Category Archives: Cerpen

Cerpen: Si Pisau Terbang Melepaskan Pisaunya

Si Pisau Terbang Li Sun Huan, pendekar nomor tiga rimba persilatan, telah menewaskan Siangkoan Kim Hong, jago urutan kedua. Sebelumnya, Kim Hong telah membunuh Thianki Lojin, tokoh nomor wahid. Dengan demikian, secara otomatis peringkat Sun Huan naik ke posisi puncak.[i] … Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , , , | 1 Comment

Cerpen: Penderitaan yang Lebih Menyakitkan daripada Ditolak Cinta oleh Seorang Perempuan

“Tampaknya tali itu cukup kuat.” Saka tersentak. Entah sejak kapan, di sudut kamarnya yang cukup luas itu telah berdiri dua orang. “Cukup kuat untuk menjirat lehernya,” sahut yang satu lagi. “Tapi aku tak yakin hati orangnya kuat juga.” “Maksudmu, orang … Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , | Leave a comment

Cerpen: Desi Susan Mencari Tuhan

Pada suatu siang, Desi Susan mendengar Tuhan berkata kepadanya dengan nada penuh rintihan. “Wahai Desi Susan, Aku sakit. Mengapa engkau tidak menjenguk-Ku?” Desi Susan terkejut. Tak salah lagi, itu memang Tuhan. Suara-Nya, Desi Susan masih ingat, itulah suara yang dulu, … Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , | Leave a comment

Cerpen: Mereka Tak Ada di Surga

Syahdan, kelak di hari kemudian, seorang penggemar fanatik cerita silat mendapat anugerah mahabesar dari Tuhan, yakni dimasukkan ke dalam surga. Tatkala ia telah ditempatkan di kamarnya yang mahamewah, hal pertama yang dimintanya kepada pelayan surga ialah buku-buku cerita silat karya … Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Cerpen: Ulang Tahun Kematian Ayah

Para tetangga telah berdatangan. Mereka duduk menyisir dinding, saling berbincang satu sama lain. Bapak kiai pun sudah bersila di sebelahku. Beliau datang beserta santri-santrinya dari kampung seberang. Sesaat lagi acara akan dimulai. Haul ayahku yang kesepuluh. Sejak tadi hatiku berdebar … Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , , , , | 3 Comments

Cerpen: Dua Jago Pedang

Akhirnya dua jago pedang itu berpapasan di tepi hutan. “Tuan yang berjuluk Pedang Kilat?” “Kau si Pedang Menari?” Keduanya berdiri tegak, berhadapan dalam jarak tiga tombak. “Silakan.” “Silakan.” Tapi keduanya tak membuka satu gerakan pun. Tidak juga sekadar mengayunkan tangan … Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , , , , | 2 Comments

Perempuan yang Menunggu [3-habis]

Siang sudah lewat ketika akhirnya kapal yang ditunggu merapat di dermaga Tanjung Priok. Dada kami serasa meledak melihat para prajurit di atas dek melambai-lambaikan tangannya. Kami juga melambaikan tangan. Itu suamiku, itu suamiku! Para istri menjerit histeris, padahal tak satu … Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , , | Leave a comment