Tag Archives: Iyan Desi Susanti

Saat Kau Marah

Inilah yang kau harapkan untuk kulakukan saat kau marah padaku. Kau berkata: Jika aku marah padamu, atau kesal, paling jauh aku hanya akan masuk kamar, menyusupkan kepalaku ke balik bantal, dan mungkin sambil terisak-isak. Tapi kau jangan pergi, sayangku. Bujuklah … Continue reading

Posted in Puisi | Tagged , , , , | 1 Comment

Betapa Engkau

Betapa engkau, kekasihku Saat aku memikatmu Kau memikatku lebih cepat Saat aku menggodamu Kau menggodaku lebih kerap Saat aku merayumu Kau merayuku lebih hebat Saat aku mengejarmu Kau mengejarku lebih lesat Saat aku menginginkanmu Kau menginginkanku lebih kuat Saat aku … Continue reading

Posted in Puisi | Tagged , , , , | Leave a comment

Sebab Aku Laron

Aku terbakar rindu Dan aku rela Sebab aku laron yang jatuh Ke dalam cahaya Sedap Malam, 23 Juli & 3 Agustus 2010

Posted in Puisi | Tagged , , , | Leave a comment

Perjalanan Menyusur Takdir

Semuanya terjadi begitu cepat. Penuh kejutan dan keajaiban. Hari Jumat bertemu, Ahad jadian, dan hari Senin deklarasi di fesbuk. Ketika aku mencari penjelasan bagaimana semua ini bisa terjadi, aku hanya menemukan satu kata: TAKDIR. Atau begitulah harapanku, bahwa pertemuan ini … Continue reading

Posted in Catatan Harian | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

Aku Merindukanmu [3]

Aku merindukanmu laksana pelari memburu garis finish. Bagai wartawan mengebut deadline. Serupa buruh menunggu upah. Seperti ibu-ibu mengantre minyak tanah. Bagaikan kreditor menagih utang. Mirip pelacur tua menanti pelanggan. Seakan sopir angkot mengejar setoran. Dan seumpama entah apa lagi. Mungkin … Continue reading

Posted in Puisi | Tagged , , , , , , | Leave a comment