video klipnya bisa dilihat di Youtube.

Di bawah ini saya putarkan satu lagu karangan saya yang menurut beberapa teman menunjukkan keterpengaruhan saya oleh Ebiet G Ade. Judulnya Wajah yang Selalu Pagi, sebuah lagu pujian terhadap seorang wanita yang selalu menyenangkan untuk dilihat.

Terima kasih. []

 

Advertisements
This entry was posted in Lagu and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s