Kriteria Robot Trading yang Wajar

Jual Robot Trading Binary MT5 - Kota Semarang - Toserba Blessing | Tokopedia

Beberapa tahun terakhir ini marak penawaran bisnis atau investasi melalui robot trading, baik trading forex, kripto, atau gold. Tapi sebagian besar atau bahkan seluruhnya menggunakan skema yang mengandung kejanggalan-kejanggalan. Ada yang harga robot tergantung deposit, ada yang kalau mau deposit harus beli robot lagi, ada yang robotnya hanya bisa dipakai di broker atau exchanger tertentu, ada yang  brokernya tidak punya izin, ada yang sudah beli robot masih pula minta bagi hasil, ada yang menjanjikan keuntungan pasti, ada yang menetapkan selisih kurs yang sangat tinggi, dan sebagainya.

Berikut ini saya coba menguraikan kriteria yang semestinya dimiliki robot trading yang wajar.

1. Harga robot tidak tergantung deposit

Berapa pun depositnya, mau 100 dolar ataupun 100 ribu dolar, harga robotnya sama.

Atau boleh saja harga robotnya dibedakan, asalkan fitur-fiturnya memang berbeda.

2. Dapat dipakai di broker atau exchanger mana pun

Kalau sebuah robot hanya bisa dipakai di broker/exchanger tertentu, patut dicurigai ada apa-apanya.

3. Hanya bekerja sama dengan broker atau exchanger yang resmi (teregulasi)

Tentu saja. Trading forex dan kripto itu berisiko tinggi, jangan ditambah lagi dengan risiko dananya dibawa kabur broker. Broker resmi pun masih mungkin menipu, tapi setidaknya ada pihak yang bisa dimintai pertanggungjawaban (dalam hal ini pihak pemberi izin).

Untuk exchanger kripto memang tidak ada yang punya izin resmi (karena kripto didesain untuk keluar dari segala perizinan pemerintah), tapi setidaknya bisa menggunakan exchanger yang sudah teruji dan digunakan para trader di seluruh dunia.

4. Dana deposit disetorkan ke broker/exchanger, bukan ke perusahaan robot trading

Tentu saja. Perusahaan robot trading mestinya hanya terima uang pembelian robot.

5. Tidak menjanjikan keuntungan pasti

Janji keuntungan pasti bertentangan dengan sifat high risk high return dari trading.

6. Tidak pakai bagi hasil

Keuntungan trading seluruhnya menjadi milik investor. Robotnya kan udah beli (atau sewa).

Atau kalau mau bagi hasil, mestinya robotnya gratis.

7. Selisih kurs normal sesuai harga pasar

Jangan ada lagi biaya tambahan yang tidak perlu terhadap pembeli robot.

Demikian.

Kalau robot dijual dengan sistem berjenjang (MLM) wajar gak? Ya, silakan saja, asalkan sesuai seluruh kriteria di atas.

Adakah robot trading yang seperti itu? Kalau belum ada, semoga ada yang bikin. []

Posted in Bisnis | Tagged , , , , , | Leave a comment

Kupon Diskon Niaga Hoster

Saya menggunakan hosting Niagahoster untuk blog asuransibiru.com dan sejauh ini cukup puas dengan layanannya.

Dapatkan diskon 5% untuk order pertama di Niagahoster dengan memasukkan kode di bawah ini.

NHASSO

Ada beberapa paket hosting yang tersedia di Niagahoster, yaitu unlimited hosting (hosting biasa, harga lebih murah), cloud hosting (hosting lebih cepat, harga lebih tinggi), dan VPS hosting (hosting cepat tapi butuh dikelola sendiri).

Saya sendiri pakai paket wordpress hosting, yang merupakan bagian dari unlimited hosting. Ada kemungkinan nanti saya upgrade ke paket cloud hosting.

Klik pada banner di bawah ini untuk menuju web Niagahoster.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Posted in Blog | Tagged , , , | Leave a comment

Gak Jual Robot Tapi Jual Ebook, Katanya

Ada sebuah perusahaan MLM. Di situs resmi, perusahaan ini menyebut produk yang dijualnya adalah ebook dan software untuk membuat robot trading (EA creator). Tapi di lapangan, para member MLM ini menawarkan paket robot forex disertai deposit (investasi) untuk trading menggunakan robot tersebut.

Bukan hanya itu.

Perusahaan juga melayangkan somasi kepada banyak orang yang mengatakan di media sosial bahwa MLM tsb menjual paket robot dan investasi. Yang lucu, ada seorang member MLM tsb yang membuat video bahwa dia mendapat somasi dari perusahaan karena dia menyebut perusahaan menjual robot forex, dan dia diminta untuk mengatakan bahwa perusahaan hanya menjual ebook.

Jika memang perusahaan MLM tsb hanya menjual ebook dan software untuk membuat robot, tidak menawarkan paket robot plus investasi, timbul sejumlah pertanyaan:

  • Kenapa para member Net89 menawarkan robot trading yang dipaketkan dengan deposit?
  • Harga buku elektronik saja kenapa bisa jutaan hingga ratusan juta? Emangnya ada yang mau beli? Bukankah yang namanya buku elektronik itu kalau mau diperbanyak tinggal dicopas saja sebanyak yang dibutuhkan tanpa harus keluar biaya lagi?
  • Apakah mungkin para member join dengan perusahaan tsb dan harus mengeluarkan uang jutaan hingga miliaran rupiah karena tertarik dengan ebooknya?
  • Apakah para member telah membaca ebook tsb? Berapa banyak member yang telah membaca dan mempelajarinya, serta menghasilkan karya sendiri berupa robot trading forex? Berapa banyak pula yang melakukan trading dengan robot forex bikinan sendiri?
  • Di seminar-seminar perusahaan, adakah materi tentang cara membuat robot trading berdasarkan eboook yang dijual?
  • Kalau memang para member telah membeli ebook cara membuat robot forex, kenapa robot forex yang beredar hanya ada satu, yaitu yang dikeluarkan perusahaan? Buat apa beli ebook kalau gitu?
  • Ketika seorang member telah membeli ebook dan telah deposit, lalu dia ingin deposit lagi, kenapa harus membeli ebook lagi? Bukankah dia sudah punya buku cara membuat robot tsb? Buat apa beli lagi?

Semua pertanyaan ini perlu diklarifikasi kepada publik.

Sebagai dugaan awal, kemungkinannya seperti ini:

  • Perusahaan hanya mengakui menjual ebook dan software untuk membuat robot, karena izin yang diperoleh hanya itu, yaitu SIUPL dari APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia).
  • Perusahaan tidak mengakui menjual robot forex, karena tidak punya izin dari Bappepti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.
  • Perusahaan tidak mengakui menjual paket investasi, karena tidak punya izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan.

Jika dugaan ini keliru, sekali lagi, silakan perusahaan membuat klarifikasi kepada masyarakat. []

Posted in Bisnis | Tagged , , | Leave a comment

5 Indikasi Net89 Itu Money Game

Pada artikel sebelumnya (di SINI) saya telah membahas satu aspek dari Net89, yaitu kerugian posisi saat masuk, yang membuat saya tidak tertarik untuk bergabung. Kali ini saya memperluas ke aspek-aspek lainnya, yang justru makin menguatkan dugaan saya bahwa Net89 ini memang money game alias ponzi.

Ada lima indikasi bahwa Net89 itu money game.

Pertama, posisi saat masuk loss (rugi) 33%.

Seperti telah diketahui, saat bergabung dengan Net89, seorang member akan dikenakan harga robot sebesar 20% dari deposit dan selisih kurs 13,3% (harga deposit 15 ribu per USD, harga penarikan 13 ribu).

Ini jelas kerugian yang besar bagi member, tapi menjadi keuntungan bagi para upline dan perusahaan.

Karena bisnis ini dikemas dengan skema MLM, maka jika ajak orang untuk bergabung berarti sama dengan membuat mereka rugi juga 33%.

Paket robot Net89

Kedua, jika mau deposit lagi, harus beli robot lagi.

Ini sangat aneh dan tidak masuk akal. Sudah punya robot tapi harus beli lagi saat mau tambah deposit. Jelas bahwa yang disebut harga robot itu sebetulnya bukan beneran untuk beli robot tapi untuk membayar para upline dan perusahaan.

Beli robot lagi berarti member akan kehilangan 33% lagi dari uangnya (20% untuk harga robot dan 13% selisih kurs).

Indikasi money game juga adalah terlalu banyaknya alokasi dari harga produk untuk membayar para upline dan perusahaan.

Ketiga, legalitas dan perizinan tidak sesuai dengan yang dikerjakan.

Izin yang dimiliki PT SMI (pembuat Net89) adaalah SIUPL (Surat Izin Usaha Penjualan Langsung) dari Kementerian Perdagangan. Ini izin yang biasa digunakan oleh perusahaan MLM. Barang yang dijual oleh PT SMI secara resmi adalah ebook dan software pembuat robot trading (EA creator). Tapi dalam praktiknya di lapangan, para member PT SMI menjual robot trading forex (yang disebut Smartxbot), yang dipaketkan dengan investasi, kegiatan yang seharusnya mendapatkan izin dari Bappepti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) dan sekaligus dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Jadi, dari sisi legalitas, PT SMI telah melakukan akal-akalan, hal yang biasa bagi perusahaan jenis money game.

Bisnis yang terbukti money game semuanya tidak memiliki izin yang benar sesuai ketentuan pemerintah.

Legalitas PT SMI di web ptsmi.id. Nulis kepanjangan SIUPL-nya salah pula.

Keempat, broker tidak teregulasi, baik di luar negeri maupun dalam negeri.

Ada lima broker yang dipakai di Net89, yaitu Max Global, Global Premier, Zen Trade, Hot Forex, dan Blafx. Tiga broker yang disebut pertama tidak teregulasi di negara mana pun dan skor wikifx-nya rendah sekali (satu koma). Dua lainnya terdaftar di negara antah berantah (Hot Forex di Siprus dan Blafx di Vanuatu). Silakan dicek sendiri di wikifx.com. Dan jelas semuanya tidak teregulasi di Indonesia (silakan dicek di bappepti.go.id).

Broker tidak teregulasi artinya dana member jadi tidak aman, dan keberadaan di negeri antah berantah membuat para member tidak akan mampu berbuat apa-apa jika tiba-tiba uang mereka lenyap.

Tampilan broker Max Global di WikiFX

Kelima, trading (patut diduga) tidak real.

Ini yang paling krusial. Dugaan money game akan terbukti, cepat atau lambat, jika trading tidak real atau tidak sebenarnya. Artinya ada manipulasi harga atau penentuan posisi trading agar histori trading selalu tampak untung. Tapi jika tradingnya real, dan tetap memberikan keuntungan seperti yang digambarkan dalam histori, perusahaan akan bertahan dalam jangka panjang.

Indikasi trading tidak real antara lain: selalu profit tiap bulan dan tidak pernah rugi (rasio kemenangan di atas 80%), iming-iming profit terlalu tinggi (mulanya di atas 20% per bulan, lalu belasan persen, dan akhir-akhir ini 6-10% per bulan, tapi ini pun masih sangat tinggi), dan signal broker di MQL5 tidak live (hanya ada demo) dengan slippage yang tinggi (silakan dicek sendiri ke web mql5.com, siapa pun bisa login dengan mudah).

Lalu dari mana keuntungan yang selama ini diperoleh para member jika bukan dari trading beneran? Ya berarti dari para member juga, terutama yang bergabung belakangan. Itulah skema ponzi.

Skema seperti ini cepat atau lambat akan bubar. Salah satu cara untuk memperlambat bubarnya bisnis ponzi adalah dengan mengurangi keuntungan untuk para member, dan histori kinerja Net89 seperti pada gambar di bawah ini justru makin menunjukkan hal itu.

Histori trading robot Net89, mulanya tinggi lalu lama-lama turun

Catatan:

Indikasi-indikasi yang disebutkan di sini tidak khusus pada Net89 saja, tapi juga pada sejumlah robot trading lain yang memiliki ciri serupa.

Sangatlah aneh bahwa pada waktu yang hampir bersamaan bermunculan robot-robot trading dengan iming-iming hasil yang menggiurkan, seakan-akan rahasia mendapatkan kekayaan dengan cara mudah telah ditemukan oleh banyak orang sekaligus. Beberapa di antaranya telah terbukti scam (penipuan), seperti Sunton, Mark AI, dan Forte1.

Ringkasan artikel ini telah dibuat dalam bentuk video di kanal youtube Asep Sopyan Network:

Posted in Bisnis | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Menurut UU HPP 2021

Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) telah disahkan oleh DPR dan Pemerintah RI pada tanggal 7 Oktober 2021. UU ini memuat beberapa perubahan terhadap UU sebelumnya.

Terkait pajak penghasilan (PPh) orang pribadi, perubahan yang terjadi yaitu penambahan tingkat penghasilan menjadi 5 lapis (dari sebelumnya 4 lapis), lapis 1 batasnya naik menjadi 60 juta (dari sebelumnya 50 juta, dan ini tentunya secara otomatis mengubah batas bawah lapis kedua), dan potongan pajak tertinggi menjadi 35% (dari sebelumnya 30%). Ada pun ketentuan tentang PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) tidak ada perubahan.

Potongan Pajak Berdasarkan Jumlah Penghasilan

Pajak Penghasilan (PPh) dikenakan atas tiap warga negara yang memiliki penghasilan dengan skema progresif (semakin tinggi penghasilan, semakin tinggi persentase potongan pajaknya).

Berikut tabel potongan pajak menurut UU HPP tahun 2021.

PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)

Sebelum dikenakan pajak, penghasilan akan dikurangi terlebih dahulu dengan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). Dengan adanya PTKP, orang yang penghasilannya kecil tidak perlu khawatir harus bayar pajak.

Adapun besaran PTKP adalah sebagai berikut:

  • PTKP dasar: 54 juta per tahun
  • Status kawin: 4,5 juta per tahun
  • Tanggungan: 4,5 juta per tahun per orang, maksimal 3 orang

Penerapannya sesuai profil WP (Wajib Pajak) dapat dilihat pada tabel berikut:

Contoh Perhitungan Pajak Penghasilan

Semua contoh perhitungan ini menggunakan asumsi penghasilan bersih. Untuk pekerjaan karyawan, semua penghasilan biasanya sudah dianggap bersih (di luar potongan seperti dana pensiun, asuransi kesehatan, dll). Untuk pekerjaan bebas (seperti tenaga penjual, pembuat konten, artis, profesional), penghasilan bersih setelah dikurangi norma untuk pekerjaan tsb. Untuk pengusaha/wiraswasta, cara menghitung penghasilan bersih tergantung banyak faktor, seperti level omset dan apakah dilakukan pembukuan atau tidak.

Contoh 1.

Seorang lajang tanpa tanggungan memiliki penghasilan bersih 4 juta per bulan (48 juta per tahun). Berapakah pajak yang harus dia bayar?

Jawab:

  • Penghasilan = 48 juta
  • PTKP (TK0) = 54 juta
  • PKP (Penghasilan Kena Pajak) = 48 juta – 54 juta = -6 juta.

Karena penghasilannya masih di bawah PTKP, maka si lajang ini tidak perlu membayar pajak sama sekali.

Contoh 2.

Seorang pria telah menikah memiliki penghasilan 5 juta per bulan (60 juta per tahun). Istrinya tidak bekerja, dan mereka belum mempunyai anak. Berapakah pajak yang harus dia bayar?

Jawab:

  • Penghasilan = 60 juta
  • PTKP (K0) = 58,5 juta
  • PKP = 60 juta – 58,5 juta = 1,5 juta

Pria ini tergolong lapis 1 dengan potongan pajak 5%, jadi pajak yang harus dia bayar adalah 5% dari 1,5 juta, sama dengan 75 ribu per tahun.

Contoh 3.

Seorang kepala keluarga dengan istri tidak bekerja dan mempunyai dua anak, memiliki penghasilan 6 juta per bulan. Berapakah pajak yang harus dia bayar?

Jawab:

  • Penghasilan = 72 juta per tahun
  • PTKP (K/2) = 67,5 juta
  • PKP = 72 juta – 67,5 juta = 4,5 juta

Kepala keluarga ini tergolong lapis 1, jadi pajak yang harus dia bayar adalah 5% dari 4,5 juta, sama dengan 225 ribu per tahun.

Contoh 4.

Seorang kepala keluarga dengan istri bekerja, gabungan penghasilan keduanya sebesar 10 juta per bulan (120 juta per tahun). Mereka memiliki 2 anak sebagai tanggungan. Berapakah pajak yang harus mereka bayar?

Jawab:

  • Penghasilan = 120 juta per tahun
  • PTKP (K/I/2) = 121,5 juta
  • PKP = 120 juta – 121,5 juta = -1,5 juta

Karena PTKP lebih besar daripada PKP, maka keluarga ini tidak perlu membayar pajak penghasilan kepada negara.

Beruntunglah kalau istri bekerja, karena pengurang pajak jadi lebih besar.

Contoh 5.

Seorang kepala keluarga dengan istri tidak bekerja dan mempunyai 3 anak, penghasilannya 25 juta per bulan (300 juta per tahun). Berapakah pajak yang harus ia bayar?

Jawab:

  • Penghasilan = 300 juta
  • PTKP (K/3) = 72 juta
  • PKP = 300 juta – 72 juta = 228 juta

Kepala keluarga ini dikenakan pajak 2 lapis.

  • Lapis 1: 60 juta x pajak 5% = 3 juta
  • Lapis 2: 228 juta – 60 juta = 168 juta x pajak 15% = 25,2 juta

Jadi, pajak yang harus dia bayar adalah 25,2 + 3 juta = 28,2 juta per tahun.

Mulai terasa nih besarnya.

Contoh 6.

Seorang kepala keluarga dengan istri bekerja dan mempunyai 3 anak, gabungan penghasilan mereka 1 miliar per tahun. Berapakah pajak yang harus dibayar?

Jawab:

  • Penghasilan = 1 miliar
  • PTKP (K/I/3) = 126 juta
  • PKP = 1 miliar – 126 juta = 874 juta

Keluarga ini dikenakan 4 lapis pajak.

  • Lapis 1: 60 juta x 5% = 3 juta
  • Lapis 2: 250 juta – 60 juta = 190 juta x 15% = 28,5 juta
  • Lapis 3: 500 juta – 250 juta = 250 juta x 25% = 62,5 juta
  • Lapis 4: 874 juta – 500 juta = 374 juta x 30% = 112,2 juta

Jadi, total pajak yang dibayarkan keluarga ini adalah 3 juta + 28,5 juta + 62,5 juta + 112,2 juta = 206,2 juta setahun.

Lumayan sekali. Total pajaknya 20% lebih dari penghasilan.

Contoh 7.

Seorang CEO perusahaan besar dengan penghasilan bersih 10 miliar setahun, istri tidak bekerja, anaknya 1 saja. Berapakah pajak yang harus ia bayar?

Jawab:

  • Penghasilan = 10 miliar
  • PTKP (K/1) = 63 juta
  • PKP = 10 miliar – 63 juta = 9,937 miliar

Sudah jelas CEO ini dikenakan pajak 5 lapis.

  • Lapis 1: 60 juta x 5% = 3 juta
  • Lapis 2: 250 juta – 60 juta = 190 juta x 15% = 28,5 juta
  • Lapis 3: 500 juta – 250 juta = 250 juta x 25% = 62,5 juta
  • Lapis 4: 5 miliar – 500 juta = 4,5 miliar x 30% = 1,35 miliar
  • Lapis 5: 9,937 miliar – 5 miliar = 4,937 miliar x 35% = 1,728 miliar

Jadi, pajak yang dibayar Sang CEO adalah 3 juta + 28,5 juta + 62,5 juta + 1,35 miliar + 1,728 miliar = 3,172 miliar setahun.

Wow, luar biasa.

Demikian cara menghitung pajak penghasilan berikut contoh-contohnya.

Anda pilih bayar pajaknya besar atau kecil? []

Posted in Keuangan | Tagged , , , , , , , , , | 1 Comment