Category Archives: Puisi

Akhirnya Kuterima Kemacetan Ini sebagai Bagian dari Pekerjaan

Akhirnya kuterima kemacetan ini sebagai bagian dari pekerjaan. Bahwa aku digaji, antara lain, untuk menghadapi kemacetan. Aku takkan mengeluh, menggerutu, apalagi memaki. Malah sepanjang jalan aku akan bernyanyi-nyanyi. Semoga dengan itu, tugas tambahan ini bisa lebih sukses kujalani. Kalaupun tidak … Continue reading

Posted in Puisi | Tagged , , | Leave a comment

Jika Kau Bertanya Siapa Aku

Jika kau bertanya siapa aku Kujawab, aku adalah tulisan-tulisanku Setidaknya sebagian diriku Dan itulah yang kini kuserahkan kepadamu Sebagai mahar untuk menikahimu Jangan cemas, sayang Kau akan memperoleh diriku Bukan hanya sebagian, tapi keseluruhan Sebab selebihnya bisa kau dapati pada … Continue reading

Posted in Puisi | Tagged , , , | 1 Comment

Menikahimu

Menikahimu adalah ikhtiar Untuk melestarikan takdir Yang menautkan hati kita Dalam satu cinta Bismillah… Kp. Utan, 27 September 2010

Posted in Puisi | Tagged , , , | 1 Comment

Nak

1 Setiap kali menyaksikan spermanya muncrat Di lantai kamar mandi Dia berucap : Kau beruntung, nak Batal menjadi manusia Sehingga kau tak perlu kesepian Seperti bakal ayahmu ini 2 Setiap kali merasakan maninya nyemprot Di dalam rahim istrinya Dia berbisik … Continue reading

Posted in Puisi | Tagged , , , | Leave a comment

Aku Mencintaimu

Aku mencintaimu. Tapi itu belum cukup. Aku juga merindukanmu. Itu pun masih kurang. Aku membutuhkanmu, menginginkanmu, mengharapkanmu. Aku memikirkanmu, mengangankanmu, mengkhayalkanmu … Namun itu semua baru akan bermakna hanya bila engkau merasakan yang serupa. Sedap Malam, 3 Agustus 2010

Posted in Puisi | Tagged , , , | 2 Comments

Akulah Rumput

Akulah rumput yang tersiram hujan sehingga aku menjadi hijau dan lebat. Tapi aku juga kambing yang memakan rumput itu hingga aku menjadi gemuk dan sehat. Namun aku juga seorang lelaki yang melahap daging kambing, lalu aku menjadi penuh gairah dan … Continue reading

Posted in Puisi | Tagged , , , , | Leave a comment

Saat Kau Marah

Inilah yang kau harapkan untuk kulakukan saat kau marah padaku. Kau berkata: Jika aku marah padamu, atau kesal, paling jauh aku hanya akan masuk kamar, menyusupkan kepalaku ke balik bantal, dan mungkin sambil terisak-isak. Tapi kau jangan pergi, sayangku. Bujuklah … Continue reading

Posted in Puisi | Tagged , , , , | 1 Comment