Kenangan Kasih yang Bertepi Sunyi

Ulasan Membayangi Bulan - RahmatMelanjutkan ulasan dua lagu sebelumnya, Himne Cinta dan Manusia Pertama di Dunia, kali ini sahabat saya Rahmat Hm mengulas lagu Membayangi Bulan dan memuatnya di akun facebooknya.

Selamat membaca.

Lagu Membayangi Bulan bisa didengarkan dan diunduh di Soundcloud.

 

KENANGAN KASIH YANG BERTEPI SUNYI

Oleh: Rahmat Hm

Mendengarkan lagu Membayangi Bulan, imajinasiku tertuju pada seorang yang sedang rebah di atas rumput sambil menerawang bulan di langit. Ada dilema berkecamuk di hatinya. Dilema akan kisah kasihnya yang bertepi sunyi. Setelah ia temukan keteduhan dan ketenangan dalam belai lembut sinar cinta. Berdansa dalam buai asmara, diiringi alunan seuntai nyanyian malam. Hingga hati pun luluh perlahan. Namun desir dedaunan lirih menikam. Kisah kasih yang dirajut hanya menyisakan kesunyian.

Ingin ia mengakhiri kisahnya. Meninggalkan segala yang ia sebut sebagai cinta. Pergi menjauh. Sendiri menyepi. Karena rasanya sia-sia membangun kisah kasih di ruang kesunyian. Sunyi karena kekasihnya tak lagi ada di sisi. Apalah artinya cinta tanpa kekasih yang dicinta.

Ia mungkin bisa pergi sejauh mungkin. Tapi kenangan tak pernah mampu ia hapus. Kemanapun pergi bayangan wajah dan senyuman kekasih selalu mengikuti. Wajah dan senyumannya selalu membayangi bulan.

Lagu Membayangi Bulan menyadarkan kita betapa sulitnya menghapus kenangan. Apalagi kenangan dengan kekasih yang dicintai. Kekasih yang selalu menemani dalam suka dan duka. Seperti yang pernah ditulis Kahlil Gibran, “Kamu mungkin akan melupakan orang yang tertawa bersamamu tapi tidak mungkin melupakan orang yang pernah menangis bersamamu. “

Kucoba ‘tuk berhenti
Meniti kasih yang bertepi sunyi
Kuingin jauh pergi
Sendiri menyepi meski tak berarti
Namun ‘ku tiada mampu
Hapus semua kenangan
Wajah dan senyumanmu
S’lalu membayangi bulan

 

Lirik lagu Membayangi Bulan

 

Rebah hatiku dalam lembut belai sinar bulan

Luluh perlahan

Teduh dan tenang

 

Dan angin malam mengalunkan seuntai nyanyian

Desir daunan

Lirih menikam

 

Kucoba ‘tuk berhenti

Meniti kasih yang bertepi sunyi

Kuingin jauh pergi

Sendiri menepi meski tak berarti

 

Namun ‘ku tiada mampu

Hapus semua kenangan

Wajah dan senyumanmu

S’lalu membayangi bulan

 

Selengkapnya lagu-lagu dalam album Himne Cinta bisa dinikmati dan diunduh di Soundcloud.

Sebagian video klipnya bisa juga dilihat di Youtube.

 

Advertisements
Posted in Lagu | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Perjalanan Mencari Belahan Jiwa

Rahmat Hm Manusia PertamaIni adalah ulasan kedua dari sahabat saya, Rahmat Hm, mengenai album Himne Cinta, yang dimuat di akun Facebooknya. Kali ini tentang lagu berjudul Manusia Pertama di Dunia.

Terima kasih, kang Rahmat Hm. Semoga Allah selalu merahmatimu. Amin.

Lagu Manusia Pertama di Dunia bisa didengarkan di Soundcloud.

 

Perjalanan Mencari Belahan Jiwa

Oleh: Rahmat Hm

 

Bagaimana kondisi seseorang yang belum menemukan belahan jiwanya (baca: pasangan hidup)? Di dalam lagu berjudul Manusia Pertama di Dunia, Kang Asep Sopyan menggambarkan kondisi tersebut. Sepi yang selalu menyerang, tak berhenti menguntit dan membayang. Ke arah manapun pergi sepi menjadi teman. Begitulah derita seorang tanpa belahan jiwa. Kesepian menjadi bagian hidupnya.

Bagaikan Adam, manusia pertama yang turun ke dunia, kesepian tanpa Hawa di sisinya. Dipisahkan di dunia fana setelah sekian lama bersama di surga. Maka Adam pun berjalan dari tanah India menuju negeri Arab demi menemukan Hawa, belahan jiwanya. Gunung, lembah, gurun diarungi. Tiga ratus tahun lebih Adam bertualang. Hingga kian letih hati mencari. Tinggalah hanya mimpi dan bayangan indah yang menari-nari.

“Di mana dia belahan jiwa
tempat berlabuh segala rasa”

Namun harapan tak boleh hilang. Menanti tangan lembut memayang. Adam tak berputus asa. Melanjutkan petualangan mencari Hawa. Tengadah ke langit memanjatkan doa. Akhirnya pertemuan indah pun tercipta. Adam dan Hawa melepas rindu di Jabal Rohmah.

Melalui lagu Manusia Pertama di Dunia, Kang Asep mengajak kita untuk bertualang seperti kisah Adam-Hawa dalam mencari belahan jiwa. Karena belahan jiwa sangat berarti dalam hidup manusia. Pada dirinya kita akan melabuhkan segala rasa. Bertualanglah dan jangan lupa berdoa agar segera bertemu belahan jiwa yang didamba.

“Tuhan tolonglah hadirkan dirinya
di hadapanku utuh dan nyata”

 

Lirik Lagu Manusia Pertama di Dunia

Bagaimanakah harus kujaga diri

Agar tak mudah terserang sepi

Yang tak henti menguntit dan membayangi

Ke arah mana pun aku pergi

 

Aku bagaikan manusia pertama

Yang dilahirkan ke dunia

Di mana dia belahan jiwa

Tempat berlabuh segala rasa

 

Setiap hari aku berjalan hingga ke ujung tepi

Gunung lembah gurun kuarungi

Tetapi bumi terlalu luas untuk dijelajahi

Kian letih hatiku mencari

Ho ho ho ho du du du du

 

Manakala ku tertidur dan bermimpi

Bayangan indah menari-nari

Namun ketika aku terjaga

Nuansa itu segera sirna

Tinggallah aku rebah terlentang di bawah langit lengang

Menanti tangan lembut memayang

Ho ho ho ho du du du du

 

Tuhan tolonglah hadirkan dirinya

Di hadapanku utuh dan nyata

 

Lagu-lagu dalam album Himne Cinta bisa dinikmati dan diunduh di Soundcloud.

Sebagian video klipnya bisa dilihat di Youtube.

 

Posted in Lagu | Tagged , , , , , , , | 1 Comment

Himne Cinta: Memaknai Cinta yang Hakiki

Ulasan berikut ini ditulis oleh sahabat saya yang pernah bersama-sama belajar menulis di FLP (Forum Lingkar Pena) Ciputat antara tahun 2008-2010. Saat ini dia tengah berkelana di daerah Maluku. Dia berencana menulis ulasan tentang setiap lagu dalam album Himne Cinta dan memuatnya di dinding Facebook. Yang pertama dimulai dengan lagu Himne Cinta.

Lagu Himne Cinta bisa didengarkan di Youtube seperti tampak pada video di atas. Versi MP3 tersedia di Soundcloud dan bisa diunduh ke HP atau laptop. Liriknya akan saya tulis di bagian bawah.

Terima kasih, kang Rahmat. Semoga selalu sehat dan dapat meraih segala cita-cita. 

 

Himne Cinta: Memaknai Cinta yang Hakiki

Oleh: Rahmat Hm

Sebuah himne cinta yang indah tercipta dari buah kreatif seorang lelaki yang cerdas dan bersahaja. Dialah Kang Asep Sopyan, senior saya di komunitas penulis yang saya pernah ikuti. Kang Asep, yang saya amati, merupakan orang yang sangat serius ketika ingin menyajikan karya ciptanya. Pun ketika ia telah mempublikasikan karya lagu bertajuk Himne Cinta ini. Saya yakin ini adalah buah karya yang sudah melalui proses yang tidak main-main.

Apa yang ingin disampaikan Kang Asep dalam Himne Cinta adalah mengajak kita untuk memaknai cinta yang hakiki. Cinta merupakan anugerah dari Tuhan yang harus disyukuri. Cinta yang menumbuhkan bahagia. Cinta merupakan cahaya surga yang dengannya hidup jadi berwarna.

Seperti apakah cinta yang hakiki? Dalam Cinta yang hakiki yang ada hanya memberi tanpa mengharapkan balasan. Jika pun disebut sebagai pengorbanan, maka itu merupakan pengorbanan yang suci. Cinta yang hakiki selalu berada dalam ruang hati yang tulus dan ikhlas. Juga tidak ada istilah dendam, cemburu, dan duka dalam cinta yang hakiki.

Ketika kita bisa menempatkan cinta yang hakiki di dalam hati, maka saat itulah kita akan mampu merasakan keindahan cinta. Yang dengannya mekarlah bunga-bunga dan hidup jadi bermakna. 
Selamat untuk Kang Asep yang telah memberikan persepsi makna cinta hakiki yang indah. Semoga Himne Cinta tak hanya menjadi sebuah lagu penghibur tapi juga sebuah renungan betapa indahnya cinta hakiki yang telah ditiupkan Tuhan dalam hidup manusia.

“Bersyukurlah kepada-Nya
Yang telah mengirimkan cahya dari surga
Hingga dunia dan segala
Menjadi penuh warna di mata manusia”

 

Lirik Himne Cinta

Pada hati manusia

Tuhan meniupkan cinta

Pada hidup manusia

Cinta menumbuhkan bahagia

 

Bersyukurlah kepada-Nya

Yang telah mengirimkan cahya dari surga

Hingga dunia dan segala

Menjadi penuh warna di mata manusia

 

Dalam cinta hakiki

Yang ada hanya memberi

Tanpa berharap kembali

Sebagai suatu pengorbanan suci

 

Tiada rasa paling indah

Selain rasa cinta yang tulus dan ikhlas

Kata cinta yang sesungguhnya

Tak mengenal dendam cemburu dan duka

 

Karena cinta mekarlah bunga-bunga

Karena cinta keindahan tercipta

Karena cinta hidup penuh makna

 

Semua lagu dalam album Himne Cinta bisa didengarkan dan diunduh di Soundcloud.  

Sebagian video klipnya sudah tersedia di Youtube.  

Posted in Lagu | Tagged , , , , , , | 1 Comment

Saat Himne Cinta Menjadi Tembang Lawas Masa Kini

Album Himne CintaUlasan kali ini ditulis oleh sahabat sekaligus rekan bisnis saya di Allianz, Siti Ema Rahmah, di blognya taproallisyaplus.wp.com. Katanya, lagu-lagu pada album Himne Cinta itu mirip tembang lawas tahun 80-90-an. Apakah anda setuju? Silakan dicek langsung lagu-lagunya di Soundcloud dan Youtube.

Terima kasih kak Emma untuk ulasannya yang menyenangkan.

Selamat membaca.

 

TEMBANG LAWAS, mungkin hanya difahami dan disukai oleh orang-orang pada masanya. Dan bagi orang tua kita atau bahkan nenek kakek kita, pasti sudah tidak asing lagi mendengar deretan nama dan karya-karya lagu, seperti; Panbers, Crisye, Broery, Ebit G Ade, Obbie Mesakh, Tommy J Pissa, Betharia Sonata, Crystien Panjaitan, Gombloh, Dian Pishesa, Titiek Puspa, Dewi Yul, Julius Sitanggang, Vina Panduwinata, Meriam Belina, Andi Meriam Matalatta dan lainnya, merupakan sederet penyanyi yang berjaya pada masanya. Dan lagu-lagu mereka cukup diminati pada saat itu.

Ya, saya hafal betul penyanyi-penyanyi di atas bukan tanpa sebab. Meskipun saya lahir September, tahun 1985. Tapi saya Sangat hafal para penyanyi lawas dan lagu-lagunya tersebut. Dan cukup sedikit mahir jika saya ditantang untuk menyanyikan lagu-lagu mereka di masa ini. Hal ini tidak lain karena sedari kecil, Ibu kandung saya selalu menyetel lagu-lagu lawas ini dan menyanyikannya. Sehingga lagu-lagu itu terekam otomatis di memori dan jiwa saya. 

Tidak hanya itu, setiap sore hari saya tidak pernah absen mendengarkan tembang-tembang lawas disalah satu siaran radio di daerah bogor yang paling FAVORIT.  Oia, saya ini asli BOGOR, dari lahir, SD, SMP dan MAN, saya tinggal di bogor. Dan mulai menetap di JAKARTA yaitu saat kuliah Strata satu (S1) sampai sekarang dan sudah menjadi warga DKI Jakarta.

Sejujurnya saja, sampai saat ini saya tidak bisa “Move On” dari tembang-tembang lawas ini. Kalaupun ada penyanyi era saya yang saya kagumi, mungkin hanya SITI NURHALIZA dan ROSSA saja, sedangkan penyanyi lain mungkin hanya untuk sekedar didengarkan saja tanpa meninggalkan kesan khusus di dalamnya. 

Mungkin karena itulah saya sering dapat “julukan” dari beberapa teman sekolah atau kuliah saya sebagai “Perempuan masa kini tapi selera tahun-70an”, heheee… karena mungkin saya ini lebih suka yang “matang-matang”. Selain katanya perempuan itu lebih cepat dewasa, juga karena saya dilahirkan sebagai anak nomor SATU di keluarga. Jadi memang sudah bawaan jika saya lebih suka yang sifatnya “dewasa atau matang”. Termasuk dalam hal pemilihan lagu dan selera musik.

Karena Diakui tidak diakui, tembang-tembang lawas itu memang cukup “abadi” untuk dinikmati bahkan untuk dinyanyikan. Rasanya kaya “nyentuh” aja ke hati nurani. Dan musiknya pun seperti tak bisa lekang oleh waktu. Tetap dapat diterima dengan baik oleh para pecinta aliran musik Pop. 

Lalu bagaimanakah kira-kira, jika tembang-tembang lawas itu, seperti lahir kembali dimasa kini, dengan pencipta dan penyanyi masa kini??? Pasti anda penasaran bukan seperti apa dan bagaimana sih lagunya itu. Nah, jika anda penikmat tembang-tembang lawas juga seperti saya, saya bisa Rekomendasikan album HIMNE CINTA karya ASEP SOPYAN. Selain anda bisa memesan dalam bentuk CD atau DVD, juga bisa anda lihat via YOU TUBE maupun SOUNDCLOUD nya. Jadi klik saja langsung alamatnya di bawah ini, https://youtu.be/jwRQGQFGS2c atau Soundcloud.com/asep-sopyan-236731764.

Saya pribadi sudah mendengarkan lagu-lagu karya ASEP SOPYAN dalam album HIMNE CINTA ini. Dan sebagai pendatang baru, saya cukup APRESIASI dengan baik karya seni nya ini. Karena sebagai “pemain baru” dalam industri musik tanah air, karyanya ini cukup bisa dinikmati dengan baik serta familiar di telinga. Tinggal buat video klip yang keren dan kekinian saja. Sehingga nanti tidak hanya enak di dengar tapi juga dilihat oleh mata.

Diantara judul lagu dalam album Himne Cinta ini, yaitu: Haruskah ku menanti, Takdir Kita, Wajah yang selalu pagi, Himne Cinta, diantara bunga-bunga, di Pasir Putih dan lainnya. Kurang lebih ada sebelas judul lagu dalam satu album ini.

Nah, saat anda mendengarkan lagu-lagu di album HIMNE CINTA ini, saya yakin jika anda penyuka lagu tembang lawas, maka lagu dan musik di album HIMNE CINTA ini, seakan membawa anda pada masa “warna lagu” seperti ini pernah ada dan berjaya. Sehingga saat mendengarkannya, anda bisa terima dan nikmati alunan lagu, baik dari sisi lirik maupun musiknya. 

Selain itu, Kesederhanaan lirik lagu serta aransement musik yang apik dengan warna tempo doe-loe, seakan mengajak anda untuk ikut berkaraoke bersama. Sehingga saya sarankan kepada pak Asep Sopyan untuk segera membuat lagu tanpa vokal atau khusus karaoke.

Secara umum, saya bisa memberikan penilaian bahwa album Himne Cinta ini seperti album kompilasi antara warna musik Ebiet G ade, Crisye, Obbie Mesakh dan lainnya. Jadi saat kita mendengarkan lagu-lagunya, seperti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Pokoknya dari pada penasaran, buruan didengerin aja ya album Himne Cinta ini, supaya anda faham maksud saya dan bisa menikmati pula “tembang lawas masa kini” nya Asep Sopyan.

Oia, pak ASEP SOPYAN ini adalah senior dua tahun di atas saya saat di kampus UIN Jakarta maupun di organisasi EKSTRA Kampus, yaitu HMI cabang CIPUTAT. Dan kini beliau adalah leader saya di Tim ASN Serpong, Allianz Syariah. Sebagai leader pun beliau ini termasuk leader yang sukses berkat keterampilan menulisnya lewat blog myallisya.com itu. Dan Secara pribadi jika saya berkomunikasi via JAPRI dengan beliau, saya masih panggil pak asep ini dengan sebutan KAKAK. Sama seperti sebutan saya kepada senior-senior saya yang lain di kampus yang dulu. 

Karena itu saya doakan, supaya album HIMNE CINTA nya Kak Asep Sopyan ini bisa  diterima oleh para pecinta musik tanah air. Serta bisa memberikan warna lagu “lawas” di masa kini atau bisa juga “masa kini” yang dilawaskan. Selain itu, semoga tetap terus memperbaiki kualitas lagu dan musik di album-album berikutnya. Sehingga orang itu tahu akan ciri khas lagunya kak asep sopyan ini. Tanpa dibayang-bayangi oleh para sosok penyanyi tempo doeloe lagi.

Sekian review saya untuk album perdana “Himne Cintanya kak Asep Sopyan” ini. Dan Saat saya menulis artikel ini, entah kenapa saya merasa seperti sedang jadi juri Indonesian Idol, heheheee. Mungkin benar, jika Menilai itu katanya memang lebih mudah ya, heheeee.

Salam

Siti Ema Rahmah a.k.a Mimin Tapro Allisya

 

Lagu-lagu album Himne Cinta bisa didengarkan dan diunduh di Soundcloud.

Sebagian video klipnya bisa dilihat juga di Youtube.

 

Posted in Lagu | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Sepeda Ontel, Kesan Sastra, dan Lagu-lagu Cinta yang Teduh

CD album Himne CintaUlasan tentang album Himne Cinta berikut ini ditulis oleh sahabat sekaligus rekan bisnis saya di Allianz, Dede Sulaeman, di blog pribadinya desulanakata.wp.com. Pakde (begitu saya memanggilnya) memiliki beberapa minat yang mirip dengan saya, yaitu dunia sastra dan tulis-menulis. Kami pernah bekerja bersama sebagai reporter majalah internal di sebuah kementerian. Ketika saya menjadi agen asuransi pada akhir 2011, Pakde menjadi nasabah saya yang pertama.

Membaca ulasannya, yang lebih banyak tentang diri saya, cukup menyenangkan mendapati bagaimana orang-orang memandang kita di masa lalu dan membandingkannya dengan kondisi saat ini, khususnya jika saat ini telah lebih baik.

Selamat membaca. []

 

Oleh: Dede Sulaeman

Awal mula perjumpaan saya dengan sosok unik ini, sekira tahun 2006, empat tahun setelah saya kuliah di Ciputat. Anda jangan mengira saya berjumpa dan berkenalan dengannya. Bahkan saya hanya melihat dari kejauhan dan mengenal dirinya dari cerita beberapa teman aktivis di organisasi tempat saya bernaung, di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ciputat. Beberapa teman saya mengatakan, “Orang yang menunggangi sepeda ontel itu petinggi HMI, namanya Asep Sopyan.”

Sejak itu, kalau secara kebetulan menjumpainya berkeliaran di sekitar kampus dengan ontelnya, saya sering mengamatinya. “Pria unik,” pikir saya. Betapa tidak. Ia seorang petinggi HMI Ciputat – tempat cendikiawan muslim Indonesia dahulu, Nurcholish Madjid, memulai petualangan intelektualnya – tapi bergaya sangat klasik, untuk tidak menyebut jadul: sepeda ontel, tas selempang dari kain belacu, dan buku catatan kusam.

Tampaknya, saya menyukai sikap dan gayanya. Dahulu, kami, saya dan beberapa teman memaksakan diri menulis artikel mengenai isu-isu sosial, politik, dan ekonomi untuk dikirimkan ke media massa, tujuannya hanya satu: kami butuh uang honornya untuk makan di warteg. Beberapa artikel saya dan beberapa teman pun akhirnya dimuat di koran cetak nasional. Sejak itu semangat untuk terus menulis dan membaca semakin menggebu, seiring dengan tuntutan hajat kami untuk setiap hari mengunjungi warteg. Lumayan, honor menulis di koran dapat mencukupi kebutuhan makan.

Secara tak sengaja, saya jadi meminati isu-isu sosial dan politik. Di kalangan kami waktu itu, seorang penulis artikel di koran sangat dihargai, karena ia disebut sebagai calon intelektual. Teman-teman saya terus melanjutkan tradisi menulis itu. Beberapa di antaranya memang ada yang berhasil menjadi intelektual sungguhan, ada pula yang kemudian bekerja sebagai editor yang andal di penerbitan.

Tapi saya tak melanjutkan tradisi menulis artikel berbau isu-isu sosial dan politik. Sebabnya saya terpengaruh oleh seseorang yang unik, Asep Sopyan. Akhirnya, saya benar-benar berjumpa langsung dan berkenalan dengannya di Forum Lingkar Pena Ciputat, meskipun hanya sekadar kenal. Tapi tampang uniknya membuat saya menginterpretasikan dirinya sebagai orang yang terkesan sastra. Meskipun ia bukan seorang sastrawan, tapi kesan sastranya membuat saya tertarik dengan sastra.

Saya pun mulai menyukai cerita-cerita pendek yang dimuat tiap hari Minggu di media cetak nasional. Saya rasa, akan sangat keren kalau saya bisa menulis cerita pendek dan dimuat di media cetak nasional. Itu akan menjadi awal saya untuk sukses menjadi seorang sastrawan atau penulis cerita yang mahir.

Tapi, menulis cerita yang bagus ternyata tidak mudah. Buktinya, setelah berbulan-bulan saya bekerja, hasilnya nihil. Beberapa cerpen yang saya kirim ke media cetak, tidak ada yang berhasil dimuat, sementara saya harus terus mendatangi warteg. Akhirnya saya menyimpulkan, “Bakat saya bukan di situ. Mungkin saya hanya terkesan dengan seseorang yang terkesan seperti sastrawan. Dia pun sesungguhnya bukan sastrawan.” Kesimpulan ini diperkuat dengan fakta, bahwa kabar Asep Sopyan yang akan menerbitkan sebuah novel, tak juga kunjung terbit novelnya.

Adalah Jakarta School yang mengenalkan saya dengan sosok sastrawan sungguhan. Saya kemudian mengikuti kursus kepenulisan Jakarta School dengan bimbingan langsung sastrawan dari Semarang, AS Laksana. Setelah pertemuan pertama bersama sastrawan itu, saya menyimpulkan dirinya, “Caranya menyampaikan materi sastra di kelas tak mencerminkan sastra. Tapi caranya menulis cerita, itulah sesungguhnya sastra.”

Sejak itu saya mulai menyukai sastra, khususnya cerita pendek dan novel dan saya mulai menulis cerita pendek kembali dan akhirnya beberapa cerpen karangan saya dimuat di koran nasional. Dua orang yang paling saya ingat jasanya dalam konteks ini: Asep Sopyan, orang yang terkesan sastra dan AS Laksana, peraih penghargaan Koran Tempo kategori sastra koran.

Rupanya takdir kembali mempertemukan saya dengan sosok yang terkesan sastra itu. Kali ini ia datang dengan kesan yang lain. Di ujung tahun 2011, ia mendeklarasikan diri sebagai agen dan penjual asuransi. Awalnya saya heran, karena menurut saya dia sedang menghayal. Setahu saya, penjual asuransi itu bertampang perlente. Walaupun waktu itu pakaiannya sudah sedikit lebih rapi, tapi tetap saja saya tidak yakin. Tapi, dengan tegas ia berkata kepada saya, “Keuangan keluarga Anda akan selamat, kalau Anda mau mencicil premi asuransi.” Dan, saya akhirnya menjadi nasabah pertamanya.

Ia pun bercerita, kalau dirinya sedang membangun blog (myallisya.com) yang berisi kupasan-kupasan sisik-melik asuransi dan ia akan membuat orang-orang terpikat kepada asuransi dengan tulisan-tulisannya. Betul. Setelah dua tahun, ia meraih sukses dan menjadi agen yang mendapatkan beberapa penghargaan dan komisi bulanan yang cukup banyak, saya rasa lebih banyak dari gaji direktur di tempat saya bekerja.

Dan, dia pun datang lagi dengan kesan yang lain lagi. Ia kini menegaskan dirinya sebagai seorang penyanyi solo. Ketika proses rekaman dia memperdengarkan dua lagu kepada saya melalui media Whatsapp. “Luar biasa. Anda sudah melampaui basic-need,” kata saya. Dan, saya tak ragu, Asep Sopyan, teman dan leader saya di Allianz Star Network (ASN) ini akan memikat dengan lagu-lagunya.

Dari 11 lagu yang diluncurkan, saya cukup terkesan dengan lagu Adinda, Di Antara Bunga-bunga, Di Pasir Putih, Haruskah Kumenanti, Membayangi Bulan, dan Seuntai Nada.

Saya merasa, itu lagu-lagu cinta yang teduh, seteduh senja yang selalu disukai pengarang lagu-lagu ini. Selamat, Asep Sopyan! Semoga sukses. Saya masih menunggu lagu-lagu teduh dari Anda dan saya juga masih menunggu novel yang kabarnya akan Anda terbitkan.

Jika ingin mendapat kesan positif dari lagu-lagu Asep Sopyan, Anda bisa mengunduh atau sekadar mendengarkan lagu-lagunya di soundcloud.com, dan Anda juga bisa membaca lirik-liriknya yang puitis di lirik lengkap himne cinta, juga beberapa video klipnya di klip himne cinta.

Cikarang, di tengah terik, 14 September 2017

 

Posted in Lagu | Tagged , , , , , , | Leave a comment

TELAH HADIR…! CD Album Himne Cinta

CD album Himne Cinta

Album Himne Cinta karya Asep diluncurkan bulan September 2017. Berisi 11 lagu dg tema seputar cinta.

Untuk mendapatkan lagu-lagu pada album Himne Cinta ini ada 2 cara. 
1. Format MP3, bisa didengarkan dan diunduh secara GRATIS di Soundcloud. Klik http://bit.ly/AlbumHimneCinta.
2. Format CD audio (kualitas lebih baik), bisa dibeli dg harga 25 ribu rupiah per keping, belum termasuk ongkir. Pemesanan melalui whatsapp dg mengklik link berikut ini: http://bit.ly/Oder_CD_HimneCinta. Atau lewat email: myallisya@gmail.com

CD akan dibubuhi tanda tangan saya.

Selain itu lagu-lagu juga bisa didengarkan berikut video klipnya di Youtube. Klik http://bit.ly/KlipHimneCinta

Lirik lengkap 11 lagu bisa dibaca di http://bit.ly/LirikHimneCinta.

Dan ini beberapa ulasan dari teman-teman tentang album Himne Cinta, klik di http://bit.ly/UlasanHimneCinta.

Terima kasih. Sukses utk kita semua.

Salam,
Asep

Posted in Lagu | Tagged , , , | Leave a comment

Lagu: Haruskah Ku Menanti

Ini adalah suatu tragedi.

Ada orang, bisa pria atau wanita, yang mencintai seseorang tapi tak pernah berani menyatakan cintanya, padahal mungkin saja orang yang dicintainya itu pun tengah menunggu-nunggu ungkapan itu darinya.

Tapi begitulah, hidup seringkali begitu.

Selamat menikmati saja.

 

HARUSKAH KU MENANTI

 

Haruskah ku menanti

Lebih lama di sini

Untuk sebuah jawaban yang tak pasti

 

Walau tak kukatakan secara terus terang

Mestinya kau mengerti bahwa sesungguhnya

 

Kau adalah satu-satunya

Yang bertahan begitu lama

Di ingatan dan hatiku

Sejak mula kita bertemu

 

Memang ku tak sanggup menanyakan itu

Aku s’lalu takut membayangkan jawabmu

 

Haruskah aku pergi

Menjauh dan menepi

Biar semua kuhayati sendiri

 

Memang ku tak sanggup menyatakan itu

Aku s’lalu takut membayangkan sikapmu

 

Ciputat, Desember 2008

 

Lagu Haruskah Ku Menanti bisa didengarkan di Youtube.

Bisa juga di Soundcloud.

Terima kasih.

Posted in Lagu | Tagged , , , , , | Leave a comment