10 Keanehan Bisnis Vtube. Yakin Masih Mau Gabung?

Artikel ini saya tulis karena saya pernah diajak join Vtube oleh beberapa orang yang saya kenal. Saya sudah jawab secara langsung kepada yang bersangkutan. Tapi saya lalu tergerak untuk mempelajari sistem bisnisnya dan membagikan hasilnya untuk para pembaca sekalian.

Artikel ini saya bahas juga di kanal youtube Asep Sopyan Network.

Bagi saya, bisnis Vtube ini aneh. Dari sisi konsep bisnisnya, setidaknya ada enam keanehan yang saya lihat.

1. Nonton iklan dibayar

Lazimnya, para penonton iklan itu justru jadi target pasar yang diharapkan dapat mengeluarkan uang (untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan).

Tapi kalau penonton dibayar, yang jadi pertanyaan: siapa yang bayar dan dari mana uangnya?

Alur keuntungan yang diperoleh member

Vtube menyebut dirinya bisnis periklanan digital. Menurut materi Business Plan Vtube (banyak beredar di internet), member dibayar dari profit sharing atau bagi hasil yang diterima Vtube. Jadi, Vtube mendapat uang dari pemasang iklan, lalu sebagian uang itu diberikan kepada member Vtube yang menonton iklan, selain sebagian yang jadi pendapatan Vtube sendiri.

Tapi benarkah seperti itu?

Coba pikir sejenak. Menurut logika akal sehat, apakah ada perusahaan yang mau pasang iklan di Vtube, jika iklan tersebut hanya ditonton oleh para member Vtube yang menonton dengan niat untuk mendapat bayaran?

Saya yakin sih tidak ada ya.

Bagaimana dengan iklan yang sudah ada di aplikasi Vtube? Itu bisa dicomot dari mana saja.

Jika hal paling mendasar ini saja sudah tidak masuk akal, maka keanehan-keanehan berikutnya hanya pelengkap saja untuk menutupi apa yang sebenarnya terjadi dalam bisnis ini.

2. Nonton iklan dibayarnya pake poin (view point atau VP).

Ini juga layak diherankan. Pertanyaannya, kenapa tidak langsung dibayar dengan uang? Mau dollar atau rupiah terserah, tapi kenapa harus dengan poin?

Jawabannya: karena tidak ada uang dari pemasang iklan dan memang tidak ada pemasang iklan.

Bagaimana pun, perusahaan yang sungguhan tidak akan mau buang-buang anggaran iklannya di media semacam Vtube. Bandingkan dengan youtube atau facebook, yang memang benar-benar menerima uang dari para pemasang iklan, dan juga membagikan uang kepada para pembuat konten.

Memang, Vtube sendiri memberikan kesempatan kepada para member yang mempunyai produk atau jasa untuk memasang iklan di aplikasi Vtube. Iklan itu dibayar dengan VP yang dimiliki. Tapi ada berapa banyak member yang mau pasang iklan di aplikasi Vtube? Berapa pula nilainya? Kalaupun ada member yang pasang iklan, tidak mungkin mereka menghabiskan seluruh VP yang mereka miliki.

3. Upah nonton iklan terlalu besar (tidak masuk akal)

Nonton iklan dibayar itu jelas tidak masuk akal. Bukan begitu bisnis periklanan. Tapi yang juga sangat tak masuk akal adalah bayarannya.

Perhatikan nilai poin per hari. Itu adalah upah per hari yang diberikan setiap kali nonton 10 iklan berdurasi 5 detik. Upah 0,3 poin (setara 0,3 USD) untuk 10 iklan mungkin terdengar masuk akal, tapi sebetulnya terlalu besar dibandingkan dengan misalnya biaya nonton iklan di youtube.

Di kanal youtube saya yang sudah monet, Asep Sopyan Network, saya perhatikan penghasilan yang diperoleh adalah sekitar 0,1 sd 0,2 USD per 100 penayangan. Artinya, upah yang diberikan Vtube itu 30 kali lebih besar.

Tapi angka 0,3 VP di Vtube ini barulah untuk level Bintang 1. Di level bintang berikutnya, nilai upah nonton iklan ternyata naik signifikan. Bahkan di level Bintang 6, upahnya 337,5 VP per hari. Pemasang iklan mana yang mau membayar penontonnya sebesar 337 USD per hari (alias setara 6 jutaan rupiah), hanya untuk nonton 10 iklan berdurasi 5 detik?

4. Untuk cairkan VP menjadi uang, anda harus menjualnya ke member lain, tidak bisa langsung ditukar dengan uang.

Jual-beli VP dilakukan melalui web exchange counter. Jika anda mendapatkan pembeli, dia mentransfer uangnya langsung kepada anda.

Jadi, berbeda dengan yang disampaikan di awal, ternyata uang yang dicairkan itu bukan diperoleh dari profit sharing Vtube, melainkan dari member lain.

Cara penarikan uang Vtube lewat member lain

Itulah sebabnya kalau anda lihat aneka testimoni pencairan uang Vtube yang banyak beredar di internet, semuanya menunjukkan bukti transfer yang berasal dari sesama member sendiri, bukan dari perusahaan.

Bukti transfer pencairan poin Vtube

Vtube hanya menyediakan poin dari misi harian menonton iklan, tapi para memberlah yang membayari poin tsb.

Memang, dalam sebuah penjelasan di sebuah kanal youtube leader Vtube, disebutkan bahwa jika setelah 7 hari tidak ada member yang membeli VP, maka Vtube yang akan membelinya dari anda. Tapi hal itu belum pernah terjadi.

Selama ini proses pencairan VP masih dilakukan di antara member karena masih banyak member yang mau membeli VP. Kenapa member mau beli VP? Karena untuk beli paket bintang supaya bonus makin besar.

Bagaimana jika tidak ada lagi member yang mau beli VP? Apa betul Vtube akan beli VP anda? Jelas tidak, karena itulah saatnya Vtube BUBAR.

5. Saat mencairkan VP, anda dikenakan biaya penarikan yang sangat besar tergantung level, mulai dari 50% sd 25%.

Untuk apa potongan tersebut? Menurut marketing plan, biaya tsb dibagikan kembali kepada para member tingkat leader (Bronze sd Diamond) dalam bentuk Group Point. Jika anda adalah member awal, jelas anda tidak kebagian. Leader tingkat bawah pun hanya kebagian sedikit. Jadi, mau tak mau anda harus merekrut (mencari referal) sebanyak-banyaknya dan pastikan mereka aktif melakukan pencairan (jual-beli VP) agar poin grup anda banyak.

Biaya penarikan poin

Dari konsep group point ini tampak jelas bahwa Vtube adalah MLM dengan skema ponzi, di mana para member level atas dibayar oleh para member level bawah yang ingin naik tingkat.

6. Awalnya dibilang gratis, tapi kalau mau hasil cepat tetap harus keluar modal juga.

Gabungnya memang gratis. Nonton iklan dibayar dengan poin. Tapi poin dari kerja sendiri ini sangatlah amat kecil sekali. Untuk level awal, upahnya hanya 0,3 VP per hari alias 12 VP per 40 hari. Belum bisa dicairkan sama sekali, karena minimal poin yang bisa ditarik adalah 5 VP, lalu di akun anda harus ada minimal saldo sebesar 10 VP, dan selain itu ada biaya penarikan 50%. Jadi, alih-alih dicairkan, VP tsb harus dibelikan paket bintang 1 seharga 10 VP.

Paket bintang 1 masih bisa dibeli dari menyelesaikan misi pribadi (walaupun untuk itu membutuhkan waktu satu bulan lebih untuk menyelesaikan misi harian, dan pula ada 8 paket bintang 1). Tapi paket bintang 2 dan seterusnya sangatlah mahal, mulai dari 100 poin (setara 1,5 juta) untuk bintang 2 sampai 10 ribu poin (setara 150 juta) untuk bintang 6. Harga 1 VP setara 1 USD.

Harga paket bintang. Tertinggi 10 ribu poin alias 150 juta.

Ada dua cara untuk mengumpulkan poin, yaitu dengan menyelesaikan misi harian (diri sendiri berikut semua referal yang direkrut), atau membeli kepada member lain yang poinnya sudah banyak.  

Mengumpulkan poin sendiri itu sangatlah butuh waktu dan kerja keras yang luar biasa dalam merekrut referal sebanyak mungkin. Tapi ada cara cepat atau fast-track, yaitu dengan membeli VP dari member lain yang menjual VP. Di situlah anda keluar uang, sementara member yang menjual VP mendapatkan uang.

Sekali lagi catat: uang itu dari anda, bukan dari Vtube. Vtube hanya memberikan poin, sedangkan yang dapat menukar poin menjadi uang adalah para member sendiri.  

Bagaimana jika anda bertekad untuk tidak membeli poin? Ya tidak apa-apa, tapi akan sangat lama untuk mendapatkan hasil. Sebuah simulasi yang saya lihat di kanal youtube seorang leader Vtube memperlihatkan seorang member bisa mencapai bintang 6 dalam waktu lebih dari 3 tahun jika tanpa merekrut, dan dengan catatan tidak pernah mencairkan VP-nya. Adakah orang yang mampu bersabar setiap hari menonton video iklan selama tiga tahun tanpa hasil apa-apa?

Jika ingin lebih cepat, tentunya harus merekrut, tapi tetap saja itu pun masih cukup lama (berbulan-bulan sampai tahunan). Sementara agar lebih mudah merekrut, anda butuh bukti hasil dari Vtube berupa pencairan poin. Tapi semakin sering poin dicairkan, poin anda akan dimulai dari awal lagi.

Bagaimana jika semua member Vtube berpikir untuk mengumpulkan poin hanya dari menyelesaikan misi harian (menonton dan merekrut)? Atau dengan kata lain, tidak ada member yang mau membeli poin? Saat itulah bisnis ini BUBAR.


Itulah enam keanehan yang saya lihat dari konsep bisnis Vtube. Jadi, apa yang dibilang profit sharing dari pendapatan iklan, itu jelas tidak benar. VTube hanya menyediakan VP bagi para member yang menonton iklan, sedangkan uang yang diterima saat menukarkan VP adalah dari para member sendiri. Selama masih ada member yang mau membeli VP, Vtube masih berjalan. Tapi ketika tidak ada lagi member yang mau membeli VP, saat itulah Vtube berakhir. Jika saat itu anda baru saja membeli paket bintang 6 seharga 150 juta tapi tidak ada lagi yang mau beli, itu namanya sial.

Tapi dari enam keanehan tsb, saya menemukan satu keanehan lagi.

7. Apa keuntungan yang diperoleh perusahaan Vtube dengan menyediakan aplikasi ini?

Untuk membuat dan mengoperasikan aplikasi berikut semua perangkat pendukungnya, jelas butuh dana besar. Tapi dari mana Vtube memperoleh pemasukan?

Apakah dari para pemasang iklan? Jelas tidak ada.

Apakah dari para member? Jika dilihat dari alurnya, ini juga tidak. Jual-beli VP dan transfer uang dilakukan di antara sesama member. Tidak ada uang yang ditransfer oleh member kepada perusahaan Vtube.

Apakah dari biaya penarikan poin? Ini juga tidak. Biaya penarikan dipotong saat masih berbentuk poin. Jadi tidak ada uang yang ditarik dari member yang mencairkan poinnya.

Nah, soal keanehan ketujuh ini saya hanya bisa menduga sbb: Vtube didirikan oleh orang-orang yang sekaligus menempatkan dirinya (atau diri mereka) sebagai leader awal, dan tentunya di posisi puncak. Merekalah yang menikmati keuntungan terbesar dari para member yang melakukan fast-track (membeli VP untuk segera mendapatkan paket bintang tertinggi). Memang keuntungan dinikmati juga oleh para member yang berhasil menjadi leader (leader-leader generasi berikutnya). Tapi kesialan akan dialami oleh para member generasi terakhir yang melakukan fast-track.

Setelah terbuka rahasianya seperti ini, yakin masih mau gabung?


Selain itu ada beberapa keanehan lain di luar konsep bisnis:

8. Website resmi Vtube yaitu http://fvtech.id diblokir oleh Kominfo.

9. Pada juli 2020, Vtube termasuk bisnis ilegal menurut Satgas Waspada Investasi OJK. Cek di SINI.

10. Di materi Business Plan, Vtube mengklaim didukung oleh PBNU dan tersertifikasi dari Kominfo.

Luar biasa klaim ini. Faktanya, di web nu.or.id, Vtube ini dihukumi haram. Sedangkan website resminya sendiri diblokir oleh Kominfo.

Artikel ttg hukum Vtube di web NU Online

Prediksi saya, Vtube akan bubar sebelum tahun 2021 berakhir.

Bisnis yang mirip sebelumnya dan booming pula, yaitu Memiles, pun tidak panjang umurnya.

Yakin masih mau gabung?

Bagi anda yang sudah bergabung dengan Vtube, yakin mau ajak orang gabung?

Jangan lupa untuk selalu gunakan akal sehat anda. Salam sukses untuk kita semua. []

Jangan lupa, simak juga pembahasan artikel ini di kanal youtube Asep Sopyan Network:

About Asep Sopyan

Senior Business Partner ASN | HP/WA 082-111-650-732 | Email myallisya@gmail.com | Blog: myallisya.com, asuransibiru.com, dan asepsopyan.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Menjadi agen asuransi Allianz sejak November 2011.
This entry was posted in Bisnis and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s