Category Archives: Cerpen

Cerpen: Mereka Tak Ada di Surga

Syahdan, kelak di hari kemudian, seorang penggemar fanatik cerita silat mendapat anugerah mahabesar dari Tuhan, yakni dimasukkan ke dalam surga. Tatkala ia telah ditempatkan di kamarnya yang mahamewah, hal pertama yang dimintanya kepada pelayan surga ialah buku-buku cerita silat karya … Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Cerpen: Ulang Tahun Kematian Ayah

Para tetangga telah berdatangan. Mereka duduk menyisir dinding, saling berbincang satu sama lain. Bapak kiai pun sudah bersila di sebelahku. Beliau datang beserta santri-santrinya dari kampung seberang. Sesaat lagi acara akan dimulai. Haul ayahku yang kesepuluh. Sejak tadi hatiku berdebar … Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , , , , | 3 Comments

Cerpen: Dua Jago Pedang

Akhirnya dua jago pedang itu berpapasan di tepi hutan. “Tuan yang berjuluk Pedang Kilat?” “Kau si Pedang Menari?” Keduanya berdiri tegak, berhadapan dalam jarak tiga tombak. “Silakan.” “Silakan.” Tapi keduanya tak membuka satu gerakan pun. Tidak juga sekadar mengayunkan tangan … Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , , , , | 2 Comments

Perempuan yang Menunggu [3-habis]

Siang sudah lewat ketika akhirnya kapal yang ditunggu merapat di dermaga Tanjung Priok. Dada kami serasa meledak melihat para prajurit di atas dek melambai-lambaikan tangannya. Kami juga melambaikan tangan. Itu suamiku, itu suamiku! Para istri menjerit histeris, padahal tak satu … Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , , | Leave a comment

Perempuan yang Menunggu [2 dari 3]

Truk melaju dengan kecepatan sedang, tidak lambat, tidak juga terlalu cepat. Maklum, biarpun truk tentara, isinya perempuan semua. Biarpun perempuan-perempuan itu adalah perempuan yang rindu, yang rindunya nyaris tak tertahan, truk ini sama sekali tak punya perasaan. Kalau ada bis … Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , , | Leave a comment

Perempuan yang Menunggu [1 dari 3]

Hari ini satu batalyon prajurit dari Aceh dijadwalkan tiba di pelabuhan. Kapal mereka akan tiba siang, atau sore, atau paling lambat malam. Sejak pagi kami sudah bersiap-siap mengadakan penjemputan. Sebuah truk toronton telah menunggu di depan gerbang. Kami baru akan … Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , , | 3 Comments

Wajah yang Indah

Empat ahli sujud yang tinggal di tepi gurun itu hidup seperti malaikat, bersujud dan hanya bersujud setiap saat. Bertahun-tahun mereka hidup dengan irama tetap, hingga sebuah mimpi yang terulang tiga malam berturut-turut mengubah segalanya dalam sekejap. – Kawan-kawan, Jibril menyuruh … Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , | 5 Comments