Beberapa Catatan Liburan ke Pantai Sambolo Anyer

IMG_20171226_093030

Selasa, 26 Desember 2017, kami sekeluarga berlibur sejenak ke pantai Anyer. Sejenak karena hanya setengah hari. Ini pun menuruti keinginan terpendam dari adik bungsuku, Annida Rahma. Keinginan terpendam karena Annida tidak pernah menjawab ketika ditanya ingin jalan-jalan ke mana. Tapi dari ibuku, aku jadi tahu dia ingin jalan-jalan ke pantai.

Bersembilan, yaitu aku, ibuku, istriku, dua anakku, adikku M Ridwan dan keluarga (istri dan satu anak), dan adik bungsuku Annida. kami berangkat dari Pandeglang pukul 7 lewat sedikit, dan tiba di Anyer pukul 9.

Untuk pertama kalinya, aku melewati jalan ke arah Ciomas dari Palima, tidak lewat kota Serang. Ternyata jalannya bagus dan mulus. Aku jadi tahu di mana itu Pabuaran dan Padarincang.

Jalan ini tembus ke Jl Anyer-Carita di Cinangka. Kami belok kanan, sebentar menyusur jalan, kami menemukan pantai Pasir Putih Florida. Saat mau masuk, aku terkejut melihat harga tiket masuknya 100 ribu. Jika ini untuk parkir mobil saja, tentu mahal sekali. Jika mobil plus penumpang, maka penumpang seharusnya tidak dikenakan bayaran untuk masuk ke pantai karena pantai itu prinsipnya adalah milik umum.

Tiket Parkir Sambolo

Aku tidak jadi masuk ke Florida. Kulanjutkan perjalanan dan mampirlah di Pantai Sambolo 1. Nama pantai ini sebelumnya sudah kutemukan di Google. Ternyata harga tiket masuknya mahal juga, yaitu 75 ribu. Tadinya kupikir tiket parkir mobil hanya 20 atau paling tinggi 25 ribu. Tapi aku tak punya pilihan, di tempat lain pun belum tentu tiketnya lebih murah.

Setelah memarkir mobil, kami menuju pantai dan ditawari saung + tikar untuk tempat duduk. Harganya 80 ribu. Gile bener, pikirku lagi. Apakah ini harga liburan saja atau harga sehari-hari?

Aku sampai memfoto dua tiket itu dan mengunggahnya di FB. Kemahalan gak, tanyaku. Ternyata mayoritas teman-teman FB-ku berpendapat itu kemahalan.

Tiket Sambolo

Aku bertanya-tanya, apa yang ada di pikiran masyarakat sekitar Anyer ketika mereka menetapkan tiket masuk pantai? Apakah mereka tidak berharap pengunjung datang lagi? Entahlah.

Tapi menurutku mestinya mereka, sebagai masyarakat yang tinggal di kawasan wisata, berupaya membuat pengunjung merasa senyaman mungkin. Adanya pengunjung atau wisatawan adalah rezeki bagi masyarakat di kawasan wisata. Semakin banyak wisatawan, semakin banyak rezeki bagi masyarakat lokal.

Tapi jika wisatawan dikenakan harga tiket masuk yang di luar kewajaran, juga untuk harga layanan, makanan, atau barang lainnya, hal itu jelas membuat wisatawan merasa tidak nyaman. Aku sendiri berpikir untuk tidak datang lagi ke tempat itu, kecuali tak ada pilihan lain.

Kondisi Pantai Sambolo

Pantai Sambolo ada dua. Yang kami masuki adalah pantai Sambolo 1.

Kondisi pantai Sambolo 1 dapat kuringkas sbb:

  • Panjang pantai hanya sekitar 200 meter, tidak terlalu panjang.
  • Bibir pantai tidak lebar, tak sampai 10 meter dari saung terluar. Ini membuat pengunjung kurang leluasa bermain di pantai.
  • Keberadaan saung yang mencapai dua lapis membuat bibir pantai berkurang kelebarannya. Seharusnya saung terluar itu tidak perlu ada, karena di situ sudah masuk pantai berpasir.
  • Pantainya agak curam, kurang landai. Kurang asyik untuk bermain bola atau semacamnya.
  • Ombaknya cukup besar, jadi pengunjung tidak bisa leluasa berenang agak ke tengah laut. Bahkan di tiket masuk pun diwanti-wanti agar tidak berenang lebih dari 10 meter dari bibir pantai.
  • Pasir lumayan bagus.
  • Fasilitas yang ada: parkir cukup luas, warung-warung, saung dan tikar, kamar bilas.
  • Ada penjual mainan dan ban.
  • Banyak ibu-ibu yang menawari pijat dan ikan asin.

          Permainan yang ada hanya banana boat.

Tapi, lepas dari hal-hal yang kuungkapkan di atas, secara umum kami puas bisa liburan ke pantai Sambolo Anyer ini. Terutama karena aku lihat anak-anak bergembira dan sangat menikmati  bermain di pantai.

IMG_20171226_102801Setelah bermain di pantai, kami makan siang dengan bekal yang dibawa dari rumah. Enak sekali. Anak-anak pun makan dengan lahap.

Kami pulang dari Anyer sekitar pukul 12.30. Kali ini kami lewat Cilegon dan keluar tol Serang Barat, karena sekaligus hendak mengantarkan adikku dan keluarga kecilnya pulang ke Bandung. Dia akan naik bis dari terminal Pakupatan Serang.

Alhamdulillah. Semoga tahun depan bisa liburan lagi, mungkin ke pantai yang lain. []

Advertisements

About Asep Sopyan

Senior Business Partner ASN | HP/WA 082-111-650-732 | Email myallisya@gmail.com | Blog: myallisya.com dan asepsopyan.com | Tinggal di Tangerang Selatan
This entry was posted in Perjalanan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s