Tag Archives: Filsafat

Hedonisme

Hedonisme adalah pandangan yang menganggap kesenangan (hedone dalam bahasa Yunani) sebagai sesuatu yang paling baik bagi manusia. Tokoh aliran hedonisme di masa Yunani adalah Aristippos dari Kyrene (sekitar 433-355 SM), seorang murid Sokrates. Bagi Aristippos, yang sungguh baik bagi manusia … Continue reading

Posted in Filsafat | Tagged , , , , | Leave a comment

Kamus Heidegger

Aletheia : Ketaktersembunyian, Kebenaran Angst : Rasa cemas, kecemasan tanpa obyek Befinlichkeit : Ketersituasian (berada, merasa, terdapat) Besorgen : Mengurus dengan menangani, kesibukan praktis sehari-hari Dasein dengan zuhandenes Das Man : Orang (impersonal tanpa menunjuk subyek tertentu) Dasein : Ada-di-sana, … Continue reading

Posted in Filsafat | Tagged , , , | Leave a comment

Definisi Filsafat

Arti Etimologis Filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia. Kata ini terdiri dari kata philo dan sophia. Philo artinya cinta dalam arti yang luas, yaitu ingin, dan karena itu timbul usaha untuk mencapai yang dicintai atau diinginkan itu. Sophia artinya kebijaksanaan, … Continue reading

Posted in Filsafat | Tagged , , , , , | 2 Comments

“Terbunuhnya Seorang Profesor Posmo” Arthur Asa Berger: Sejumput Catatan untuk Mengenal Posmodernisme

Pada Senin, 17 Mei 2010, saya menamatkan sebuah novel berjudul “Terbunuhnya Seorang Profesor Posmo“. Penulisnya Arthur Asa Berger, seorang profesor, seniman, dan penulis asal Amerika. Di sampul buku tertulis sanjungan terhadap penulis novel dari Jurnal Americana sebagai: “Salah satu sesepuh … Continue reading

Posted in Filsafat | Tagged , , , | 3 Comments

Alam Cerminan Tuhan

Mengapa kita bercermin? Karena kita tidak dapat melihat wajah kita secara langsung dan secara keseluruhan. Kita ingin melihat wajah kita, maka kita membutuhkan cermin. Pada saat kita melihat cermin, kita jadi tahu seperti apa rupa wajah kita. Tapi pada saat … Continue reading

Posted in Filsafat | Tagged , , | 1 Comment

Awal Mula Filsafat

Manusia mempunyai sifat ingin tahu (curiosity) terhadap segala sesuatu. Dengan sifat ini manusia tidak pernah membiarkan ketidaktahuan mengisi ruang jiwanya. Alam, baik alam besar (makrokosmos) maupun alam kecil (mikrokosmos, manusia), dengan segala fenomenanya menimbulkan ketakjuban dan keheranan. Oleh karena itu … Continue reading

Posted in Filsafat | Tagged , , | Leave a comment

Cara Mengada Manusia

Pengertian Ada Secara bebas, “ada” dapat diartikan sebagai keadaan tercapainya segala esensi (kodrat atau fungsi) yang sudah melekat pada sesuatu sejak sebelum diciptakan. Ada merupakan keadaan akhir, ketika kodrat atau fungsi telah dipenuhi dengan sempurna. Kursi, misalnya, oleh pembuatnya sejak … Continue reading

Posted in Filsafat | Tagged , , , , , , | 1 Comment