Hidupku di Usia 40 Tahun

Di bulan Maret 2021 ini usiaku mencapai 40 tahun. Sudah separuh baya. Sudah mencapai dua per tiga dari rata-rata usia manusia. Usia kenabian, kata orang, merujuk sejarah Nabi Muhammad Saw yang menjadi nabi di usia 40 tahun (dalam hitungan hijriah, atau 39 tahun dalam hitungan masehi). Artinya, di usia ini seharusnya seseorang sudah cukup matang untuk memahami seluk-beluk kehidupan. Sudah teguh dalam keyakinan dan memiliki pandangan hidup yang kokoh tak tergoyahkan.

Bersama si bungsu

Di usia ini lazimnya seseorang sudah memiliki kehidupan ekonomi yang stabil. Sudah mencapai level tertentu yang cukup tinggi dalam karier. Punya aset yang cukup banyak dan terus bertambah. Dan selanjutnya tinggal menjaga performa saja. Di usia ini, bukan saatnya mencoba-coba sesuatu yang baru yang hasilnya belum tentu.

Di usia 40, jika seseorang ditakdirkan untuk sukses, dia sudah mencapainya. Jika belum, kemungkinannya akan lebih kecil, walau bukan berarti tidak bisa.

Tapi tentu saja perjalanan hidup setiap orang berbeda-beda. Dan sesungguhnya tonggak-tonggak perjalanan yang dilalui setiap orang lebih tergantung pada proses belajarnya, bukan usia.

Ada pun aku sendiri, rasanya memang belum memenuhi seluruh tugas perkembangan yang lazimnya dicapai seorang manusia di usia 40 tahun. Tapi biar aku fokus ke hal-hal yang pantas disyukuri.

Pertama, aku punya keluarga yang lengkap dan utuh. Istri yang baik dan tiga anak yang menyenangkan. Lalu keluarga besar dan saudara-saudara yang rukun. Masih ada kampung untuk tempatku sesekali mudik, kampungku dan kampung istriku. Dan masih ada satu orangtua sebagai jimat kehidupan, yaitu ibu. Mereka semua adalah harta yang paling berharga.

Kedua, aku punya pekerjaan terbaik yang sangat cocok dengan sifatku. Pekerjaan ini telah kujalani selama lebih dari sembilan tahun. Tak perlu ngantor, jam kerja fleksibel, tak ada atasan (tempat kita harus minta izin untuk urusan tertentu), tanpa bawahan (yang membuat kita harus bertanggung jawab atas sebagian segi kehidupannya), dan terutama hasilnya lumayan. Dan meski bukan cita-citaku waktu muda, pekerjaan ini masih kulakukan dengan cara yang sama, yaitu menulis.

Pekerjaan apa sih? Agen asuransi. Lazimnya pekerjaan ini dijalankan dengan cara rajin menghubungi orang, tapi aku melakukannya dengan cara menulis di blog (myallisya.com), dan setahun terakhir ditambah dengan membuat video di youtube (Asep Sopyan Network). Dari situ tinggal menunggu dihubungi orang. Berkah zaman internet.

Hasil dari pekerjaan ini, alhamdulillah aku bisa mendapatkan motor, mobil, rumah, dan trip ke luar negeri gratis tiap tahun.

Salah satu video di kanal youtube Asep Sopyan Network

Ketiga, aku punya tempat serta waktu untuk mengaktualisasikan sebagian diriku. Ada blog pribadi untukku menulis apa pun secara bebas, tanpa tergantung pada seorang redaktur atau editor di atas sana yang menentukan tulisanku layak dimuat atau tidak (blog ini: asepsopyan.com). Ada youtube untukku bisa menyalurkan hobi bernyanyi (Asep Sopyan). Kanal youtube tentang asuransi bahkan telah mencapai monetisasi pada akhir 2020. Lagu-laguku pun telah tayang di sejumlah aplikasi musik digital seperti Spotify, Joox, ITunes, dan Langit Musik. Memang belum ada hasil secara materi, tapi hidup kan tidak melulu soal materi.

Salah satu lagu karya saya di kanal youtube Asep Sopyan

Itulah tiga hal yang antara lain menggambarkan hidupku di usia 40 tahun.

Masih banyak yang kurang, tentu. Antara lain soal spiritual, aku masih jauh dari kematangan. Di peralihan usia dari 39 ke 40, bukan keyakinan teguh yang kurasakan, tapi keraguan yang makin mengembang. Soal ini mungkin akan kuceritakan di lain kesempatan.

Baiklah, sementara cukup dulu.

Semoga kita semua sehat sejahtera waras senantiasa. Amin. []

About Asep Sopyan

Senior Business Partner ASN | HP/WA 082-111-650-732 | Email myallisya@gmail.com | Blog: myallisya.com, asuransibiru.com, dan asepsopyan.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Menjadi agen asuransi Allianz sejak November 2011.
This entry was posted in Catatan Harian and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s