Kenapa Pilih Xiaomi Redmi Note 9 Pro?

Pada tanggal 5 Januari 2020, aku membeli HP Xiaomi Redmi Note 9 Pro versi RAM 8/128 GB. Harga 3,5 juta lewat sebuah lapak di Tokopedia. Ini adalah HP Xiaomi ketujuh yang kubeli sejak 2016, sekaligus menjadi yang termahal. Sebelumnya ada Redmi Note 9, yang kubeli seharga 2,8 juta pada bulan Juni 2020 untuk istriku.

HP ini akan menjadi pengganti Redmi Note 8 yang tak bisa menyala setelah tercelup ke air laut pada tanggal 30 Desember 2020 saat pulang kampung. Aku sudah periksakan HP yang rusak ini ke tukang servis di ITC BSD, dan ditemukan dua komponen yang berkarat sehingga harus diganti. Tapi aku tak begitu yakin penggantian dua komponen itu akan memulihkan kondisi HPku seperti semula. Air itu bisa masuk ke seluruh rongga, dan air laut itu keras. Siapa tahu ada sedikit karat pula di komponen lain.

Jadi kuputuskan untuk ganti HP saja. Mungkin ini kesempatan untuk naik kelas, sekaligus memenuhi beberapa kebutuhan yang tak bisa tercakup di Renot 8.

Sebagai pengguna Xiaomi selama empat tahun terakhir, tentu merek pertama yang ada di pikiranku adalah Xiaomi juga. Pilihan di atas Renot 8 yaitu Redmi Note 8 Pro dan Redmi Note 9 Pro, lalu ada lagi Poco X3. Di atas itu sudah tergolong flagship sehingga harganya akan terlalu tinggi. Kenaikan harga yang kutoleransi hanya dari dua jutaan ke tiga jutaan.

Tapi aku tak hendak fanatik, barangkali saja ada merek lain yang lebih baik di kelas harga yang sama.

Jadi aku pun melakukan survei di internet, youtube, dan aneka marketplace. Agar lebih objektif, aku menentukan beberapa kriteria spek sebagai berikut:

  1. Memori internal 128 GB. Peningkatan dari sebelumnya 64 GB di Renot 8. Sejak aktif di youtube, memori 64 GB rasanya kurang. Meski telah ditambah memori eksternal mikro SD sebesar 64 GB juga, artinya total 128 GB, tetap saja setiap kali bikin video baru, video lama mesti ada yang dihapus atau segera dipindahkan ke laptop. Dengan memori internal 128 GB pun, aku berencana tetap menambah memori eksternal, dan aku telah memesan mikro SD kapasitas 256 GB biar puas. Apalagi nanti dengan kamera HP baru yang resolusinya lebih besar, ukuran file video tentu lebih besar, dan karena itu butuh tempat penyimpanan yang lebih besar juga.
  2. RAM boleh 6 atau 8 GB. Intinya lebih besar dari sebelumnya 4GB di Renot 8.
  3. Dual SIM + slot micro SD. Di Renot 8, sebetulnya tersedia 2 slot SIM card + micro SD, tapi entah kenapa kalau dipasang dua SIM, yang satu sering hilang sinyal.
  4. Kamera minimal 48 MP. Renot 8 punya kamera utama 48 MP dan hasilnya bagus sekali, bisa diandalkan untuk bikin video youtube. Tentunya kalau 64 MP lebih bagus dong.
  5. Ada fitur NFC. Awalnya gak ngarep dapat fitur NFC di HP harga 3 jutaan, tapi ketika tahu fitur ini ada di Renot 8 Pro dan 9 Pro, aku pun jadi mensyaratkan fitur ini ketika menimbang HP merek lain di kelas harga yang sama. Bagaimana pun akan sangat membantu ketika kita dapat mengecek dan mengisi ulang saldo emoney langsung dari HP. Mengurangi biaya ke ATM, apalagi kalau ATMnya ada di minimarket.

Di antara berbagai merek dan tipe HP di harga tiga jutaan, yang memenuhi sekaligus lima kriteria tsb hanya ada tiga, yaitu Redmi Note 9 Pro, Realme 7, dan Samsung A31.

Kenapa pilihanku jatuh ke Redmi Note 9 Pro? Pertama, prosesornya paling bertenaga (Snapdragon 720G). Kedua, keunggulan merata di semua aspek, walau tidak selalu yang terbaik. Ketiga, ada fitur infrared yang membuat HP bisa digunakan jadi remote control.

Hanya satu keberatanku terhadap Renot 9 Pro, yaitu ukuran yang terlalu besar (6,67 inci), sehingga mungkin akan terlalu besar di genggaman dan terutama akan terasa kurang nyaman saat dimasukkan ke saku. Tapi kurasa aku hanya perlu membiasakannya.

Realme 7 sebetulnya memiliki spek yang setara dengan Renot 9 Pro, bahkan sensor kameranya yang dari Sony dianggap lebih baik dan ukuran bodinya lebih pas di tangan (6,5 inci). Tapi dua review yang kulihat di youtube memperdengarkan suara speakernya agak cempreng. Selain itu Realme 7 memakai prosesor Mediatek Helio G95, yang walaupun di atas kertas setara Snapdragon seri 7, anehnya Realme sendiri memasangkan Snapdragon 720G di ponsel Realme 7 Pro yang harganya 4 jutaan. Jadi, secara tidak langsung Realme menganggap Helio G95 di bawah Snapdragon 720.

Lalu Samsung A31 tidak kupilih karena prosesornya Mediatek Helio P65, yang secara performa setara dengan Snapdragon seri 6, di bawah Renot 9 Pro yang menggondol Snapdragon 720. Beberapa review di youtube memperlihatkan kecepatan A31 jauh di bawah Renot 9 Pro. Selain itu, resolusi videonya belum bisa 4K, sementara yang dua lagi bisa. Dan lagi, HPku sebelumnya Redmi Note 8 memakai prosesor Snapdragon 665. Kalau aku pilih Samsung A31 berarti tidak ada peningkatan dari sisi prosesor.

Berikut perbandingan spesifikasi tiga HP yang dirangkum dari berbagai sumber. Tipe yang diperbandingkan adalah versi memori 8/128 GB.

Cukup menarik melihat perubahan harga ketiga HP di atas. HP Xiaomi tampak stabil, bahkan di toko resmi tidak ada perubahan, hanya terkadang turun sedikit saat ada diskon. Sedangkan dua merek lainnya turun cukup jauh. Ini menunjukkan harga yang dipatok Xiaomi merupakan harga sebenarnya.

Harga pasar adalah harga dari distributor atau toko-toko seperti banyak terdapat di marketplace. Ada variasi harga di sejumlah toko. Aku sendiri mendapatkan harga Renot 9 Pro persis 3,5 juta, tapi stoknya di toko tsb tidak banyak.

Fenomena menarik kulihat waktu meneliti HP Poco X3 NFC, di mana harga pasar justru lebih tinggi daripada harga resmi. Varian RAM 6/64 GB yang resminya 3,199 juta, di toko lain rata-rata dijual di harga 3,5 jutaan. Sedangkan varian RAM 8/128 GB yang resminya 3,699 juta, di toko lain dijual di harga 4,5 jutaan. 

Selain tiga tipe HP di atas, sebetulnya aku juga sempat mempertimbangkan beberapa tipe lain di harga 3 jutaan.

Ada Poco X3 NFC. Prosesor lebih kuat daripada Renot 9 Pro (pake Snapdragon 732G), tapi SIM dan slot memorinya sistem hibrid (tidak bisa dual SIM sekaligus micro SD). Selain itu harganya di pasaran sudah naik signifikan.

Redmi Note 8 Pro pun sempat masuk dalam pertimbangan, tapi dual SIMnya hibrid dengan slot micro SD. Selain itu, harganya hanya selisih sedikit dengan Renot 9 Pro.

Ada lagi Samsung M31, Oppo Reno 4F, Realme Narzo 20 Pro, Vivo V20 SE, Vivo Y51, dan lain-lain, tapi semuanya belum dilengkapi fitur NFC atau menggunakan prosesor yang kelasnya di bawah Snapdragon seri 7.

Memang Xiaomi ini nyebelin (bagi merek lain) karena merusak pasar. Di Xiaomi, HP dengan prosesor Snapdragon seri 7 itu harganya 3 jutaan. Di merek lain, harganya 4 jutaan bahkan 5 jutaan. Memang prosesor alias mesin bukan satu-satunya kriteria, tapi jelas kriteria yang sangat penting.

Jadi makin mantaplah pilih Xiaomi. Kita tidak perlu ragu dengan harga yang ditetapkan. Konon, brand ini hanya mematok keuntungan rata-rata 5% saja dari tiap produk yang dijual, jadi susah untuk turun banyak.

Soal ukuran HP, kuharap di produksi seri-seri selanjutnya, Xiaomi bisa menyediakan ponsel yang bagus dengan ukuran yang lebih pas untuk digenggam dan dimasukkan ke saku. Kurasa 6 sd 6,3 inci itu yang paling pas.

Baiklah.

Semoga ponsel Redmi Note 9 Pro yang kupegang ini sesuai dengan spek di atas kertas, dan awet selama bertahun-tahun ke depan. Amin. []


Sbg catatan saja, daftar HP Xiaomi yang pernah kubeli:

  1. Redmi 3 (Sept 2016, dipakai olehku, lalu ibuku, lalu adikku, dan sekarang sudah rusak)
  2. Redmi 4X (Juli 2017, dipakai olehku, sekarang dipakai keponakan istri)
  3. Redmi Note 5 (Januari 2019, dipakai istriku, sempat rusak kena air lalu sekarang dipakai adikku)
  4. Redmi Note 8 (Januari 2020, dipakai olehku, rusak kena air laut)
  5. Redmi Note 9 (Juni 2020, dipakai istriku)
  6. Redmi 8A Pro (November 2020, dipakai anak-anak)
  7. Redmi Note 9 Pro (Januari 2021, dipakai olehku)

About Asep Sopyan

Senior Business Partner ASN dan Mitra Fuse | HP/WA 082-111-650-732 | Email myallisya@gmail.com | Blog: myallisya.com dan asepsopyan.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Menjadi agen asuransi Allianz sejak November 2011.
This entry was posted in Serba-serbi and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s